Minggu, 26 Juli 2026

Benarkah TRINITAS Tidak Tercantum Pada ALKITAB?


Saya pernah mendengar seseorang berkata, "Masalahnya ada pada kata 'pribadi'. Bukankah lebih baik kita menggantinya dengan 'relasi' supaya orang tidak salah paham tentang Tritunggal?" Kedengarannya masuk akal. Bahkan terdengar seperti solusi yang elegan.

Namun, benarkah demikian?

Bayangkan jika setiap istilah teologi dihapus hanya karena sering disalahpahami. Bukankah "Anak Allah" juga berkali-kali disalahartikan? Bukankah "Anak Manusia" juga sering dipelintir? Apakah gereja lalu harus mengganti semua istilah itu? Tentu tidak. Tugas gereja bukan mengubah bahasa iman agar sesuai dengan kesalahpahaman manusia, melainkan mengajar umat memahami kebenaran sebagaimana Alkitab menyatakannya.


Sejak berabad-abad lalu, gereja merumuskan iman berdasarkan seluruh kesaksian Kitab Suci: satu hakikat (mia ousia), tiga pribadi (treis hypostaseis). Rumusan ini bukan hasil spekulasi filsafat, melainkan benteng yang menjaga gereja agar tidak jatuh ke dalam dua kesesatan sekaligus: menganggap Allah tiga allah (politeisme) atau menganggap Bapa, Anak, dan Roh Kudus hanyalah satu Pribadi yang berganti-ganti peran (modalisme).

Mengapa kata pribadi tetap dipertahankan?

Karena Alkitab tidak berbicara tentang relasi yang abstrak. Bapa mengasihi Anak. Anak berdoa kepada Bapa. Roh Kudus menghibur, mengajar, dan bersaksi tentang Kristus. Semua itu adalah tindakan personal. Relasi memang ada di dalam Tritunggal, tetapi relasi tidak pernah menggantikan pribadi.

Lalu muncul keberatan lain: "Trinitas tidak ada di Alkitab." Benar, katanya tidak ada. Tetapi ajarannya ada di setiap lembar Kitab Suci. Alkitab menyatakan Bapa adalah Allah. Anak adalah Allah. Roh Kudus adalah Allah. Pada saat yang sama, Alkitab dengan tegas berkata, Allah itu esa. Gereja tidak menciptakan doktrin baru. Gereja hanya merangkum seluruh data Alkitab dengan setia.

Di sinilah keindahan teologi Reformed. Kita tidak membangun doktrin dari satu ayat yang berdiri sendiri, melainkan membiarkan seluruh Alkitab menafsirkan seluruh Alkitab. Ketika semua potongan wahyu disatukan, kita tidak menemukan tiga allah, juga bukan satu pribadi dengan tiga topeng. Kita menemukan satu Allah yang kekal, yang menyatakan diri sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Sabtu, 04 Juli 2026

PEREMPUAN DARI TEKOA YANG BIJAKSANA

Kita pasti mati dan seperti air yang tertumpah ke tanah yang tidak dapat dikumpulkan lagi. Tetapi Allah tidak mencabut nyawa; Ia memikirkan jalan supaya orang yang dibuang jangan tetap terbuang dari hadapan-Nya." (2 Samuel 14:14)

PEREMPUAN DARI TEKOA: WANITA BIJAKSANA YANG DATANG MENASEHATI DAUD

Perempuan dari Tekoa adalah seorang wanita bijaksana yang muncul dalam 2 Samuel 14. Meskipun namanya tidak disebutkan, ia memainkan peranan penting dalam usaha mendamaikan Raja Daud dengan putranya, Absalom.

1. Latar Belakang Kisah

Untuk memahami peran perempuan dari Tekoa, kita perlu melihat peristiwa sebelumnya:

Absalom memiliki saudara perempuan bernama Tamar.
Tamar diperkosa oleh saudara tirinya, Amnon (2 Samuel 13).
Daud sangat marah, tetapi tidak menjatuhkan hukuman yang tegas kepada Amnon.
Dua tahun kemudian Absalom membunuh Amnon sebagai balas dendam.
Setelah itu Absalom melarikan diri ke Gesur dan tinggal di sana selama tiga tahun.
Daud merindukan Absalom, tetapi juga sulit mengampuninya karena pembunuhan yang telah dilakukannya.

2. Siapa Perempuan dari Tekoa?

Tekoa adalah sebuah kota di wilayah Yehuda, sekitar 16 km di selatan Yerusalem.

Yoab, panglima tentara Daud, melihat bahwa raja sangat merindukan Absalom. Karena itu Yoab mencari seorang perempuan yang terkenal bijaksana dari Tekoa.

Yoab kemudian:
Mengajarkan sebuah cerita kepada perempuan itu.
Memintanya datang menghadap Daud.
Memintanya menyampaikan kisah tersebut seolah-olah itu pengalaman pribadinya.
Tujuannya adalah membuat Daud melihat situasinya sendiri dari sudut pandang yang berbeda.

3. Kisah yang Disampaikan kepada Daud

Perempuan itu datang dengan pakaian berkabung dan berkata bahwa:

  • Ia adalah seorang janda.
  • Ia mempunyai dua anak laki-laki.
  • Kedua anak itu bertengkar di ladang.
  • Salah satu anak membunuh yang lain.

Sekarang seluruh keluarga menuntut agar anak yang masih hidup dihukum mati.

Jika anak yang tersisa dihukum mati:
Keturunannya akan lenyap.
Nama suaminya tidak akan diteruskan.
Ia memohon kepada Daud agar anaknya diampuni.

4. Respons Daud

Daud tergerak oleh kisah tersebut.

Ia berjanji:
Anak yang masih hidup tidak akan dihukum mati.
Ia akan melindunginya.
Dengan demikian Daud menunjukkan belas kasihan kepada anak dalam cerita itu.

5. Perempuan Itu Membalikkan Situasi kepada Daud

Setelah Daud memberikan keputusan, perempuan itu dengan bijaksana mengarahkan pembicaraan kepada keadaan Absalom.

Intinya ia berkata:

"Jika raja dapat menunjukkan belas kasihan kepada anak dalam kisah saya, mengapa raja tidak melakukan hal yang sama kepada anaknya sendiri?"

Ia mengingatkan Daud bahwa:

"Kita pasti mati dan seperti air yang tertumpah ke tanah yang tidak dapat dikumpulkan lagi. Tetapi Allah tidak mencabut nyawa; Ia memikirkan jalan supaya orang yang dibuang jangan tetap terbuang dari hadapan-Nya." (2 Samuel 14:14)

Ini menjadi salah satu ayat yang paling terkenal dari kisah tersebut.

6. Daud Menyadari Keterlibatan Yoab

Daud akhirnya menyadari bahwa perempuan itu tidak datang atas inisiatif sendiri.

Ia bertanya apakah Yoab berada di balik semuanya.

Perempuan itu menjawab dengan jujur bahwa memang Yoab yang menyuruhnya.

Daud kemudian:

Memanggil Yoab.

Mengizinkan Absalom kembali dari pembuangan.

7. Hasil dari Misi Itu

Absalom kembali ke Yerusalem.

Namun masalah belum benar-benar selesai karena:

Selama dua tahun Daud tidak mau bertemu muka dengan Absalom.

Hubungan mereka tetap rusak.

Akhirnya Absalom memberontak terhadap ayahnya dan berusaha merebut takhta.

Karena itu rekonsiliasi yang terjadi hanya bersifat sebagian dan tidak menyentuh akar persoalan.

8. Karakter Perempuan dari Tekoa

A. Bijaksana

Ia mampu berbicara dengan hati-hati kepada seorang raja yang berkuasa.

B. Berani

Tidak mudah menegur raja secara tidak langsung mengenai masalah keluarganya sendiri.

C. Pandai Berkomunikasi

Ia menggunakan ilustrasi dan cerita untuk membantu Daud melihat kesalahannya.

D. Taat pada Tugas

Ia menjalankan tugas yang diberikan Yoab dengan sangat baik.

9. Pelajaran Rohani

A. Cerita sering membuka hati yang tertutup

Daud sulit melihat masalahnya sendiri, tetapi melalui sebuah ilustrasi ia dapat melihatnya dengan jelas.

B. Pengampunan penting dalam keluarga

Kisah ini menunjukkan betapa sulitnya memulihkan hubungan keluarga yang rusak jika masalah tidak diselesaikan dengan tuntas.

C. Hikmat lebih kuat daripada kekerasan

Perempuan dari Tekoa tidak menggunakan kekuatan atau ancaman. Ia menggunakan hikmat dan kata-kata yang tepat.

D. Allah menginginkan pemulihan

Ucapan bahwa Allah "memikirkan jalan supaya orang yang dibuang jangan tetap terbuang" menunjukkan hati Allah yang mengasihi dan membuka jalan bagi pertobatan serta pemulihan.

Kamis, 25 Juni 2026

NON-KRISTEN YANG MENGUKUHKAN HISTORISITAS YESUS KRISTUS

TIGA SAKSI ROMAWI NON-KRISTEN YANG MENGUKUHKAN HISTORISITAS YESUS KRISTUS 

Mereka adalah pejabat dan sejarawan Romawi yang memandang Kekristenan dari luar, bahkan dengan sikap yang sering kali negatif.

Keberadaan Yesus dari Nazaret merupakan fakta yg kokoh dalam sejarah dunia kuno.


Fakta Sejarah Yesus Kristus selain bersumber dari ALKITAB, 3 Orang Romawi turut mengukuhkan Cerita Yesus Kristus seperti yang bersumber dari ALKITAB. Haleluya...

"Musuh dapat membenci, tetapi ia tidak dapat menghapus fakta."

Salah satu tuduhan yang sering diarahkan kepada Kekristenan adalah bahwa Yesus Kristus hanyalah tokoh yang diciptakan oleh Gereja dan bahwa seluruh kisah tentang-Nya hanya bersumber dari Alkitab.

Menurut klaim ini, di luar Perjanjian Baru tidak ada bukti sejarah yang dapat dipercaya mengenai Yesus.

Namun, tuduhan tersebut tidak sejalan dengan penelitian sejarah modern.

Di kalangan akademisi, keberadaan Yesus dari Nazaret merupakan salah satu fakta yang paling kokoh dalam sejarah dunia kuno.

Para sejarawan dengan latar belakang yang sangat beragam—Kristen, Yahudi, agnostik, maupun ateis—hampir secara universal menerima bahwa Yesus adalah tokoh sejarah yang benar-benar hidup pada abad pertama.

Perdebatan ilmiah dewasa ini bukan lagi mengenai apakah Yesus pernah ada, melainkan mengenai siapakah Yesus sebenarnya, bagaimana memahami ajaran-Nya, makna kematian-Nya, dan bagaimana menafsirkan kesaksian tentang kebangkitan-Nya.

Kesimpulan tersebut tidak hanya didasarkan pada Perjanjian Baru.

Para sejarawan juga menggunakan berbagai sumber independen, termasuk tulisan para penulis Romawi yang sama sekali bukan pengikut Kristus.

Mereka tidak menulis untuk membela Kekristenan, bahkan sebagian besar memandang Gereja dengan kecurigaan atau permusuhan.

Justru karena itulah kesaksian mereka memiliki bobot historis yang sangat tinggi.

Mengapa Kesaksian dari Pihak Lawan Sangat Penting?

Dalam historiografi terdapat prinsip yang sering disebut criterion of enemy attestation (kesaksian dari pihak lawan).

Prinsip ini menyatakan bahwa apabila suatu fakta diakui oleh pihak yang tidak bersahabat, maka fakta tersebut memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi.

Alasannya sederhana.

Seorang musuh tidak memiliki motif untuk menciptakan bukti yang menguntungkan pihak yang ia benci.

Ia mungkin menghina, mengejek, atau menolak keyakinan lawannya, tetapi ia tetap mengakui fakta-fakta yang tidak dapat disangkal.

Tacitus, Plinius Muda, dan Suetonius merupakan contoh yang sangat baik dari prinsip ini.

Ketiganya bukan orang Kristen, bukan murid para rasul, bukan penulis Injil, dan tidak memiliki kepentingan sedikit pun untuk membela Gereja.

Namun, catatan mereka justru menguatkan pokok-pokok penting sejarah Yesus dan Gereja perdana.

I. Tacitus:

Kesaksian dari Lingkaran Elit Kekaisaran Romawi

(±56–120 M) adalah salah satu sejarawan terbesar yang pernah dimiliki Romawi.

Sebagai senator, mantan konsul, dan gubernur, ia memiliki akses terhadap arsip-arsip resmi negara.

Ia dikenal sebagai penulis yang kritis, teliti, dan berhati-hati dalam menyusun sejarah.

Sekitar tahun 116 M, dalam Annales XV.44, Tacitus menjelaskan bagaimana Kaisar Nero menimpakan kesalahan atas Kebakaran Besar Roma tahun 64 M kepada orang-orang Kristen.

Ia menulis:

"Christus, dari siapa nama itu berasal, dijatuhi hukuman mati oleh Pontius Pilatus pada masa pemerintahan Tiberius."

Kalimat yang singkat ini memuat sejumlah fakta sejarah yang sangat penting:

Kristus adalah tokoh sejarah yang nyata.

Nama "Kristen" berasal dari Kristus.

Kristus dihukum mati oleh Pontius Pilatus.

Peristiwa itu terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Tiberius.

Setelah kematian-Nya, gerakan Kristen tidak lenyap, tetapi justru berkembang hingga mencapai Roma.

Yang menarik, Tacitus sama sekali tidak bersimpati kepada Kekristenan. Ia bahkan menyebutnya sebagai superstitio exitiabilis ("takhayul yang merusak").

Karena itu, hampir mustahil ia sengaja menciptakan informasi yang justru memperkuat dasar historis agama yang ia pandang rendah.

II. Plinius Muda:

Bukti Penyembahan kepada Kristus Sejak Gereja Perdana

(±61–113 M) memberikan kesaksian yang berbeda, tetapi sama pentingnya.

Sebagai gubernur provinsi Bithynia-Pontus, ia menghadapi semakin banyak orang Kristen dan tidak mengetahui bagaimana hukum Romawi seharusnya memperlakukan mereka. 

Karena itu, sekitar tahun 112 M ia menulis surat kepada Kaisar Trajan.

Isi surat tersebut didasarkan pada penyelidikan resmi terhadap orang-orang Kristen yang ditangkap dan diinterogasi.

Menurut Plinius, mereka:

berkumpul sebelum matahari terbit;

menyanyikan himne kepada Kristus sebagai kepada Allah;

mengikat diri dengan sumpah untuk hidup jujur dan suci;

menolak pencurian, penipuan, perzinahan, dan segala bentuk kejahatan;

berkumpul kembali untuk makan bersama secara sederhana.

Kesaksian ini memiliki arti historis yang sangat besar.

Surat Plinius membuktikan bahwa pada awal abad kedua—ketika generasi para rasul baru saja berlalu—umat Kristen telah menyembah Yesus sebagai Tuhan.

Mereka telah memiliki bentuk ibadat yang teratur, kehidupan moral yang khas, serta komunitas yang terorganisasi.

Dengan demikian, klaim bahwa keilahian Yesus baru diciptakan berabad-abad kemudian tidak sesuai dengan bukti sejarah. Sumber Romawi sendiri menunjukkan bahwa penyembahan kepada Kristus sudah menjadi identitas Gereja sejak masa paling awal.

Rabu, 10 Juni 2026

HIMTO'ENE : BPH, LOGO, PATAKA, VISI MISI & AD-ART

Logo HIMTO'ENE 

Pataka HIMTO'ENE


VISI MISI HIMTO'ENE

ANGGARAN DASAR & ANGGARA RUMAH TANGGA HIMTO'ENE:
























BADAN PENGURUS HIMTO'ENE 20122 - 2027 (Periode II)

Penasehat:
Hilarius Duha
Sidi Adil Harita
Ethika Duha
Penyabar Nakhe
Aferili Harita
Arisman Zagoto
Samatali Nakhe
Nasowolo'ö Löi
Batasan Löi
Carihati Sarumaha
Waspada Laia
Merdin Löi
Kibaret Sarumaha

Pembina : 
Yulius Duha 
Rinto Zebua

Ketua Umum : Gabriel Laia

Waketum : 
Fasa'aro Laia
Revral Laia
Clinton Zamili

Keturi: Beritaman Maduwu
Sekjen : Alfandi Talunohi
Wasekjen : Arni Talunohi
Bendum : Ilmu Bohalima, Ayu Löi

Dept Sosial Rohani
Ketua: Reformasi Sarumaha
Wakil: Noper Duha, Pidaman Laia, Revral Laia

Dept Ekonomi Kreatif : 
Ketua: Samatali Nache
Wakil: Kristin Laia

Dept Bidang Hukum
Ketua: IPTU Ariston Sarumaha
Wakil: Mula Harita

Dept OKK Organisasi Kaderisasi,
Kepengurusan:
Ketua: Hemin Harita
Wakil: Roby Laia, Christoper Laia

Dept Pemuda
Ketua : Antonius Löi
Wakil : Juang Nache, Nova Duha, Nando Laia

Departement Seni & Budaya
Ketua : Niat Hati Duha
Wakil : Folo’ota Duha

Dept Olahraga : Filianus Zamili

Dept HUMAS
Ketua : Deru Talunohi
Wakil : Dodis Lature, Josua Harita


BPH HIMTO'ENE Periode Pertama

BADAN PENGURUS HIMTO'ENE 2019 - 2022

Penasehat:

Hilarius Duha
Sidi Adil Harita
Ethika Duha
Penyabar Nakhe
Aferili Harita

Pembina : Yulius Duha - Ketua
Rosalia Duha
Arisman Zagoto
Batasan Loi

Ketua Umum : Gabriel Laia 

Wakil Ketua Umum :
Anerago Buulolo
Rinto Zebua
Ama Beltran Laia
Sekjen : Beritaman Maduwu
Wasekjen : Deru Debu Talu Nohi
Bendahara Umum : Revral (Ina Yelin) Laia
Wabendum : Juntris Loi

Departement Sosial Rohani
Ketua : Anerage Bu’ulolo
Wakil : Hemin Harita
Anggota:
1. Alfandi Talunohi
2. Pidaman Laia

Departement Pemuda/Olahraga
Ketua : Rinto Zebua
Wakil : Ketabahan Duha
Anggota:
1. Erdinus Duha
2. Bambang Zebua
3. Ayu Loi
4. Mertab Zebua
5. Arianto Zebua
6. Peri Gea
7. Ardiles Duha

Departement Organisasi/Kaderisasi,
Kepengurusan (OKK)
Ketua : Arianto Duha
Wakil : Noper Duha
Anggota
1. Kristin Laia
2. Mulawarman Harita
3. Clinton Zamli

Departement Seni & Budaya
Ketua : Niat Hati Duha
Wakil : Folo’ota Duha
Anggota:
1. Ilmu Bohalima (Ina Putri)

Departement SDM
Ketua : Reformasi Sarumaha
Wakil : Cari Hati Sarumaha
Anggota:
1. Arianto Duha

Departement HUMAS
Ketua : Jeksen Zebua
Wakil : Jessica Harita
Anggota:
1. Joshua Harita
2. Dodi Lature






Jumat, 06 Februari 2026

Ibadah Natal & Syukur 2026 SEKTOR SILOAM BNKP TANGERANG

Puji syukur Ibadah Natal dan Syukuran Tahun Baru Sektor Siloam BNKP Tangerang Resort 45 boleh berjalan lancar penuh sukacita Minggu 1 Februari 2026 di Hotel Pranaya Boutique BSD.

Haleluya... Terpujilah Nama Tuhan!
















































Hilisataro tempo doeloe

Hilisataro tempo doeloe