Sabtu, 14 Juni 2014

Pesan Pastoral PGI untuk Pemilu Presiden 2014

 “akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1 Timotius 6:10)

“Jangan lagi terlibat dalam politik uang! Politik uang merupakan pembodohan rakyat dan merusak substansi demokrasi kita,” demikian ditegaskan dalam pesan pastoral Pilpres 2014.


Menjelang pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2014, adalah menjadi waktu yang penting karena bangsa Indonesia akan memilih nakhoda bangsa ini untuk lima tahun ke depan. PGI melalui pesan pastoralnya mendorong umat Kristen untuk menggunakan hak pilih sebagai bentuk tanggung jawab iman percayanya. “Dengan memilih, Anda bisa menentukan orang yang tepat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden,” demikian pengantar Pesan Pastoral PGI untuk Pilpres 2014, Rabu (11/6).

Politik Uang Adalah Dosa!
PGI menegaskan bahwa Pemilu tidak semata-mata soal hasil, namun hasil yang juga ditempuh melalui proses yang baik, bukan dengan cara-cara yang menjerumuskan pemilih pada cara-cara yang pragmatis dan transaksional.
Politik transaksional telah ditunjukkan dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu, politik uang merajalela dimana-mana, yang tidak sedikit menyeret warga gereja dan gereja ikut terlibat di dalamnya. PGI mengingatkan perlunya memaknai kembali substansi partisipasi gereja dalam kerangka memperkuat integritas proses dan kualitas hasil Pemilihan Umum.
“Jangan lagi terlibat dalam politik uang! Politik uang merupakan pembodohan rakyat dan merusak substansi demokrasi kita,” demikian ditegaskan dalam pesan pastoral Pilpres 2014. Dengan mengingatkan satu ayat, “akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1 Timotius 6:10), pesan pastoral kali ini menegaskan praktek-praktek politik uang adalah dosa.

Kriteria Pemimpin Baik
Pesan Pastoral PGI, juga memberikan rujukan ukuran pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menjalankan mandat ilahi. Karena itu, PGI meyakini proses memilih pemimpin bangsa tidaklah terlepas dari mandat dan campur tangan Allah. Jadi, ketika memilih seorang presiden, umat disadarkan sedang menjalankan mandat ilahi untuk melahirkan pemimpin yang baik dan bertanggung jawab.
PGI berpesan tentang pemimpin yang baik dan yang layak dipilih haruslah “orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap.”

Pedoman Memilih
PGI menyerukan beberapa hal berikut sebagai pedoman bagi warga gereja untuk memilih, pada Pilpres, 9 Juli 2014, antara lain:

1. Pelajarilah dan cermatilah visi dan misi pasangan calon sebelum Anda menentukan pilihan. Visi dan misi capreslah yang akan menjadi kerangka kerja pasangan calon jika terpilih. Berikan penilaian dan kritisi apakah visi dan misi itu dapat dilakukan atau hanya sekedar “mimpi” untuk mempengaruhi suara hati. Bandingkan juga visi dan misi tersebut dengan “ideologi” masing-masing partai pendukungnya, agar bisa mengukur derajat kesungguhan bangunan koalisi partai pengusung dan tidak terjebak memilih “kucing dalam karung”.

2. Pemimpin yang baik biasanya lahir melalui sebuah proses yang baik dan alamiah. Proses ini diyakini membentuk karakter dan akan mempengaruhi kinerja kepemimpinan. Proses yang baik akan menentukan orientasi kepemimpinan, apakah berorientasi “kekuasaan” atau “kepentingan rakyat.” Pelajari rekam jejak para calon, apakah mereka memang selama ini berjuang demi rakyat dan sungguh-sungguh menghargai harkat dan martabat manusia.

3. Pasangan calon dipilih dalam satu paket mesti saling melengkapi sebagai calon presiden dan calon wakil presiden. Nilailah dan cermatilah, apakah pasangan itu memang betul-betul pasangan yang harmonis dan bisa saling melengkapi dalam tugas dan pekerjaannya atau tidak!

4. Pasangan calon diusung oleh gabungan partai politik dan jangan hanya dilihat sebagai sebuah syarat keikutsertaan dalam pilpres semata. Peran partai pendukung akan mempengaruhi proses kepemimpinan ke depan. Maka cermatilah “ideologi” partai-partai pengusung, rekam jejak mereka di masa lalu, kelompok organisasi sayap pendukung apa yang ada di dalamnya, siapa saja tokoh utama yang berpengaruh terhadap partai tersebut, apakah partai-partai itu bersih dan tidak terlibat korupsi.  Perhatikan juga apakah bangunan koalisi partai itu bersifat transaksional atau memang sungguh-sungguh untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.

5. Waspadai kampanye jahat (bad campaign) yang hanya bertujuan menjelek-jelekkan calon tertentu dan memuji calon yang lain. Jangan memilih berdasarkan Suku Agama dan Ras (SARA). Jangan terpengaruh dan terprovokasi serta ikut serta melakukannya. Model kampanye yang menyinggung isu SARA sudah pasti mencederai demokrasi dalam pemilu dan merusak bangunan kebangsaan kita. Pemilu harus menjadi ajang mencari pemimpin yang mampu menjaga tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 45.

6. Warga gereja dianjurkan terlibat aktif dalam pengawasan pemilu, untuk memastikan proses dan hasil pemilu baik dan berintegritas dengan cara melaporkan pelanggaran kepada pihak yang berwajib, termasuk para pelaku kampanye jahat. Proses pemilu ini dapat berlangsung secara damai, tertib dan aman.

7. Gereja sebagai institusi tidak dalam posisi mendukung atau menolak salah satu pasangan calon. Gereja tidak berpolitik praktis. Gereja adalah bagian dari politik moral, bukan politik dukung-mendukung. Gereja jangan menjadi arena kampanye pemenangan salah satu pasangan calon, agar tidak terjadi konflik di antara jemaat dan memicu hal-hal jahat lainnya. Gereja harus tetap suci, dan tidak boleh dikotori oleh kepentingan-kepentingan politik tertentu! (pgi.or.id)

Minggu, 20 Oktober 2013

Mustika Kelapa Nias Tanoniha



MISTERI MUSTIKA KELAPA

Koleksiku Mustika Kelapa dari pulau Nias terlihat sangat menawan terselip di jari manisku (tampak pada gambar sebelah kiri)

Batu mustika kelapa yang mirip dengan kentos kelapa berukuran mini banyak dibahas di Google dengan topik Mustika Kelapa . Topik ini sangat menarik untuk diangkat mengingat akhir-akhir ini banyak orang berkeliaran  menawarkan batu  mustika kelapa tersebut. Embel-embel ceritanya sangat beragam, ada yang konon didapat berkat petunjuk dalam mimpi, ada yang warisan dari kakek atau ayahnya kakek, ada yang  dapat beli dari seorang tua yang kebetulan berpapasan di jalan, dan bahkan ada yang langsung nyomot sendiri dari dalam kelapa yang dibelah. Kalau kita simak artikel-artikel di Google, harga yang dipatok untuk sebutir mustika kelapa berkisar dari  mulai Rp 2 juta , Rp 5 juta , Rp 20 juta , Rp 32 juta , dan bahkan sampai Rp 350 juta ( opo ora huebaat - - - ya ! ). Khasiatnya konon untuk membuat makanan tidak basi/ busuk sehingga sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh para pebisnis catering.
Sehubungan dengan batu mustika kelapa tersebut, beberapa hari yang lalu, secara berturut-turut, mang Okim kedatangan dua grup tamu . Grup pertama minta dibuatkan sertifikat , dan grup kedua memperkenalkannya  ke mang Okim. Untuk grup pertama, alhamdulilah tidak ada masalah, tetapi untuk grup kedua, mang Okim dibikin terheran-heran karena mereka membawa sebutir kelapa betulan yang telah dibelah. Kelapa tersebut yang tampaknya baru dikeluarkan dari kulkas, mengandung sebutir mustika kelapa  yang tertanam di bagian matanya ( gambar 1 ). Tamu mang Okim membawa juga 2 butir mustika kelapa dan 2 butir mustika buah pala.  Dengan alasan untuk ditunjukkan kepada para peminat, maka mang Okim  mendapatkan izin untuk memotretnya.















Mustika kelapa asli ataukah rekayasa ?
Tadinya mang Okim mengira bahwa batu mustika kelapa yang warnanya putih seperti susu itu ( gambar 2 ) adalah milky quartz ( SiO2 ) yang kekerasannya 7 skala Mohs dan berat jenisnya sekitar 2,65. Tetapi hasil pemeriksaan mang Okim menunjukkan nilai kekerasan kurang dari 4 skala Mohs , dan  berat jenis 2,84 . Yang lebih mengherankan lagi, mustika kelapa tersebut bereaksi dengan asam HCl. Dengan demikian maka tak terbantahkan lagi bahwa batu mustika kelapa tersebut adalah sejenis batuan karbonat  ( CaCO3 ). Pertanyaannya kini, apakah mungkin bahwa mustika kelapa tersebut tumbuh dalam air kelapa yang tersusun dari air 95,5 % , nitrogen 0,05 %, asam fosfat 0,56 %, kalium 0,25 %, kalsium oksida 0,69 %, magnesium oksida 0,59 %, dan sedikit besi dan gula ? Tentunya hal ini sangat tepat kalau dijawab oleh ahli kimia.
Selain dari hal di atas, pada gambar 3 terlihat bagaimana kentos kelapa yang kekerasannya sekitar 3 skala Mohs itu , dengan dinding yang mengandung jalur-jalur vertical,  tertanam dalam daging kelapa yang begitu lunak. Bagaimana ceritanya sampai tercipta jalur-jalur tersebut ?  Untuk mengobati rasa penasaran, mang Okim periksa jalur-jalur tersebut dengan loupe 10 x, demikian juga bagian permukaan yang halus. Disinilah mang Okim lihat garis-garis pengerjaan gurinda dan ampelas yang khas. Dengan bukti-bukti ini maka yakinlah mang Okim bahwa batu mustika kelapa tersebut adalah karya seni dari seorang seniman batu. Apakah bukti ini dapat men-generalisir bahwa seluruh batu mustika kelapa yang beredar di Indonesia adalah hasil rekayasa ?  Tentunya bukan itulah maksud mang Okim mengangkat kisah ini karena konon menurut cerita, ada juga batu mustika kelapa beneran di Pulau Nias, Sumatera Barat, dan di beberapa tempat lainnya ( perlu dibuktikan ).
Sebagai penutup mang Okim berharap semoga kisah ini dapat menambah wawasan rekan-rekan Gem-Lovers sehingga akan lebih waspada kalau mendapatkan tawaran batu mustika kelapa. Bagi yang kantongnya tebal seperti bang Gayus, tentulah tak ada masalah , tetapi bagi yang kantongnya pas-pasan - - - pastilah akan menyesal.
Salam cinta batumulia,

LAMPIRAN GAMBAR :

















Gambar 1: Batu mustika kelapa yang masih nempel di daging kelapanya.
















Gambar 2 : Inilah yang disebut batu mustika kelapa dengan pentil di bagian atas dan jalur vertical di bagian samping.
















Gambar 3 : Batu mustika kelapa yang masih nempel dalam daging kelapanya ( di bagian mata kelapa ). Perhatikan hubungan jalur-jalur vertical dari mustika kelapa yang keras dan daging kelapa yang lunak.

Beberapa koleksiku yg aku banggakan:













 Batu Opal atau Kalimaya

Lemon Quartz


 








 


Bacan

Jumat, 04 Oktober 2013

BABAE Kuliner Unggul di Hilisataro Nias Selatan

 Babae adalah kuliner yang sudah langka dan sudah jarang dapat di temui. KOMPAS.com/ Hendrik Halawa (Babae dengan telur yg di hidangkan)

NIAS SELATAN, KOMPAS.com - Indonesia memiliki beragam tempat-tempat kuliner, wisata, seni dan budaya serta ribuan tradisi yang perlu untuk dijaga dan dilestarikan.

Bali, Mataram, Minahasa, Batak, Papua, Ambon, Betawi, Sunda, Padang, Karo, Lombok, Aceh, dan begitu juga Nias Selatan yang memiliki banyak ragam tradisi.

Dari setiap daerah yang memiliki kuliner masing-masing, terlebih kuliner yang sudah lama dan sempat terlupakan, apalagi untuk generasi sekarang. Kini salah satu kuliner yang mulai langka itu kembali dihadirkan di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.


KOMPAS.com/ HENDRIK YANTO HALAWA Ibu-ibu sedang mengelupas fakhe niha dari kulit ari
Adalah masyarakat di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, yang kembali memunculkan makanan tradisional di mana dahulu digunakan untuk pesta-pesta adat maupun untuk pertunangan bagi yang akan memasuki jenjang pernikahan.

Kuliner tradisional tersebut dinamai "babae". Nama babae mungkin terasa asing di telinga kita, namun tidak bagi masyarakat Kabupaten Nias Selatan. Bahannya terdiri dari sejenis kacang-kacangan atau masyarakat setempat menyebutnya fakhe niha.

Menurut Sidi Adil Harita, S.Sos kepada Kompas.com bahwa salah satu kuliner tradisional Nias Selatan ini, yaitu babae, dahulu hanya dapat disuguhkan pada acara adat tertentu atau seperti saat pemberian nama anak yang baru lahir maupun pada pesta perkawinan.

KOMPAS.com/ HENDRIK YANTO HALAWA Babae yang telah di campur dengan telur rebus
"Kebiasaan masyarakat membuat ini setelah panen sebagai tanda gembira dan suka cita bahwa panen sangat melimpah. Cara membuatnya, dahulu biji fakhe niha ini direndam selama satu malam agar kulit arinya dapat dengan mudah terkelupas. Kemudian isi dari kulit ari tersebut dijemur hingga kering dan disimpan dalam sebuah botol pada zaman dahulu. Konon jika fakhe niha ini telah kering benar dapat bertahan hingga dua puluh tahun," papar Sidi.

Cara menanaknya pun hampir sama dengan menanak nasi sebagaimana biasanya. Hanya saja babae ini ditanak dengan menggunakan gerabah yang berasal dari tanah liat. Namun alat ini pun sangat sulit ditemui saat ini, hanya beberapa saja yang masih menyimpannya.

Setelah fakhe niha ini dianggap sudah kering benar, fakhe niha direbus hingga lunak kemudian ditumbuk halus dengan menggunakan tempat menumbuk padi. Setelah masak dicampurkan santan kelapa selama 30 menit.

KOMPAS.com/ HENDRIK YANTO HALAWA Babae yang telah ditanak (Nasi Adat "Fakhe Nifalogu")
Selama proses menanak babae ini, kondisi api juga perlu diperhatikan karena nyala api harus stabil agar masakan tetap wangi juga dan tidak gosong. Konon jika cara menanaknya benar maka aromanya dapat tercium sejauh 300 meter.

Kini babae di Nias Selatan dihidangkan ketika meminang seseorang gadis. Jika babae dicicipi oleh yang dilamar menandakan bahwa lamaran diterima.hahaha....

Senin, 23 September 2013

Walikota Gunungsitoli Nias Tanoniha Gowes Onthel

Pemanasan Global 
Walikota Kampanye "'Go Green'" dengan Onthel

gowes 3 
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mengurangi percepatan proses pemanasan global, Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase mengimbau PNS untuk menggunakan sepeda pada hari Jumat.
Pencanangan bersepeda bagi PNS Pemko Gunungsitoli ini ditandai dengan pelepasan peserta sepeda santai pada, Jumat (13/9), di Kantor Wali Kota Gunungsitoli. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dari PNS, komunitas sepeda dan masyarakat, serta unsur muspika.
“Kegiatan ini merupakan program pemerintah untuk mengurangi pemanasan global melalui program go green. Dengan bersepeda maka emisi kendaraan bermotor yang menjadi salah satu elemen pemanasan global akan berkurang, “kata Martinus Lase.
Kampanye go green yang kali pertama dilaksanakan di Kepulauan Nias ini, jelas Wali Kota, juga bertujuan untuk mengajak masyarakat menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif, yang bebas polusi dan menyehatkan tubuh, “Saya mengimbau kepada seluruh PNS lingkup Pemko Gunungsitoli untuk menggunakan sepeda pada hari Jumat,” imbuh Wali Kota.
Rute yang dilalui peserta sepeda santai dimulai dari halaman Kantor Wali Kota Gunungsitoli Jalan Pancasila, menuju Jalan Sudirmasn, Jalan Sirao, Jalan Diponegoro, Jalan Pendidikan, Jalan Karet, dan berakhir di Kantor Wali Kota Gunungsitoli.
Hadir sebagai peserta sepeda santai antara lain Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendrato, Sekda Kota Gunungsitoli Edison Ziliwu, Ketua DPRD Gunungsitoli Sowa’a Laoli, Wakapolres Nias Kompol Usdek Sebayang dan Dandim 0213 Nias Letkol (Inf) Lekso Sukmono. [SAN sumber NiasPost]

Kenali Type Ukuran Sepeda Anda, Lewat Frame

22,24,26 APA BEDANYA ?

Dalam pergaulan di dunia sepeda tua sering terdengar onthelis2 menyebutkan angka 22, 24, 26 untuk ukuran sepeda. Sebenarnya apa sih yang mendasari sebutan angka-angka tersebut ?
Berikut ada sedikit cupilkan materi yang diambil dari sebuah buku tua , semoga bisa menjadi pembahasan bagi rekan2 onthelis semua dengan harapan yang belum ngerti jadi ngerti yang sudah ngerti jadi tambah pintar dan berbaik hati untuk berbagi ilmunya.
Dibawah ini ada contoh skema frame/kerangka sepeda dari sebuah merk dan  gambar berikutnya adalah ukuran bagian2 frame yang diambil mengacu dari merk BSA.
skema

rumusnya
semua ukuran dalam satuan inchi (“)
untuk keterangan GARPU (G)
- Diameter dari as garpu = 28″ (sama dengan diameter roda)
- lebar jeda dua garpu 3 9/6 “
- Jarak lengkung garpu diukur dari as = 2 7/8″
Sudut jarak (derajat)
- antara D dan C = 67 derajat
- antara C dan F = 62 derajat
- antara C dan B = 68 derajat
Ukuran ini standar teladan Eropa – Standar B.S.A
Dari gambar di atas (lihat huruf C) ternyata ukuran 22,24,26 adalah ukuran panjang atau tinggi pipa dibawah sadel (seat tube), bukan ukuran pipa depan atau head tube (lihat huruf A). Memang banyak teman2 yang dengan melihat sekilas tabung depan (huruf A) bisa menentukan/menebak sepeda ukuran 22,24 dan 26, karena ukuran pipa huruf A akan berbanding lurus dengan seat tube, makin panjang/tinggi seat tube makin panjang/tinggi juga pipa depan demi menjaga proporsional frame sepeda.
Sekali lagi tabel di atas mengacu pada merk BSA, sedangkan untuk merk dan pabrikan lain memiliki format yang berbeda, namun untuk ukuran 22,24 dan 26 bisa dibilang menjadi standar ukuran sepeda .
Mohon masukan dr rekan2 sekalian untuk artikel yang sederhana ini.
ayo yg ini ukuran berapa ? :D :D
Yup…!!! 65cm atau 26 inch
thanx to :
Kang Fahmi KOSTI buat artikelnya & Kang Firman PSBB utk foto2 sepeda 26″ nya.

Rabu, 11 September 2013

Raleigh Sepeda Onthel Yang Mumpuni

 Koleksiku Raleigh dames Serie RD12800




http://2.bp.blogspot.com/-DO17kZFfBp4/UjA2RTLuB7I/AAAAAAAAAMk/E-yCfWTymfA/s310/GL%2Bdengan%2BOnthel.jpg



 




Koleksiku Raleigh Dames serie RD12800

Raleigh merupakan salah satu produsen sepeda tertua di dunia yang berbasis di Nottingham, Inggris. Produsen sepeda ini terbilang unggul, baik dari teknologi maupun ekonomi. Dari segi teknologi, sepeda Raleigh lebih maju dibanding sepeda pesaingnya. Raleigh awalnya memperkenalkan slogan The All Steel Bicycle yang artinya semua logam yang digunakan pada sepeda Raleigh memakai baja. Bahan baja ini untuk membedakan sepeda Raleigh dengan pesaingnya yang biasanya menggunakan cor besi pada bagian penting. Cor besi ini adalah teknologi rendah yang hasilnya lebih kasar. Dari sisi strategi marketing maupun ekonomi tergolong mumpuni dengan mengambil alih beberapa produsen sepeda. Alhasil, Raleigh pun menjelma menjadi raksasa industri sepeda kelas dunia.
Sejarah Raleigh berawal pada 1887, di Raleigh Street, Nottingham. Perusahaan ini didirikan oleh Frank Bowden. Awalnya ia membeli sepeda yang dibuat oleh tiga orang yaitu Woodhead, Angois dan Ellis. Di tahun 1888, Bowden mendirikan The Raleigh Cycle Corp. Dalam perjalanannya, perusahaan sepeda ini tumbuh pesat, namun oleh Frank Bowden, perusahaan Raleigh dijual dengan mendapatkan keuntungan berkisar antara £ 100.000 (setara dengan sekitar 5 juta poundsterling).
Di tahun 1902, roda gigi merk Sturmey Archer ditambahkan pada sepeda produk Raleigh. Pada 1908 perusahaan ini dibeli kembali oleh Bowden, ia pun menangani perusahaan Raleigh dengan serius. Alhasil, diawal 1920-an, Raleigh menjelma menjadi produsen sepeda terbesar di dunia. Raleigh mampu menghasilkan 100.000 sepeda onthel, 250.000 15.000 hub roda gigi sepeda motor dan 50.000 sepeda motor gearbox.
Ketika terjadi krisis ekonomi di Eropa pada dekade 1930-an, Raleigh mampu selamat dari tekanan yang hebat. Hal ini disebabkan oleh adanya siklus Humber pada tahun 1932 dan tahun berikutnya mulai memproduksi sebuah mobil beroda tiga. Di tahun 1934, Raleigh kembali menjadi perusahaan publik dengan nama Raleigh Cycle Holdings Ltd, yang menerbitkan saham lebih dari £ 2 juta (= sekitar £ 65 hari). Di tahun 1938, produksi sepeda Raleigh menjadi hampir 500.000 unit pertahun. Raleigh pun menghentikan produk sepeda motor dan mobil.
Selama Perang Dunia Kedua pada 1939 hingga 1945, Raleigh berkonsentrasi pada pabriknya. Dalam rentang itu, diluncurkan pula sepeda Robin Hood. Tak hanya itu, Raleigh juga mengakuisisi Rudge Whitworth.
Setelah perang usai, meskipun kekurangan bahan baku berupa baja, siklus produksi Raleigh tetap meningkat pesat. Ini dibuktikan dengan produksi sepedanya di tahun 1949 telah mencapai sekitar 750.000 unit sepeda yang sebagian besar untuk diekspor ke berbagai negara.
Pada tahun 1958, Raleigh Industries memproduksi sepeda bermesin (moped), pun kemudian meluncurkan skuter. Hebatnya lagi selama periode ini, Raleigh Industries mengakuisisi dua perusahaan yang menjadi saingan utamanya yaitu Triumph dan Three Spires pada tahun 1954. Di tahun 1957, Raleigh pun mengambil alih BSA (termasuk New Hudson dan Sunbeam).
Dalam perkembangan selanjutnya, Raleigh Industries kemudian diambil alih oleh Tube Investments (TI), yang dimiliki British Cycle Corporation (BCC) yang menangani perusahaan Phillips, Hercules, Norman dan Sun. Dampak dari merger ini adalah penjualan sepeda Raleigh semakin berkurang pada tahun 1950.
Pada bulan Oktober 1960, perjanjian lisensi disusun sehingga Raleigh memungkinkan untuk membuat produk baru antara lain roda-kecil, unisex dan dual-suspensi sepeda Moulton. Di bulan Maret 1964, Raleigh memperkenalkan prototype Moulton bicycle RSW16: sebuah sepeda roda kecil unsprung yang baik, lebih kuat dan lebih murah. Sepeda ini dijual melalui dealer-dealer resmi Raleigh. Pada tahun 1968, Raleigh memperkenalkan sepeda H-frame beroda kecil yang menjadi produk dengan penjualan terbesar dan tetap akan diproduksi sampai 16 tahun kemudian.
Ragam Model Sepeda Raleigh
Berdasar katalog Raleigh keluaran 1911 ada sekitar 400,000 unit sepeda Raleigh yang diekspor keberbagai negara yang diikuti dengan daftar negara pengimport, menarik dari daftar itu ada West Indies dan Java, selain itu ada beberapa negara yaitu Holland, France, China, India dan lain sebagainya.
Sepeda Raleigh yang diproduksi di tahun 1911 memiliki 10 model yaitu :
1. Model Superbe Raleigh
2. Special Raleigh
3. The Raleigh Tandem
4. First Grade Raleigh
5. Standar 3-Speed Raleigh
6. All-Weather Raleigh
7. Raleigh Racer
8. Featherweight Raleigh
9. Popular Raleigh
10. Boys dan Girls Raleigh
Raleigh Tua Model Tourist
Sepeda Raleigh tua model tourist yang diproduksi sebelum tahun 1940 – an , dapat dilihat dari ciri sistem rem karet yang berbeda dengan sistem rem karet pada Raleigh Touris yang lebih muda. Raleigh Tourist tua bentuk U untuk pegangan karet rem berbeda, selain itu, keni yang lurus tanpa koekan , tak ada tonjolan untuk tempat pompa . Tak hanya itu, perbedaannya pun terdapat pada garpu depan bagian dalam, ada dua tonjolan yang dikiri kanan bagian atas garpu sebelah dalam serta model holder sepatu karet rem yg agak memanjang berbeda dengan holder sepatu rem karet pada Raleigh Tourist yang dibuat setelah tahun 1940- an.
Operan perseneling yang dipasang pada Raleigh model Tourist tua era 1920 – an , bahan tutup pasangan tromol perseneling tidak terbuat dari plat besi tapi berbahan dural atau alluminium yang dicampur timah hitam. Sedang tulisan Sturmey Archer terpahat didalamnya.
Disamping itu, spakbord belakang Raleigh Tourist tua pada bagian tengahnya tidak di baut ke bagian koneksi penahan sapit urang belakang seperti umumnya sepeda raleigh yg keluar belakangan , namun sistemnya memakai jepitan dari plat tipis berbentuk U yg sifatnya seperti pegas. Bila akan melepas spakbord belakang harus menekan plat tipis berbentuk U tersebut agak kedalam dan mengeluarkan nog- nya dari pipa penahan garpu belakang . Pun, stang Raleigh Tourist tua bentuknya berbeda dengan Raleigh Tourist yang lebih muda. Bentuk holder handel stang Raleigh Tourist tua menyatu dengan body stang dan tidak di baut seperti stang model Raleigh Tourist yang berikutnya.
Istimewanya lagi, Raleigh Tourist tua memiliki tuas kecil (gondel) di sebelah kanan untuk mengunci stang agar posisinya terkunci mati sehingga tidak bisa belok ke kiri atau kanan saat di kendarai, atau juga bisa lepas tangan, saat tangan digunakan untuk keperluan lain seperti membidik senapan saat mengejar penjahat atau untuk hal-hal lainnya. Fungsi gondel lainnya adalah untuk memarkir sepeda agar posisinya lurus . Gondel atau tuas kecil ini menghilang setelah Raleigh model Tourist yang lebih muda muncul. (Oldbike In History, diolah dari beragam sumber.

Sejarah The Raleigh menawarkan Sepeda Onthel yang sangat baik dalam sejarah siklus manufaktur di Great Britain.
Sebuah sepeda paling nyaman untuk di gunakan secara teratur. Catatan komprehensif nomor frame Raleigh merupakan faktor yang sangat berguna.
Daftar di bawah ini telah digunakan selama bertahun-tahun, ketika membeli sepeda vintage, yang perlu diingat adalah perusahaan yang masih ‘asli’ sebelum diambil alih oleh Raleigh:
  • Humber 1932
  • Rudge-Whitworth 1943
  • Triumph 1954
  • Three Spires 1954
  • BSA, New Hudson, Sunbeam 1957
  • Phillips 1960
  • Hercules 1960
  • Norman 1960

Sepeda Raleigh sekitar tahun 1977. Perhatikan dominasi sepeda dengan roda-roda kecil yang dominan

Sejarah Sepeda Raleigh

1900 Raleigh Cross Frame
1866 – Raleigh Street, Nottingham, berawal dari sebuah bengkel kecil yang pada tahun 1886 mulai memproduksi-frame sepeda keamanan.
Frank Bowden, seorang pengacara sukses dan dikonversi untuk bersepeda, membeli perusahaan pada tahun 1887 dan pada Desember 1888 mendirikan The Raleigh Cycle Corp.
Perusahaan ini tumbuh pesat dalam beberapa tahun kemudian Frank Bowden menjualnya dengan mendapatkan keuntungan berkisar antara £ 100.000 (setara dengan sekitar 5 juta poundsterling).
1902 – Pada tahun 1902, roda gigi merk Sturmey Archer ditambahkan untuk produk Raleigh.
1908 – Enam tahun kemudian, Bowden membeli kembali Raleigh.
1920 – Pada awal 1920-an, Raleigh adalah pemimpin dunia, mampu menghasilkan 100.000 sepeda onthel, 250.000 15.000 hub roda gigi sepeda motor dan 50.000 sepeda motor gearbox.
Raleigh selamat dari tekanan yang hebat. Ini diperoleh karena siklus Humber pada tahun 1932 dan tahun berikutnya mulai memproduksi sebuah mobil beroda tiga.
1934 – Pada tahun 1934 Raleigh kembali ke status perusahaan publik, sebagai Raleigh Cycle Holdings Ltd, dengan menerbitkan saham lebih dari £ 2 juta (= sekitar £ 65 hari).
1938 – Pada 1938, produksi sepeda telah tumbuh menjadi hampir 500.000 unit per tahun dan perusahaan telah berhenti membuat sepeda motor dan mobil.
1938-1945 – Selama Perang Dunia Kedua (1939-1945), Raleigh berkonsentrasi pada pabriknya. Nama rentang itu, diluncurkan pula pada tahun 1938 sebagai Gazelle, berubah menjadi Robin Hood. Dan Raleigh mengakuisisi Rudge-Whitworth.
1949 – Setelah perang, walaupun kekurangan bahan baku berupa baja, siklus produksi Raleigh tetap meningkat pesat. Itu dibuktikan dengan produksi pada tahun 1949 telah mencapai sekitar 750.000, yang sebagian besar  untuk diekspor.
1958 – Pada tahun 1958 Raleigh company memproduksi moped dan kemudian meluncurkan skuter. Lebih hebatnya lagi selama periode ini Raleigh mengakuisisi dua kelompok saingan utama yaitu : Triumph dan Three Spires pada tahun 1954, dan BSA (termasuk New Hudson dan Sunbeam) pada tahun 1957.
Raleigh sendiri kemudian diambil alih oleh Tube Investments (TI), yang dimiliki Inggris Phillips Siklus Corporation, Hercules, Norman dan Sun. Dampak dari merger ini adalah penjualan sepeda Raleigh semakin berkurang pada tahun 1950.
1960 – Pada bulan Oktober 1960, perjanjian lisensi disusun Raleigh memungkinkan untuk membuat produk baru antara lain roda-kecil, unisex dan dual-suspensi sepeda Moulton.
1964 – Pada bulan Maret 1964, Raleigh menunjukkan Moulton bicycle prototipe RSW16: sebuah roda sepeda kecil un-sprung dengan baik, lebih kuat dan lebih murah dan dijual melalui dealer-dealer Raleigh.
1968 – Pada tahun 1968, Raleigh memperkenalkan H-frame-roda kecil dan ditakdirkan untuk menjadi produk dengan penjualan terbesar dan tetap akan diproduksi sampai 16 tahun.
Raleigh Nottingham itu selama beberapa dekade menjadi produsen sepeda terkemuka dunia. Berikut adalah beberapa poin dari satu abad pembuatan sepeda di Religh Industries :
  • 1886 – Tiga Inggris – Woodhead, Angois dan Ellis – mulai membangun sepeda di sebuah bengkel kecil di Raleigh Street, Nottingham.
  • 1887 – Alfred Milward Reynolds menciptakan proses menyeruduk (tabung).
  • 1887 – Perusahaan Siklus Raleigh – Street Russell.
  • 1888 – Frank Bowden membeli kembali Woodhead / Angois / Ellis sepeda lokakarya di Raleigh Street dan mengganti nama itu dengan Raleigh Siklus Perusahaan. Pada titik ini ada sekitar selusin karyawan dan produksi tinggi roda tiga minggu.
  • 1889 – Reynolds mendirikan yang paten sela Tube Perusahaan.
  • 1895 – Inggris pialang saham pengendali Terah Hooley membeli bunga di Raleigh.
  • 1896 – Fred Hanstock membangun sepeda pertama Carlton di Carlton, Inggris.
  • 1896 – Raleigh memiliki sepeda terbesar di dunia pabrik, menempati 7 1 / 2 hektar. Ada sekitar 850 karyawan dan produksi sebesar 30.000 unit per tahun.
  • 1900 – ‘The Steel-Sepeda Semua’.
  • 1902 – Sturmey-Archer dibeli oleh Religh.
  • 1904 – Raleignette.
  • 1905 – Motor Siklus diproduksi.
  • 1906 – Robin Hood Siklus Co Ltd yang diakuisisi.
  • 1914 – Lebih dari 50.000 siklus dihasilkan.
  • 1914-1918 – bagian 400 Juta untuk Bersenjata (mesiu).
  • 1920 – The Nottingham presswork diperoleh.
  • 1921 – Sir Frank Bowden meninggal.
  • 1921 – Produksi Sepeda Motor kembali.
  • 1923 – paten sela Tube Nama perusahaan diubah menjadi Perusahaan Reynolds Tube, Ltd
  • 1925 – meningkat menjadi 20 hektar.
  • 1928 – 114.072 siklus diproduksi.
  • 1931 – HO membuka Lenton Boulevard.
  • 1930 – bergerak pabrik sepeda Carlton untuk fasilitas yang lebih besar di Worksop, Inggris.
  • 1931-1936 – Keselamatan Tujuh Mobil.
  • 1932 – Raleigh membeli Humber Siklus.
  • 1934 – Raleigh Industries Ltd
  • 1935 – 1531 – Reynolds mangan-molibdenum (“mang-moly”) tubing dikembangkan.
  • 1936 Motorised produksi berhenti.
  • 1937 – Penemuan dari Sturmey-Archer Dynohub.
  • 1938 – Raleighs pertama diekspor ke Kanada.
  • 1939 – 409.479 siklus diproduksi.
  • 1939-1945 – WW2 Mesiu produksi.
  • 1943 – Raleigh membeli Rudge-Whitworth.
  • 1943 – Pembayaran bertahap (Nottm Ltd) yang diperoleh.
  • 1946 – Pabrik meningkat menjadi 28 hektar – 5.000 Karyawan.
  • 1946 – ‘roda tiga Winkle’ – pertama rentang mainan.
  • 1947-1948 – Boston USA Plant-Ral. Ind. of America Inc. Ind of America Inc
  • 1949 – Raleigh Industries India Ltd
  • 1950 – Raleigh Industries Ltd Afrika Selatan
  • 1951 – 1.010.077 Siklus diproduksi.
  • 1952 – Duke of Edinburgh terbuka Pabrik Baru – Sekarang 40 hektar, 7.000 Karyawan.
  • 1953 – Raleigh membeli Siklus Perusahaan Triumph.
  • 1955 – Siklus Raleigh Industries Ltd Kanada
  • 1957 – Raleigh membeli BSA (Birmingham Small Arms).
  • 1958 –Pertama moped diproduksi (Raleigh Mo-PED, kemudian dikenal sebagai RM1).
  • 1960 – Raleigh dan Investasi Tube Group (alias TI) bergabung, membentuk TI Raleigh.
  • 1965 – RSW 16
  • 1967 – Moulton Siklus diakuisisi.
  • 1967 – Cox dari Watford diperoleh.
  • 1968 – Ratu Elizabeth II dilihat Raleigh.
  • 1969 – Dreamline berbagai mendorong kereta bayi / Pushchairs.
  • 1970 – Chopper (Inggris)
  • 1970 – Produksi berhenti bermotor produk.

1900 Raleigh Cross Frame
***
Menentukan Umur Raleigh
Sebelum 1925, Raleigh asli (bukan nama merk yang dibuat oleh Raleigh) memiliki nomor rangka numerik langsung. Awal tahun telah diperkirakan oleh Perusahaan. (Info from the Nottinghamshire Archives) (Info dari Arsip Nottinghamshire).
Tampaknya Raleigh mendaur ulang banyak dari nomor seri yang lebih tua di tahun kemudian, sehingga ada banyak sepeda dari tahun 60-an dan 70-an yang memiliki nomor seri yang akan mendapatkan usia lebih tua :
  • 1888: 1500
  • 1889: 3200
  • 1890: 5200
  • 1891: 7600
  • 1892: 10500
  • 1893: 13900
  • 1894: 19100
  • 1895: 25300
  • 1896: 32100
  • 1897: 39913
  • 1898: 45981
  • 1899: 54032
  • 1900: 65152
  • 1900: 69868
  • 1901: 77342
  • 1902: 89622
  • 1903: 102.954
  • 1904: 112.673
  • 1905: 129.228
  • 1906: 154.917
  • 1907: 183.073
  • 1908: 215.650
  • 1909: 249.081
  • 1910: 285.669
  • 1911: 328.748
  • 1912: 375.693
  • 1913: 427.829
  • 1914: 482.851
  • 1915: 517.198
  • 1916: 545.198
  • 1917: 569.737
  • 1918: 592.473
  • 1919: 621.678
  • 1920: 654.502
  • 1921: 688.291
  • 1922: 738.447
  • 1923: 809.184
  • 1924: 899.465
  • 1925: 998.077
  • 1925-Perang Dunia Kedua
Antara 1925 dan penghentian siklus produksi selama Perang Dunia Kedua, surat sufiks dan prefiks nomor frame berjalan, meskipun tidak ada indikasi yang diberikan dari titik awal nomor. Mereka tampaknya hanya memperlihatkan jumlah sepeda yang diproduksi dan huruf  mulai digunakan. Semua tanggal akan dapat diperkiraan. (Info dari Arsip Nottinghamshire)
  • 1925: A1
  • 1925: B34181
  • 1926-1927: B56536
  • 1929: E15693
  • 1930: G94785
  • 1933: L84682
  • 1934: T93945
  • 1934: U14540
  • 1935: W71147
  • 1936: W93161
  • 1937: Y184552
  • Post Second World War – 1955 Pasca Perang Dunia II – 1955
Setelah perang, Raleigh mulai menambahkan huruf setelah nomor urut berjalan yang diulang ketika sebuah surat baru digunakan. (Info dari Arsip Nottinghamshire)
  • 1947: 437.689 P
  • 1948: 556.894 P
  • 1949: 695.051 P
  • 1951: 151.179 T
  • 1952: 236.530 T
  • 1953: 367.369 T
  • 1954: 566.722 T
  • 1955: 747.951 T
  • 1956: 852.312 T
  • 1957: 872.584 T
  • 1955 – 1966
Sistem penomoran baru diperkenalkan pada tahun 1955 ditambah dengan yang pertama, yang dimulai pada awal alfabet :
  • 1956: 23839 A
  • 1957: 27227 AB
  • 1958: 17910 AD
  • 1960: 27273 AE
  • 1961: 13126 AF
  • 1965 / 6: 40814 FD
  • 1966: 64521 FE
Catatan: Beberapa di tahun 60 straight-gauge pertengahan frame 531 memiliki nomor seri yang diawali dengan huruf tunggal yang menjelang akhir alfabet.
1967 – 1973
Namun sistem lain jumlah diperkenalkan pada tahun 1966. Sistem baru ini diterapkan ke high-end (yaitu Reynolds 531) frame dan melibatkan menempatkan karakter di awal nomor seri. karakter dimulai pada awal abjad, dan menunjukkan tahun pembuatan. Detail tentang angka yang mengikuti alfabet yang jelas dan nomor seri berurut mungkin dari beberapa jenis.
  • 1966: A, diikuti oleh empat angka
  • 1967: B, diikuti oleh empat angka
  • 1968: C, diikuti oleh empat angka
  • 1969: D, diikuti oleh empat angka
  • 1970: E, diikuti oleh empat angka
  • 1971: F, diikuti oleh empat angka
  • 1972: G, diikuti oleh empat angka
  • 1973: H, diikuti oleh empat angka
Catatan: Meskipun skema penomoran ini umumnya benar, mungkin ada beberapa menggunakan crossover di awal / akhir setiap tahun (misalnya “G” nomor seri mungkin telah dibangun menjadi sebuah sepeda pada tahun 1973, tetapi frame mungkin memiliki dibangun pada tahun 1972).
***
Teks di atas diambil dari yang lengkap dan diperbarui versi makalah yang ditulis oleh Tony Hadland pada bulan Juni 2000 untuk Sejarah Siklus Konferensi Internasional 11 diadakan di Osaka pada Agustus 2000.
***
Courtesy : ntlworld.com
Translator/Editor/Forwarder : SpedaOntel.wordpress.com

 SEPEDA RALEIGH DAMES MADE IN ENGLAND

SEPEDA RALEIGH DAMES MADE IN ENGLAND

SEPEDA RALEIGH DAMES TROMOL VERSNELENG

STIR ORI RALEIGH, LAMPU RUHLA-DDR

DUDUKAN LAMPU ORI, DIPIPA STIR ADA LAMBANG ORANG TUA DAN DIBAGIAN BAWAH-NDAK TERLIHAT MASUK KE DALAM PIPA ADA TULISAN RALEIGH INDUSTRI

EMBLEM ORI, FORK DAN SLEBOR JUGA ORI
GIR DEPAN ORI RALEIGH, DIENGKOL KAYUHAN ADA TULISAN RALEIGH INDUSTRI

BRAKET KHAS RALEIGH, KATENGKAS ORI, SLEBOR BELAKANG ORI, DIENGKOL KAYUHAN GIR ADA TULISAN RALEIGH INDUSTRI
DINAMO BOSCH KENDI, TROMOL STRUMERY ACHER, VELG DEPAN ARAYA SUSU

TROMOL BELAKANG VERSNELENG STRUMERY ACHER LUBANG 40, VELG BELAKANG ARAYA SUSU, JAGRAK KOBA

STOPAN BELAKANG MODEL KEONG,KUNCI ADA, BONCENGAN ADA, MAHAR 2JT

Phillips, Sepeda Onthel Inggris Yang Top setelah Raleigh


Phillips

Philiips
Inggris memang selalu memunculkan sepeda-sepeda kelas dunia. Sepeda buatan Inggris selalu menjadi panutan bagi produsen sepeda di seluruh jagat raya. Selama ini kita mengenal sepeda merek Raleigh sebagai sepeda terbesar di Inggris. Namun ada salah satu merek sepeda yang terbilang top di Inggris yaitu sepeda merek Phillips. Bahkan Phillips merupakan sepeda terbesar di Inggris setelah Raleigh.
Sejarah sepeda Phillips berawal ketika seorang bernama Walter Phillips membuat sepeda sekitar tahun 1880 di Birmingham, Inggris. Perusahaan sepedanya bernama Phillips Cycles Ltd yang merupakan produsen sepeda Inggris berbasis di Smethwick dekat Birmingham.
Sebenarnya sejarah sepeda Philips dimulai pada awal abad ke 20, kemudian Phillips diambil alih oleh Raleigh Industries sehingga masuk dalam British Cycle Coorporation (BCC) yang menangani beberapa merek sepeda seperti Raleigh, BSA, Phillips, Hercules, Sun, dan lainnya. Sebelum diambil alih oleh Raleigh, selama beberapa tahun Phillips merupakan produsen sepeda terbesar kedua setelah Raleigh. Moto perusahaan Phillips adalah “Terkenal Di Dunia”. Selain itu, Phillips adalah merek sepeda yang digunakan di seluruh dunia, terutama di Cina dan Timur Jauh setelah dilisensi oleh Raleigh Industries.
Perusahaan ini menghasilkan jutaan sepeda yang banyak diekspor keberbagai negara. Phillips pun memproduksi beberapa sepeda bermesin (moped) seperti model Panda dan Gadabout.
Phillips adalah salah satu eksportir sepeda paling top dan sukses di Inggris. Industri sepeda Phillips dinasionalisasi selama perang dunia, dan Phillips membuat sepeda militer untuk kepentingan tentara Inggris. Setelah perang dunia ke dua (WW2) selesai dalam sebuah gerakan nasional guna membayar hutang perang ke Amerika Serikat, industri sepeda Inggris memiliki peran penting dalam membantu pemerintah Inggris untuk melunasi hutang dan membangun perekonomian Inggris setelah perang.
Di Indonesia sepeda Phillips terbilang banyak yang menyukainya. Pasalnya, sepeda ini harganya relatif lebih murah ketimbang merek sepeda lainnya. Konon, Phillips banyak dipunyai oleh kalangan guru, petani, pegawai negeri sipil, dan sebagainya. Ingat sepeda kumbangnya Umar Bakri, Phillips itu merek sepedanya. (Oldbike In History, diolah dari berbagai sumber. Foto koleksi: cyclingnsht, foto iklan sepeda Phillips 1935)
Sumber : FB Oldbike in History

Batavus Sepeda Onthel

Batavus Legendanya Sepeda Kumbang

Batavus
 Foto koleksi : Nederland Infomuseum, pada foto tampak stand pameran sepeda Batavus terbaru di Amsterdam, Belanda 1925)


Januari 1925 di Amsterdam, Belanda sedang diadakan pameran peluncuran sepeda Batavus terbaru. Masyarakat Belanda pun sangat antusias menyambut peluncuran sepeda Batavus itu. Demikian pula halnya Van Moellen, seorang onthelis asal Amsterdam. Moe, biasa ia disapa ketika itu masih muda sangat bersemangat melihat pameran stan sepeda Batavus tersebut. Ketika melihat jejeran sepeda Batavus keluaran teranyar terpampang di stand pameran, Moel pun berdecak kagum. Dalam hati ia berkata “Waah elegan dan gagah benar sepeda Batavus ini, pasti kelak sepeda ini akan menjadi salah satu legenda sepeda Belanda”. Setelah tanya tentang kelebihan sepeda Batavus pada penjaga stand, akhirnya Moel pun membeli satu unit sepeda Batavus tipe heren ukuran 24 inch. “Semoga sepeda Batavus ini mampu saya gunakan secara maksimal dan tak mudah rusak”, kata Moe.
Kini Moell telah berusia senja sekitar 84 tahun, namun sepeda Batavus yang ia beli di tahun 1925 itu tetap tampil kokoh menawan. Menurut Moel meskipun di bawah bayang-bayang nama besar Gazelle, sepeda Batavus banyak digemari oleh masyarakat Belanda maupun masyarakat dunia lainnya. Pasalnya, produsen sepeda ini sangat memperhatikan pembuatan konstruksi dan kinerja sepeda sehingga nyaman saat digunakan. Tak hanya itu, desainnya yang tampil sederhana namun nampak elegan dan tampil lebih bergaya alias modis. “Bahan framenya pun terkenal kuat dan tahan lama serta mudah perawatannya, harganya pun lebih murah ketimbang sepeda merek Gazelle. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan orang untuk membelinya”, jelas Moe.
Menurut catatan sejarah, pabrik Batavus didirikan oleh Andries Gaastra yang berlokasi di di Friesland Heerenveen, Belanda 1909. Awalnya Gaastra memulai usahanya sebagai pedagang jam tangan dan mesin jahit untuk perang dan sepatu. Setelah melihat perkembangan industry sepeda di Belanda maju pesat , ia mencoba menjual sepeda Batavus. Semangat usahanya yang begitu tinggi, Gaastra dan istrinya yang bernama Dientje, membentuk sebuah perusahaan swasta di pusat kota Heerenveen. Mulanya mereka mulai berdagang barang Impor seperti sepeda dari Jerman. Setelah bisnisnya berkembang, ia pun mulai merakit sepeda sendiri. Taka da catatan di mana dan tahun berapa sepeda pertama bermerk Batavus dan bernama Batafus pertama dirakit. Di tahun 1909, nama merek Batafus pun terdaftar secara hukum di Belanda.
Dalam perjalanannya nama merk Batafus ini mulai beken dan dikenal pada tahun 1911. Namun, di bawah merk dagang ini, Gaastra masih menjual mesin jahit dan bagian-bagian sepeda (misalnya lampu karbid). Di tahun 1916 usaha perdagangan dan perakitan sepeda berjalan dengan baik , alhasil, Gaastra pun dianggkat sebagai pemimpin oleh perusahaan. Agar usaha sepeda menjadi lebih besar, Gaastra memutuskan untuk lebih fokus pada produksi sepeda di tahun 1917. Awalnya mulai merakit dan membeli sepeda berbahan nikel dari Phoenix di Heerenveen, yang sudah ada sejak 1895. Di tahun 1924 barulah sepeda merk Batavus digunakan. Singkat cerita Batavus telah sudah seratus tahun lebih bertahan dalam kondisi yang baik dan menjadi salah satu merek terkemuka di Belanda serta menjadi bagian dari produsen sepeda terkemuka di Eropa bahkan Dunia.
Di Indonesia, sepeda onthel Batavus tua terbilang banyak penggemarnya. Tampilan sepeda onthel Batavus yang klasik itu sangat digemari pecinta sepeda tua di Indonesia. Apalagi Batavus selalu membuat desain yang sama hampir selama satu abad. “Namun kini pecinta sepeda tua di Belanda tak menyukai sepeda Batavus . Soalnya, sepeda Batavus ini tak memiliki ciri khas desain sepeda Belanda pada umumnya. Tak hanya itu, sepeda Batavus tua tampilannya nampak kusam dan lusuh,” ungkap Moel.
Namun hal itu tak berlaku di Indonesia, beberapa kawasan terutama Jawa Tengah dan Jogjakarta sepeda onthel Batavus lebih digemari ketimbang onthel Humber maupun Raleigh sekalipun. Hal ini tergantung kondisi sosial masyarakat dan geografis daerahnya. Bahkan sepeda onthel Batavus tak kalah mahal dengan sepeda Raleigh dengan kondisi sama-sama orisinil.
Sebenarnya banyak tipe sepeda Batavus tua yang diproduksi. Salah satunya sepeda Batavus opsi rem tromol. Sepeda Batavus opsi rem tromol ini konstruksi kedua tuas remnya menempel pada stang dihubungkan oleh plat persegi berbentuk U yang terhubung dengan tromol lubang tiga enam. Sementara blok tromol depan menempel di sisi kanan roda. Selain itu, kayuhan sepeda ini terbilang sangat ringan karena ada kesesuaian antara jumlah gigi gir depan dan belakang. Apalagi dilengkapi dengan stang otomatis yang menghubungkan rem depan dengan rem belakang tentunya membuat aman saat dikendarai. Penampilan sepeda onthel Batavus yang simpel dari sepeda-sepeda tua lainnya bukan karena tidak adanya konsep. Namun sebaliknya, justru banyak pelajaran yang harus digali dari konsep yang mendasari desain sepeda tua, seperti sepeda Batavus ini.
Kata orang sih sepeda onthel Batavus punya cerita legenda, yaitu warnanya yang hitam kelam bila catnya menipis akan memunculkan warna meni merah kecoklatan mirip sayap kumbang. Istilah sepeda kumbang mungkin berawal dari kemiripan warna merah kecoklatan ini, sehingga ada orang yang menyebut sepeda onthel dengan istilah sepeda kumbang.
Sepeda Batavus paling cocok untuk daerah yang relatif datar. Konon menurut pengguna sepeda batavus di Belanda, untuk perjalanan jarak jauh, soal kenyamanan dan ketangguhan sepeda Batavus tak ada yang bisa menandinginya walau itu sepeda sekelas Gazelle. Katanya sih, mengendari sepeda Batavus seperti menggunakan mobil sedan Volvo. Soal nyamannya si Batavus ini berkat rancangan desain keseluruhan yang memang sudah diperhitungkan. Salah satunya adalah posisi kemiringan frame yang bertujuan untuk meredam goncangan. Hebatnya lagi, si pengguna tak perlu berkeringat meskipun Batavusnya dikayuh sampai jarak jauh. Tak percaya! Silahkan buktikan sendiri. (Oldbike in History. Diolah dari beragam sumber. Foto koleksi : Nederland Infomuseum, pada foto tampak stand pameran sepeda Batavus terbaru di Amsterdam, Belanda 1925)
Sumber : FB Oldbike in History

BSA Sepeda Onthel Tempur Inggris Yang Legendaris

BSA: Birmingham Small Arms


BSA 
Foto koleksi : bsamuseum, pada foto tampak sepeda BSA Airborne 1942-1945)


Inggris sebagai salah satu anggota sekutu ketika perang dunia ke dua (WW 2) memang biangnya menciptakan kendaraan tempur yang jempolan. Banyak ragam jenis kendaraan tempur buatan Inggris ini, salah satunya adalah sepeda. Selain Jerman, Inggris juga negara yang paling jago menggunakan sepeda sebagai piranti pasukan tempurnya. Sebenarnya banyak merek sepeda Inggris yang digunakan oleh militer Inggris, seperti Raleigh, Philips, Royal Enfield, Sunbeam, dan BSA (Birmingham Small Arms). Namun, sepeda BSA inilah yang terbilang fenomenal khususnya sepeda yang disebut BSA Airborne. Konon berkat sepeda BSA Airborne ini pasukan para komando Inggris berhasil menembus jantung pertahanan pasukan Nazi di front Eropa Barat pada perang dunia kedua tahun 1944-1945. Pasukan para komando Inggris ini berhasil membuat kocar kacir pasukan Nazi di Normadia, Prancis, Belgia, dan Belanda. Alhasil, sepeda tempur ini pun menjadi simbol kebanggaan rakyat Inggris yang merayakan kemenangan pasukan sekutu atas pasukan Nazi. Keistimewaan sepeda BSA Airbone ini terletak pada bobotnya yang hanya 15 kilogram. Selain itu, rangka sepeda yang bisa dilipat (Folding Paratroopers Bicycle), sehingga dapat diterjunkan langsung bersama personil para komando RAF Inggris yang selanjutnya digunakan sebagai alat mobilisasi pasukan Inggris ke target-target penyerbuan. Salah satu pertempuran yang bersejarah ketika pasukan Inggris dengan BSA Airbone ini berhasil merebut kota Arnhem, Belanda dari tangan pasukan Nazi, Jerman.
Sepeda tempur ini disebut BSA Airborne karena sepeda ini sering diangkut dengan pesawat Dakota. Selanjutnya sepeda ini diterjunkan bersama penerjun payung dengan posisi penempatannya terlipat didepan tubuh penerjun payung ( para troops ). Sepeda tempur andalan Inggris ini banyak ditempatkan di semua penjuru medan perang, baik di daratan Eropa guna melawan Jerman dan Italia, Timur Tengah , dan Asia untuk melawan Jepang. Sepeda tempur ini terbilang efektif dalam pergerakannya. Pasalnya, pasukan sepeda ini dapat bergerak cepat baik siang maupun malam di segala cuaca. Tak hanya itu, pasukan bersepeda ini mampu bergerak tanpa dideteksi radar darat karena ketinggianya kurang dari 3 meter. Kecepatan pergerakan pasukan bersepeda ini, dalam satu jam bisa mencapai 5 hingga 10 kilometer. Pergerakannya pun tanpa mengeluarkan suara maupun getaran. Hebatnya lagi, pasukan sepeda ini tidak terdeteksi oleh pesawat musuh bila bergerak secara konvoi dimalam hari. Selain itu, pasukan sepeda asal Inggris ini banyak dilibatkan dalam memotong kompas atau menghadang pergerakan musuh.
Tampilan sepeda dengan ban 26 inchi ini memiliki desain yang terbilang futuristik dizamanya. Karena rangka sepeda pada masa itu umumnya memiliki ciri lurus dan kaku, sehingga BSA Airborne tampak menjadi sangat modern penampilannya. Bobot sepeda tempur ini tergolong ringan, namun terbukti mampu menopang beban pengendara sampai 100 kg tanpa menyebabkan kerusakan rangka. Bahan metal yang digunakan pada sepeda BSA Airborne ini memiliki mutu metalurgi yang luarbiasa kuatnya. Sepeda tempur dengan warna hijau army pasukan Inggris ini layak disebut sebagai salahsatu mahakarya yang tercipta saat perang dunia kedua terjadi.
Sepeda jenis ini jarang ditemui di Indonesia, karena ketika sekutu menghadapi pasukan Jepang (Dai Nippon) di Indonesia, sepeda tempur ini tidak pernah ditempatkan di pulau Jawa. Pasalnya, kondisi jalan-jalan di Jawa tergolong bagus dan Sekutu telah memperkirakan bahwa perang dunia dua (WW2) segera usai karena Jepang telah di bom atom . Selain itu, yang kendaraan tempur yang dibutuhkan di pulau Jawa adalah tank , panzer dan truk. Sedang pasukan sepeda Inggris ini hanya diterjunkan di wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya. Itu pun hanya untuk berjaga-jaga saja, terutama di wilayah perbatasan Malaysia dan Indonesia.
Kini sepeda tempur BSA Airborne menjadi buruan para pengemar maupun kolektor peralatan dan kendaraan sisa perang dunia ke dua. Soalnya, sepeda tempur ini dibuat sekitar 70 ribu unit saja dan konon sepeda tempur ini hanya tinggal 100 unit diseluruh dunia karena banyak diburu kolekstor sepeda tua. (Oldbike In History, Diolah dari berbagai sumber. Foto koleksi : bsamuseum, pada foto tampak sepeda BSA Airborne 1942-1945)
Sumber : FB Oldbike in History

Gazelle Sepeda Onthel Yang Melintas Zaman


Gazelle

Gazelle
 Foto Koleksi : Gahetna, pada foto tampak show room sepeda Gazelle di Amsterdam, Belanda 1931).

Awal sejarah sepeda Gazelle ketika di tahun 1892 seorang bernama Willem Kolling mengundurkan diri sebagai karyawan agen kantor pos yang berada di daerah Dieren, Belanda. Kemudian ia mulai berbisnis sepeda yang dipesannya dari Inggris. Usaha penjualan sepeda ini kian berkembang pesat saat Willem Kolling bekerjasama dengan sahabatnya yang bernama Rudolf Arentzen. Rudolf Arentzen merupakan seorang pengecer perangkat dari besi dan kompor yang masih satu kampung dengan Willem Kolling.
Karena keinginanya yang begitu besar di bisnis sepeda, kedua sahabat itu di tahun 1902 membangun pabrik sepeda yang berlokasi di Dieren. Saat itulah sepeda Gazelle mulai dipasarkan di Belanda, dan selanjutnya di jual ke negara Eropa lainnya. Meskipun bisnis sepedanya berkembang pesat, namun di tahun 1905, Rudolf Arentzen memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan yang didirikannya. Lalu posisinya diganti oleh saudara Willem Kolling yang bernama Hedrik Kolling.
Pada 1915, keluarga Kolling dan sepupunya bernama Jan Breuking mengganti nama perusahaan menjadi N.V. Gazelle Rijwiefabriek v/h Arentzen en Koling. Saat itulah permintaan sepeda Gazelle dari luar negeri berkembang pesat, termasuk dari Hindia Belanda (Indonesia) yang waktu itu menjadi wilayah jajahan Belanda. Konon di wilayah Hindia Belanda, Gazelle melakukan strategi marketing yang terbilang serius guna memperkenalkan sepeda Gazelle pada masyarakat di tanah jajahan Belanda itu. Beragam cara dijalankan, sedari memasang iklan diberbagai koran. membuat brosur, komik, hingga berkolaborasi dengan produsen radio di Belanda. Nah, nyatanya strategi ini sangat berhasil membuat citra sepeda Gazelle di Hindia Belanda menjadi bagus dan berharga tinggi.
Pada 1930-1931, Gazelle memperkenalkan model kerangka silang 9X dan 8V. Berbagai variasi merek Invicta termasuk merek Gelria diperkenalan dalam katalog Gazelle. Namun dalam perkembangannya pada masa Perang Dunia II (WW 2), pabrik Gazelle mengalami kerusakan hebat karena dihancurkan oleh tentara Nazi Jerman. Pasca Perang Dunia II, tepatnya pada Agustus 1946, Gazelle kembali berproduksi. Di tahun 1954, perusahaan gazelle yang merupakan perusahaan pribadi berubah menjadi in-corporation dan pada saat itu Gazelle telah memproduksi satu juta unit sepeda. Pada 1963, Gazelle melakukan merger dengan produsen sepeda Batavus dari Heerenveen, Belanda. Namun karena tidak ada kecocokan di antara dua produsen sepeda ini akhirnya kerja sama tersebut tidak bertahan lama. Alhasil, dua tahun kemudian kedua perusahaan itu berpisah.
Pada 1964, Gazelle merupakan perusahaan Belanda yang pertama memperkenalkan sepeda lipat (folding bike) yang dinamai kwiksteep. Sepeda ini dilipat pada sumbu horisontal di bawah siku-siku bawah (bootom bracket), tidak pada sumbu vertikal. Selang dua tahun kemudian tepat di tahun 1966, Gazelle memperkenalkan sepeda model tandem moderen yang ringan sebanyak dua juta unit. Dua tahun kemudian, Gazelle mengambil alih merek Juncker, Simplex dan Locomotive serta merek moped terkenal Berini. Selain itu, Gazelle mulai memproduksi hub poros depan dengan rem tromol (drum-brake front hub) bermerek Gazelle sampai sekarang.
Pada tahun 1971, Gazelle diambil alih oleh Tube Investment (TI) dan namanya sekarang telah berubah menjadi Gazelle Rijwielfabriek B.V. sebuah perseroan terbatas (private limited company). Baru pada tahun 1987, TI menjual divisi sepeda miliknya kepada Derby Cycles Corp, perusahaan multinasional yang berkantor pusat di New York yang juga memiliki pabrik sepeda bermerek Raleigh, Sturney-Archer dan merek-merek Jerman yang terkenal, seperti Kalkhoff, Rixe, Winora dan Staiger.
Hingga kini, Gazelle merupakan salah satu dari sedikit perusahaan besar pembuat sepeda yang masih memproduksi sepeda sendiri sebagian besar rangka sepeda. Sampai kini Gazelle masih menjadi pemimpin industri sepeda di Belanda.
Sepeda Gazelle dapat dilacak tahun pembuatannya dari daftar rangka yang disimpan di arsip Gazelle khususnya untuk periode pembuatan tahun 1916 – 1950. Sesudahnya, Gazelle menggunakan nomor langsung yang tertera di setiap sepeda sampai tahun 1974. Angka pertama mengacu angka terakhir tahun pembuatan. Semenjak tahun 1981, Gazelle menggunakan nomor rangka dengan tujuh angka. (Oldbike In History, diolah dari berbagai sumber Foto Koleksi : Gahetna, pada foto tampak show room sepeda Gazelle di Amsterdam, Belanda 1931).
Sumber : FB Oldbike in History

Batu Atola Sa'ua Nias Selatan

Batu Atola Sa'ua Nias Selatan
Bergesernya batu'atola di daerah Nias Selatan dekat sungai Sa'ua