Rabu, 27 Desember 2023

TREATMENT BATU PERMATA DAN JENISNYA

Jenis Treatment Batu Permata

Penjelasan awal mengenai treatment pada batu permata baru dijabarkan oleh Pliny the Elder, seorang Filsuf Romawi yang hidup pada tahun 23 - 79 masehi. Beliau menjelaskan bagaimana minyak, dan pewarnaan dapat digunakan untuk meningkatkan penampilan batu permata.

Berikut ini beberapa jenis treatment yang biasa dilakukan pada batu permata:


TREATMENT: NONE

Artinya batu permata yang dihasilkan ini dalam bentuk natural. Belum ada perlakukan apa-apa terhadap batu permata tersebut, mulai dari pengolahan dari bahan baku menjadi bentuk cincin batu permata. Batu tanpa treatment ini adalah jenis yang paling mahal harganya.

 

TREATMENT: HEATED

Batu permata natural, tapi mengalami proses treatment heated (pemanasan) untuk meningkatkan nilai batu permata tersebut. Beberapa jenis perlakuan treatment HEATED pada batu permata antara lain: TE, C1, GF1, GC1, FA, DIF, CX, IMP, DYE, IRR.

TREATMENT: LAB CREATED

Batu tersebut direkayasa di laboratorium dengan komposisi mineral yang sama seperti batu permata alami. Biasanya hasil lab created selalu bebas inclusion, tidak seperti batu alami yang selalu ada inclusi-nya. Dan batuan ini TIDAK NATURAL

 


TREATMENT: HYDROTERMAL

Batuan tersebut direkayasa di laboratorium dengan metode hydrotermal. Teknologi ini lebih canggih lagi karena memiliki komposisi yang sama dan sifat fisik (inclusi). Dan batuan ini TIDAK NATURAL

 

TREATMENT: COLOR ENHANCED

Sebenarnya batu ini natural, tetapi batu mengalami perlakuan khusus untuk mempertinggi value. Penambahan warna dengan cara irradiasi, oil, dll, tetapi tanpa melalui tahap GLASS

 

TREATMENT: DOUBLET

Sebenarnya batu tersebut natural, tetapi batu tersebut mengalami perlakuan khusus untuk pengiritan bahan. Pengiritan tersebut dengan cara penggabungan (tempel) 2 bahan materi yang berbeda menjadi satu kesatuan

TREATMENT: TRIPLET

Hampir sama dengan treatment doublet, di treatment triplet ini batu permata yang digabungkan ada 3 lapis. Biasanya jenis treatment ini digunakan pada Batu Opal karena Batu Opal kadang ada yang diasah dengan amat tipis, sehingga supaya lebih tahan lama maka dibuat triplet atau tempelan 3 bagian, yaitu Batu Quartz Putih pada bagian atasnya, Opal pada bagian tengahnya dan Batu Black Onyx pada bagian bawahnya

 

TREATMENT: COATING

Sebenarnya batu tersebut natural, tetapi batuan mengalami perlakuan khusus untuk mempertinggi value. Penambahan / mempertinggi / mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna khusus. Treatment dengan cara ini bersifat tidak permanen

 

TREATMENT: SYNTHETIC

Batuan tersebut dibuat di laboratorium, tetapi komposisi dan sifat fisik tidak sama dengan batu yang ditiru. Synthetic dan imitation menjadi dualisme yang rancu

 


Kode treatment yang biasa ditemukan pada memo / sertifikat batu permata antara lain:

TE: indikasi adanya pemanasan tetapi tanpa efek residu

TE1 - TE5: indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada retakan batu, mulai dari minor hingga signifikan

C1 - C5: indikasi adanya pemanasan dengan jumlah residu beragam pada lubang batu, mulai dari minor hingga signifikan

GF1 - GF3: indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan

GC1 - GC3: indikasi adanya pengisian lubang batuan dengan glass / silica untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan  dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan

F1 - F3: indikasi adanya pengisian retakan batuan dengan oil / resin (pada emerald) untuk meningkatkan kejernihan dan ketahanan batuan dengan proporsi mulai dari minor hingga signifikan

FA: diperlukan analisa lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya indikasi penambahan berylium atau unsur kimia lain dari luar yang mempengaruhi warna batuan

DIF: indikasi adanya pewarnaan / penambahan fenomena dengan metode difusi ke dalam lapisan atas batuan

CX: keaslian / kealamian warna tidak teridenfikasi dan / atau analisa lebih lanjut

IMP: indikasi adanya pelapisan tanpa warna untuk memperbaiki permukaan batuan

SMOKE IMPREGNATION: indikasi adanya penambahan kekontrasan efek warna pada batuan opal dengan mempergelap warna dasar batuan

SUGAR AND SMOKE: pewarnaan untuk menggelapkan warna latar pada opal menggunakan pembakaran sukrosa menjadi karbon

DYE: indikasi adanya penambahan warna batuan dengan zat pewarna

BE: indikasi adanya perbaikan warna dengan berylium difusion

IRR: batuan umumnya mengalami expos iiradiasi untuk memperbaiki warna

IMP / SCO / CO: indikasi adanya pelapisan pada permukaan batuan untuk memperkuat luster (IMP) atau membuat efek (SCO / CO), atau dengan sebutan lain COATING

TYPE A: tidak ada indikasi penambahan treatment, biasa disebut NTE pada batu jadeite jade

TYPE B: bleached atau impregnation. Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi dengan perendaman batu ke dalam cairan asam pada batu jadeite jade

TYPE C: adanya indikasi penambahan warna dengan metode DYE pada batu jadeite jade

TYPE B + C: lihat tipe B dan C pada batu jadeite jade

 


Treatment Pada Batu Permata

pengertian kode treatment batu permata

Berikut ini pengertian dari berbagai jenis-jenis treatment pada batu permata:

B: Bleaching. Adanya indikasi meratakan warna dan meningkatkan transparansi

D: Dyeing atau Infusing. Proses treatment dengan cara memasukkan warna, untuk meningkatkan warna agar lebih tua atau lebih merata

F: Filling. Proses pengisian pada rongga atau yang retak pada batu dengan bahan cairan tertentu seperti kaca, borax, plastik ataupun bahan lain

H: Heating. Sebenarnya batu masih natural. Tetapi batu tersebut mengalami peningkatan value dengan pemanasan, untuk meningkatkan warna, atau fenomena pada batu, seperti cat eye atau ster

I: Impregnation. Proses dengan cara mengisi bahan tanpa warna, untuk mengisi pori-pori pada batu agar penampilan batu dan daya tahan meningkat

O: Oiling atau Infusion. Proses pengisian retakan pada batu menggunakan minyak tanpa warna, resin atau getah, bahan sejenis lilin, yang bertujuan meningkatkan penampilan batu

R: Iridiation. Proses treatment dengan menggunakan sinar gamma / neuron, atau penembakan elektron dengan bertujuan untuk memperbaiki warna pada batu

U: Diffusion. Proses pengisian atau pelapisan yang dilakukan pada bagian bawah permukaan batu serta memanaskan hingga suhu tinggi hingga mencapai warna atau efek ster pada batu

W: Waxing atau Oiling. Proses pengisian pori-pori batu dengan menggunakan bahan sejenis balsam atau sejenis minyak dengan tujuan meningkatkan penampilan batu, seperti batu giok dan firus

 

Contoh Kode Treatment Pada Memo Atau Sertifikat Batu Permata

kode treatment batu permata

 

Berikut ini contoh kode-kode treatment yang sering keluar atau ditampilan pada memo atau sertifikat gems lab:

NTD: No Treatment Detected (tidak ada treatment pada batu yang terdeteksi)

H: Heat only with very small amount of risidue (panas hanya dengan jumlah residu yang sangat sedikit)

H-a: Heated with minor risidue (dipanaskan dengan residu sedikit)

H-b: Heated with moderate risidue (dipanaskan dengan residu moderate)

H-c: Heated with severe risidue (dipanaskan dengan residu parah)

H-be: Heated with berylium content (dipanaskan dengan konten berylium)

HP: Heating and Pressure (pemanasan dan tekanan)

R: Iridiated (iridiasi)

U: Diffusion (penyinaran)

F: Filled with foreign material (diisi dengan bahan asing)

GF: Glass and Filled (terisi kaca)

D: Dyed (dicelup ke cairan kimia)

MCD: Minor Color Enhancement (ada proses peningkatan warna)

B: Bleached (ada bahan penutup pori yang transparan)

I: Impregnation (ada proses pengembangan)

O: Oiled (ada campuran minyak)

L: Lasering (pemanasan laser)

W: Waxing (terdeteksi lilin)

S: Smoked (proses pengasapan)

C: Coated (mempergelap warna dengan cara pelapisan permukaan dengan pewarna)

DBLT: Doublet (dua bahan materi yang berbeda dipadukan menjadi satu)

TPLT: Triplet (tiga bahan yang berbeda dipadukan menjadi satu)

Demikian beberapa jenis TREATMENT pada batu permata yang sering dilakukan. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, hampir dapat dipastikan jenis treatment pada batu permata akan terus berkembang. Dibutuhkan keahlian khusus untuk dapat melihat jenis treatment pada batuan.


MENGENAL BATU MULIA


Batu mulia / permata adalah sebuah mineral, batu yang dibentuk dari hasil proses geologi yang unsurnya terdiri atas satu atau beberapa komponen kimia yang mempunyai harga jual tinggi, dan diminati oleh para kolektor. Batu permata harus dipoles sebelum dijadikan perhiasan. Di dunia ini tidak semua tempat mengandung batu permata. Di Indonesia hanya beberapa tempat yang mengandung batu permata antara lain di provinsi Banten dengan Kalimayanya, di Lampung dengan batu jenis-jenis anggur yang menawan dan jenis cempaka,di Pulau Kalimantan dengan Kecubungnya (amethys) dan Intan (berlian). Batu permata mempunyai nama dari mulai huruf a sampai huruf z yang diklasifikasikan menurut kekerasannya yang dikenal dengan Skala Mohs dari 1 sampai 10. Permata yang paling diminati di dunia adalah yang berkristal yang selain jenis batu mulia seperti Berlian, Zamrud, Ruby dan Safir, batu-batu akik jenis anggur seperti Biru Langit, bungur atau kecubung yang berasal dari Tanjung Bintang, Lampung saat ini banyak di buru oleh para kolektor karena kualitas kristalnya.


NAMA BATU MULIA DIANTARANYA:

BERLIAN / DIAMOND
SAPPHIRE
RUBY
EMERALD / ZAMRUD
AMETHYST / KECUBUNG
TOPAZ
OPAL / KALIMAYA
AQUAMARINE
TOURMALINE
ZIRCON
CHRYSOBERYL
 

CUT & SHAPE / JENIS POTONGAN & BENTUK

CUT

Ada 2 jenis potongan dalam batu mulia yaitu :

1. Cabochon : adalah batu atau obyek lain yang memiliki permukaan bawah yang rata .

Bentuknya ada yang bulat, lonjong, tetes air, kotak ataupun yang tak beraturan.

2. Faceted : adalah batu / mineral yang sudah dibentuk berdasarkan potongan simetris sehingga membentuk pantulan sinar yang indah jika dilihat dari atas.

 

CLARITY / KEJERNIHAN BATU :

Internally flawless (IF) : inclusion tidak terlihat meskipun dengan 10x zoom

Very-very slight (VVS) : inclusion sangat halus sangat sulit terlihat

Very slight (VSI) : inclusion kecil agak sulit terlihat

Slight inclusion (SI) : inclusion agak mudah terlihat

Imperfect (I) : inclusion sangat mudah terlihat dan kadang terlihat secara kasat mata, mempengaruhi kecemerlangan dan penembusan cahaya (transparency)

 

CARATS / SATUAN BERAT BATU :

Berat batu mulia dihitung dalam satuan berat "Carats (cts)"

dimana 1 carat = 0.20 gram

 

COLOR / WARNA

Batu Berlian yang banyak diburu adalah yang Colorless alias bening tanpa warna

 

SAPPHIRE COLOR

Batu Sapphire yang banyak diburu orang diantaranya warna "Royal Blue, Kashmir Blue, Cornflower Blue dan Padparadscha (orangy pink color)

 

RUBY COLOR

Batu Ruby yang banyak diburu orang adalah warna "Pigeon Blood"

TOPAZ COLOR

Batu Topas yang banyak diburu orang diantaranya warna "London Blue dan Swiss Blue"

 

PHENOMENA

Fenomena pada batu permata disebabkan oleh pengaruh sinar pada batu permata, yang tentu saja ada kaitan nya dengan susunan atom kimia, kristal dan serat alami pada batu permata tersebut 

1. Asterism (Star) : disebabkan oleh pemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk seperti jarum yang disebut rutiles pada batu permata sehingga saat sinar memantul menampakan garis garis bersilang.

2. Chatoyancy (Cat's eye) : disebabkan olehpemantulan sinar pada serat serat halus yang berbentuk pipa pipa sangat halus dan sejajar.

3. Adularsence : adalah pemantulan sinar yang berpindah pindah disebabkan oleh ketidakrataan struktur batu sehingga sinar menyebar.

4. Adventuresence : adalah pemantulan sinar pada serpihan serpihan halus didalam batu, yang mengakibatkan pemantulan sinar tidak merata seperti titik titik pasir.

5. Labradorescence : pancaran sinar yang terlihat dari sudut pandang tertentu yang disebabkan oleh terganggunya jalan sinar saat memasuki struktur batu yang berlapis.

6. Play of color : penampilan warna warni yang bergerak pada batu opal yang disebabkan oleh butiran butiran microskopis silica yang menebarkan warna pelangi.

7. Orient : pemunculan warna pelangi pada permukaan mutiara yang disebabkan oleh lewatnya sinar melalui lapisan lapisan nacre.

8. Iridescence : permainan warna warni yang berunah karena jalur cahaya yang terganggu.

9. Color change : perubahan warna pada batu yang terjadi pada sumber cahaya berwarna putih diganti sumber cahaya berwarna merah seperti lampu pijar.

 

TRANSPARENCY / TINGKAT TRANSPARAN

1. Transparent : Sinar menembus 100%

2. Translucent : Sinar menembus 75%

3. Semi Translucent : Sinar menembus 50%

4. Opaque : Sinar tidak tembus

 

TREATMENT

Natural Untreatment

adalah batu yg berasal langsung dari alam, jadi batu ini langsung diolah / dibentuk / diasah dari bongkahan.

Natural Treatment

adalah batu natural yang dipercantik (mungkin bisa dikatakan seperti operasi plastik bagi wanita).

 

Beberapa Jenis Treatment antara lain:

- Heat Treatment(Pemanasan),

- Irradiation(Radiasi),

- Diffusion(Pewarnaan),

- Berylilium Heat Treatment(Pemanasan menggunakan kimiawi beryllium),

- Coating(Pelapisan Permukaan),

- Glass Filling(Pengisian krack/serat batu dengan kaca/resin),

- Dyed(Pencelupan minyak).

 

BATU MULIA / PERMATA SINTETIS / IMITASI
SINTETIS

Batu Sintetis adalah duplikat dari batu natural karena memiliki komposisi kimia yang persis sama, kekerasannya juga sama persis, Perbedaannya dengan Batu Natural adalah pembuatnya. Batu Natural dibuat oleh alam dengan waktu yang sangat lama sedangkan Batu Sintetic dibuat oleh manusia di laboratorium.

Laboratorium yang terkenal membuat batuan sintetis adalah CHATAM di Amerika.

Contoh nama-nama batu sintetis :

1. Natural Sapphire >> King Sapphire

2. Natural Ruby >> Merah Siam, American Star

3. Natural Emerald >> Green Emerald

4. Natural Diamond >> Cubic Zirconia, Moissanite

 IMITASI

Kalau batu Imitasi berbeda sama sekali dengan yang Asli, batu ini hanya tiruan saja. misalnya meniru warnanya. Kadang-kadang juga terbuat dari plastik atau kaca.

Minggu, 17 September 2023

TEGAS: HIMTO'ENE Menolak Perubahan Bentuk Rumah Adat Nias di TMII Jakarta

 












Berbincang dengan Pak Simanjuntak sebagai Pimpinan Proyek: Mengeluh dengan di berhentikannya Proyek Pembangunan Rumah Adat Nias (Baru 20%)

Negosiasi bersama Ama Caroline Sarumaha Ijin Memasuki Bangunan Rumah Adat Nias yg sedang di Stop Pembangunannya (Progress 20%) Oleh Pemprov Sumatera Utara

Sekeluarga Menuju Lokasi Anjungan Sumatera Utara TMII

Penyerahan Surat Keberatan HIMTO'ENE Kepada Penghubung PemprovSU di Jkt


Selasa, 18 Juli 2023

34 Aplikasi Pencuri di HP

Aplikasi-aplikasi yang berpotensi merampok rekening terus ditemukan. Kali ini peneliti keamanan menemukan 34 aplikasi memiliki malware Hook di dalamnya.

Malware itu bukan hanya menguras rekening korban saja. Namun aplikasi-aplikasi bermasalah itu juga mampu membajak akun WhatsApp korbannya.

Hook merupakan malware yang dibuat oleh peretas yang sama dengan yang membuat virus perbankan untuk Android yakni BlackRock dan ERMAC. Keduanya memiliki keunggulannya masing-masing.

Misalnya pada BlackRock, untuk mencuri uang dan password pada aplikasi perbankan. ERMAC dapat digunakan untuk mencuri informasi kontak dan ID bank dari dompet kripto milik korban.

Sementara itu perusahaan keamanan siber asal Belanda Threat Fabric menjelaskan Hook bisa melakukan seperti eksfiltrasi data hingga transaksi. Semua aksi tersebut bisa dilakukan tanpa memerlukan kanal tambahan.

Hook juga memiliki kemampuan mengunduh file tertentu. Jadi peretas mengantongi daftar yang disimpan dalam perangkat korbannya.

Sementara itu Hook bisa menyimpan seluruh chat WhatsApp. Peretas juga dapat mengirimkan pesan dengan akun korbannya.

Gizchina melaporkan Hook tersedia untuk sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Polandia, Kanada, Turki, Inggris, Spanyol, Prancis, Italia, dan Portugal.

Berikut daftar aplikasi yang memiliki Hook Pencuri dan Penguras Uang di HP:

Logo Design Maker

Funny Emoji Keyboard

Animal Doodle Drawing

Paper Paint - Autolycos

Dexterity QR Scanner

Heart Rate Monitor

Fun Paint & Coloring

Beauty Christmas Songs

Epica Gamebox & Hub

Magic Face AI

Love Sticker

HD Screen Mirroring

Phone to TV - Joker

Photo Voice Translator

Effect Voice Changer

Quick PDF Scanner

Easy Voice Change

Fast Language Translator

Perfect Face Swap

Effects Photo Editor

Super Emoji Editor & Sticker

Blue Voice Changer

Cool Screen Mirroring

Phone Cleaner Lite

Digital Clock - Always display

Live Wallpaper

Grape Camera & Photo Editor

Blood Glucose Recorder

Clever Clean - Batter Saver

Album Live Wallpaper & Theme

Shortcut Screen Mirroring

Mind Message - Joker

Advanced Cast Screen

Coloring Painting

Hati-hati... jangan ada di HP anda!

Kamis, 15 Juni 2023

3 Kehormatan SUMANE Lachömi Sebua Khas Nias Tanöniha

Sumane Sebua:

1. Sumane Li (Fehede)

2. Sumane ba Wetataro (Posisi Duduk)

3. Sumane ba Gö (Urakha)

Lakhömi Sebua Fvahasara Dödö adalah salah satu ungkapan yang sangat  jelas untuk menggambarkan nilai-nilai budaya Nias pada umumnya.




Dalam kehidupan sehari-hari, orang Nias terikat dan hidup di dalam  klan atau kelompok tertentu berdasarkan ikatan adat / Öri, Marga (Mado), Kampung (Banua), dan Pertalian persaudaraan karena hubungan darah (Faiwasa – Nafu). Semua itu disimbolkan dengan Omo Sebua (Rumat Adat).

Di dalam Omo Sebua atau rumah adat tinggallah satu keluarga  (bukan hanya keluarga inti) yang terdiri dari : Kakek/nenek,  ayah, ibu,  anak pertama laki-laki bersama istri dan anak, Anak lelaki kedua bersama istri dan anak, ononakhi atau anak perempuan dengan suami dan anaknya, tante, ponakan bahkan orang saudara jauh pun ikut di dalamnya. Dalam kenyataanya yang disebut Satu Keluarga bisa terdiri dari beberapa keluarga, yang akhirnya sering disebut Faiwasa atau Keluarga Besar.

Pertalian persaudaraan  yang terbentuk dalam Omo Sebua ini dipelihara sedemikian rupa sehingga kendati sudah pindah tempat  tinggal (misalnya salah satu anak laki-laki membangun rumah barunya) masih tetap bagian dari rumah besar;  Hafabö’ö naha fvemörö (hanya beda tempat tidur). Sudahlah pasti, kaluarga kecil yang baru semakin bertambah, semakin beranak-cucu, namun tinggal dalam satu ikatan persaudaraan kokoh dan terpelihara.

Merangkul orang lain (ifaogö khönia niha/dalifusönia) bergabung dalam klan untuk memperbesar pengaruh dan kekuatan adalah hal yang pasti demi kelangsungan dan kemuliaan (lakhömi) keluarga besar tadi. 

Lala Wasumaneta dalam konteks membangun dan memelihara kekompakan (fahasara dödö) dalam satu keluarga besar dibutuhkan keharmonisan dan penghargaan satu sama lain. 

Ungkapan-ungkapan penghargaan ini menunjukkan betapa penting peran dan posisi seserorang. Harga diri seseorang tercermin dalam memperlakukan peran dan posisinya tadi. Hal ini sangat sensitif 
di dalam masyarakat Nias pada umumnya. Seseorang sangatlah malu (fa'aila sebua) dan marah (fasoso, mofönu) bila tak mendapatkan penghargaan sesuai peran dan posisinya.
  
Sumane adalah penghargaan yang diberikan kepada seseorang. Lala Fasumaneta adalah cara menghargai dan memuliakan seseorang  sebagai ungkapan kasih yang tulus (böwö si sökhi). Sejatinya, orang Nias itu sangat murah hati (moböwö). Kemurahan hati sudah menjadi kewajiban yang diwariskan oleh nenek moyang kita dan dikuatkan dalam Fondakö (keputusan adat yang disertai dengan ancaman hukuman).

Ada pun cara mengukapan penghargaan ini disampaikan dengan: 
Memakai sarana (Nifogama-gama), 
Tata-aturan (nifohada-hada), 
Berseni (nifoadu-adu). 
Ba safuria bauwu wondrakὅ, siakhi ba nuwu ndrela. Ya’ia wo-bὅwὅ masimasi, bὅwὅ so’idanὅ 
ndrekha, Bὅwὅ si lὅ ogo’ὅ ba lὅkhὅ, lὅ falawu na motawa.

Sokafu moroi ba nidanὅ, Sanὅri hulὅ na’ua. 
Nifauwu ndraono masimasi, bὅwὅ mauwu zatua. 
Ni’eri zi lὅ tὅdὅtὅdὅ,
Nitolo zi lὅ ba danga. 
Sau’a ni’o’ohe bὅ’ὅtὅ, 
Sakhὅmὅ nifo’ambala.

Oi nihonogὅi bauwu Wondrakὅ, 
oi nirakὅ bauwu ndrela. 
Me oroisa Zihai Uwu Nangi,
Me oroisa Zihai Uwu Mbara,  
Ni’oroi’ὅ mitou ba nga’ὅtὅ, 
Nifa’ema mitou ba woraha. 
Tobali mὅli-mὅli nitὅngὅni 
tobali khoi-khoi olembata, 
Fondrakὅ si lὅ ogo’ὅ ba lὅkhὅ, 
lὅna manulu ba deu, 
lὅna ahani ba molὅ gewa

Ba so goi mbὅwὅ masimasi, sanandrὅsa gὅi ba fabanuasa. Na so ba gaolo ŵalo zi heremὅ, ma lakha mbanua si ha samὅsa. 

Me lὅ sendroro lὅ ono alawe, ba lὅ gὅi khὅnia ono simatua. Ba mὅi rorogὅfὅ mbarahao, mὅi rorogὅfὅ fabanuasa. 
Labe khὅnia nahia zinanὅ gowi, wanuturu benua mὅi tanoŵaŵa. Wolau khὅnia zandroro lὅgulὅgu, wame khὅnia zandroro halama. 
Nahiania wombase fa’azore, nahia ba wamase'o fa’ahuwa.  Ba mufobὅrὅ ia bὅrὅ wanali, mube khὅnia mbὅrὅ wosinandra (Syair Hoho Nono Niha).

Tὅlu(3) Lala Fasumaneta ba Nononiha:
  
1. Sumane Li (Fehede) :Tutur kata 
Hadia zami ba manu ha iwo-iwo; 

Dalam masyarakat Nias, Tutur Kata yang halus dan berseni menjadi ciri khas orang yang memiliki kemurahan hati. Tutur kata yang baik ini harus menjadi yang pertama dalam sapaan kepada orang lain.

Hal ini bisa kita lihat dalam upacara adat, dimana selalu diawali dengan Fangowai 
(Menyapa dan menyambut para tamu terhormat dan disebut nama atau posisinya di hadapan khalayak) yang diikuti dengan Pemberian Sirih.

Akan tetapi yang jauh lebih dalam makna dari Sumane ba Li  adalah 
a) Lafahede nda’o/Fehede Sisambua  : dalam segala peristiwa saya “disapa” untuk membertitahu hal tersebut sebagai tanda bahwa saya bagian dari peristiwa itu; 
b) La fondondono ligu : saya diberi kesempatan menyampaikan pendapat saya. Bila saya tak didengar berarti saya tidak dilibatkan sebagai bagian dari peristiwa itu. 

2. Sumane Ba Wetataro (Posisi duduk) 
Pertumbuhan seseorang dimulai dari anak sampai dewasa harus dibarengi  dengan cara memperlakukan orang tersebut. Maka dalam Masyaratat Nias mengenal tingkat posisi dalam strata adat (bosi), mulai dari satu sampai dengan dua belas (bosi si-1 irugi bosi-12).

Dalam Upacara Adat sangatlah mudah mengenalnya. Tokoh dan orang penting  yang layak dihargai diberi tempat duduk dan meja masing-masing sesuai dengan peran dan posisinya, misalnya Uwu, Na’ötö  Nuwu, Si'Ulu, Si'Ila, Ere (Tokoh Agama), Pemerintahan, Niha Sato.

Catatan : Adalah sebuah penghinaan dan tak pantas  bila seseorang tidak mendapatkan 
tempat sesuai dengan peran dan posisinya. 

3. Sumane ba Gö ( Urakha - Makanan) 
Simbol utama penghargaan dalam bentuk sajian makanan adalah Högö (Nias Raya, To'ene) atau Simbi (Nias Yöu( (Kepala/Rahang Babi). menyimbolkan  ‘bawa” (mulut) yang didalamnya terdapat ‘Lela” (lidah) sebagai pengambil keputusan.
Yang menerima Högö (Nias Raya, To'ene) atau Simbi (Nias Yöu) adalah Tamu yang paling dihormati dan Sahatö atau Sitenabö’ö. (sekarang ditambahkan tokoh2 lain).

Untuk menghargai yang lain maka ada jatahnya pula sesuai dengan posisinya. Adapun jatah yang lain kita kenal berupa : ö Zi'ulu ba ö Zi'ila / ö mbanua, Fanigero. 

Hal utama dalam hal sumane ba gö  ini adalah setiap orang mendapatkan urakha yang pas dan sesuai dengan posisinya sebagai tanda bahwa yang bersangkutan adalah bagian penting dari satu “keluarga besar” tadi. 

Catatan : böi elunu ba böi fesala ba fama'anö sumane gö; kalau salah posisi bisa menjadi penghinaan. Yaahowu.

Hilisataro tempo doeloe

Hilisataro tempo doeloe