AMAEDOLA - PERIBAHASA NIAS

Aoha Noro Nilului Wahea Aoha Noro Nilului Waoso Alisi ta fadaya-daya Hulu ta faewolo-wolo Tafadaya Na'awua Tafahea Na'esolo Böröta Göndröra Fabanuasa Kiri-kiri ta Wambambatösa Na Löna Tosai ba dödöu Mbinu Saigö ba dödöu Zobinu Manoko Do'ia, Mokindra Nono Mba'e Löna Gumbe zi sazo'e Gumbe zi Walu Naso'e
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Maret 2025

SIMBOLISME KUE PENGANTIN DALAM ALKITAB




Bisakah simbolisme kue dalam Alkitab dikaitkan dengan tradisi pernikahan modern?
  • Kue pernikahan modern melambangkan berbagai tahap kehidupan, mencerminkan penggunaan roti dalam Alkitab sebagai simbol makanan sehari-hari.

·   Manisnya kue ini melambangkan kebahagiaan dan kepuasan yang diharapkan dalam pernikahan, seperti teks Alkitab yang menyebut 'manis' dan 'madu' sebagai simbol berkat ilahi.

  • Meskipun kue pernikahan pada dasarnya tidak disebutkan dalam Alkitab, simbolismenya selaras dengan ajaran dan komponen tematik yang terkandung dalam Kitab Suci.
  • Penggunaan kue dalam tradisi pernikahan modern mencerminkan simbolisme alkitabiah, menunjukkan relevansinya yang abadi dalam upacara yang merayakan cinta dan komitmen.

Apakah ada makna spiritual yang lebih dalam pada kue pernikahan menurut Alkitab?

  • Kue pernikahan, seperti roti dalam Alkitab, melambangkan makanan, persekutuan, dan kehidupan.
  • Pembagian kue pernikahan sejajar dengan 'memecahkan roti' dalam persekutuan Alkitab.
  • Manisnya kue pengantin mungkin melambangkan manisnya kasih Tuhan, serupa dengan manisnya manna dari surga.
  • Penafsiran harus didekati dengan kerendahan hati, karena Alkitab tidak secara langsung merujuk pada kue pernikahan.

Apakah sarjana Alkitab menafsirkan kue sebagai simbol dalam kitab suci?

  • Para sarjana Alkitab memiliki penafsiran yang berbeda-beda tentang simbolisme kue dalam kitab suci.
  • Beberapa orang menganggap kue memiliki makna simbolis perayaan, komunitas, atau berkat bersama dalam Alkitab.
  • Penafsiran simbol-simbol, seperti kue, bersifat subjektif dan bergantung pada perspektif individu, latar belakang budaya, dan keyakinan teologis.
  • 'Kue' yang dirujuk dalam Alkitab mungkin tidak secara ketat mengartikan apa yang kita pahami sebagai kue saat ini, karena kata-kata telah berubah selama berabad-abad dan terjemahannya dapat berbeda.
  • Memahami penafsiran metaforis dalam teks-teks keagamaan bisa jadi rumit, memerlukan studi ekstensif, perenungan penuh doa, dan pikiran terbuka.

Apa artinya jika anda bermimpi tentang Kue?

Apa yang harus saya lakukan jika saya bermimpi tentang kue?

 Fakta & statistik

Kita harus menggali lebih dalam lapisan-lapisan tradisi dan penafsiran teologis untuk mengungkap hubungan antara simbolisme kue dalam Alkitab dan tradisi pernikahan modern. Ingat referensi Alkitab tentang 'roti', yang sering kali melambangkan kehidupan dan makanan? Dalam banyak hal, kue pernikahan zaman modern membawa gaung simbolisme ini. Strukturnya yang berlapis-lapis, rasa manisnya, dan sifatnya yang merayakan diperkaya dengan makna yang mengaitkannya erat dengan simbolisme Alkitab. 

 

Pertimbangkan sejenak struktur berlapis kue pengantin. Sama seperti roti pada zaman Alkitab yang merupakan komponen inti dari setiap hidangan, yang melambangkan makanan sehari-hari, kue berlapis dapat dilihat sebagai simbol berbagai tahap dan lapisan kehidupan yang akan dilalui pasangan bersama-sama, saling memberi makanan dan dukungan. Hal ini menandai hubungan yang mendalam dengan konsep 'roti' sebagaimana yang muncul dalam kitab suci, yang tidak diragukan lagi berfungsi untuk memperkuat penafsiran ini. 

Lebih jauh, rasa manis kue tersebut melambangkan kenikmatan dan kepuasan yang diperoleh dari pernikahan, mirip dengan bagaimana 'madu' atau 'manis' digunakan dalam Alkitab untuk melambangkan berkat dan sukacita yang datang dari mengikuti ajaran Tuhan. Dengan cara ini, tindakan berbagi kue pernikahan yang manis dapat dilihat tidak hanya sebagai perayaan persatuan suami istri tetapi juga sebagai doa untuk kehidupan yang dipenuhi dengan rasa manis dan berkat ilahi. 

Oleh karena itu, meskipun Alkitab tidak secara eksplisit menyebutkan 'kue pengantin', simbolisme yang dikaitkan dengan kue dalam tradisi pernikahan modern sangat sesuai dengan tema dan pesan Alkitab. Ini adalah pengingat akan relevansi abadi simbolisme Alkitab dalam praktik dan upacara yang menandai kehidupan kita saat kita merayakan cinta, komitmen, dan perjalanan bersama.

Ringkasan:

Mari kita selami dan bersama-sama, pertimbangkan makna spiritual kue yang menyeluruh dalam kaitannya dengan Alkitab. Dibentuk oleh dasar-dasar penafsiran teologis dan konteks historis , penyelidikan ini melihat lebih jauh dari sekadar hal yang dangkal, mendalami lapisan-lapisan simbolisme yang mendalam. 

Kue pengantin memiliki kemiripan intuitif dengan roti, yang memiliki tempat penting dalam Kitab Suci. Seperti yang kita ketahui, roti sering digunakan di seluruh Alkitab sebagai simbol makanan, kehidupan, dan persekutuan. Perpaduan simbolisme ini bukanlah suatu kebetulan. Kue pengantin, yang berlapis-lapis dan sering kali berwarna putih—melambangkan kemurnian—memiliki gema Roti Kehidupan dan manna dari surga dalam Alkitab. 

Tradisi pernikahan kita bersama mengacu pada penafsiran Alkitab ini. Bahkan di zaman modern, tindakan berbagi kue pernikahan melambangkan kebersamaan dalam berbagi kehidupan yang penuh sukacita, sebuah gema dari 'memecahkan roti' bersama dalam persekutuan Alkitab. 

Selain itu, manisnya kue tersebut juga dapat diartikan sebagai pengingat akan manisnya kasih yang ditunjukkan Tuhan kepada kita, sebagaimana bangsa Israel diingatkan akan kasih Tuhan melalui manna manis yang turun dari surga. 

Akan tetapi, kita harus menggarisbawahi, Alkitab tidak secara langsung merujuk pada kue pernikahan. Penafsiran ini menggunakan pandangan yang lebih luas tentang simbologi Alkitab. Meskipun menarik bagi imajinasi orang Kristen, penting bagi kita untuk mendekati pemeriksaan silang ini dengan kerendahan hati dan kehati-hatian. Lagi pula, saat kita mengeksplorasi hubungan ini lebih jauh, kita harus selalu ingat untuk menghargai esensi simbol tersebut alih-alih tersesat dalam simbol itu sendiri.

Ringkasan:

Para ahli Alkitab memiliki sudut pandang yang berbeda-beda mengenai simbolisme kue dalam kitab suci. Sama seperti roti yang sering melambangkan tubuh Kristus dalam agama Kristen, beberapa peneliti mengusulkan bahwa kue juga dapat mengandung makna metaforis dalam teks suci. Mengingat penggunaannya yang konsisten dalam konteks perayaan baik kuno maupun modern, salah satu simbolisme kue yang mungkin dijelaskan oleh para ahli adalah perayaan, komunitas, atau pembagian berkat. 

Akan tetapi, penting untuk menegaskan bahwa penafsiran hakiki simbol-simbol, seperti kue, bersifat subjektif dan bergantung pada perspektif individu, latar belakang budaya, dan keyakinan teologis . Selain itu, karena kata-kata telah berevolusi dari waktu ke waktu dan terjemahannya dapat berbeda, makna pasti dari rujukan seperti kue dalam Alkitab dapat bervariasi. Misalnya, 'kue' yang disebutkan dalam teks Ibrani kuno mungkin tidak merujuk pada apa yang kita pahami sebagai kue saat ini, tetapi dapat menandakan berbagai macam makanan panggang, atau bahkan roti. 

Terakhir, memahami metafora yang mendasari dalam teks-teks keagamaan dapat menjadi tugas yang rumit dan rumit. Karena itu, penting untuk mendekati analisis interpretatif ini dengan ketekunan, rasa hormat, dan pikiran terbuka. Simbol, alegori, dan metafora yang ada dalam Kitab Suci tidak selalu jelas dan sering kali memerlukan studi mendalam dan perenungan yang penuh doa. Intinya, simbolisme kue, seperti yang dipahami oleh para sarjana Alkitab, memang dapat bervariasi berdasarkan konteks tertentu dan kerangka interpretatif yang digunakan.

Ringkasan:

Bermimpi tentang kue dapat mengandung berbagai makna dan interpretasi spiritual. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pemeliharaan dan pemenuhan keinginan rohani

2. Perayaan kehidupan dan kebahagiaan

3. Kesatuan dan kebersamaan dengan orang-orang terkasih

4. Menghormati tradisi spiritual atau agama

5. Manifestasi kelimpahan dan kemakmuran

6. Memanjakan diri dan mencintai diri sendiri

7. Representasi simbolis dari sebuah penghargaan atau prestasi

8. Merenungkan manisnya dan kebahagiaan hidup

9. Merangkul kreativitas dan ekspresi artistik

10. Mengingatkan kita untuk menikmati momen dan menikmati kesenangan hidup

11. Menandakan kebutuhan akan pengasuhan dan pemenuhan batin

 

Kue dalam mimpi juga dapat melambangkan keberuntungan, ketenangan pikiran, dan acara-acara khusus. Ukuran, rasa, dan tekstur kue dapat menyampaikan pesan-pesan penting dalam tafsir mimpi. Misalnya, kue yang besar dan mewah dapat melambangkan perayaan besar atau hadiah yang mewah, sedangkan kue yang kecil dan sederhana dapat menandakan berkat yang sederhana atau kegembiraan yang lebih sederhana. Rasa dan tekstur yang berbeda juga dapat mencerminkan keragaman pengalaman dalam hidup dan kekayaan emosi. Secara keseluruhan, bermimpi tentang kue dapat mengingatkan kita untuk menghargai manisnya hidup dan menghargai momen-momen istimewa bersama orang-orang terkasih.

Baru-baru ini saya bermimpi tentang kue yang berulang-ulang, di mana saya mendapati diri saya dikelilingi oleh berbagai macam kue yang dihias dengan indah. Saya merasakan kegembiraan dan kegembiraan saat mengagumi desain yang rumit dan cita rasa yang lezat. Dalam konteks kehidupan saya yang lebih luas, saat ini saya sedang menghadapi masa ketidakpastian dan transisi, yang mungkin menjelaskan perasaan senang dan antisipasi dalam mimpi tersebut. Keyakinan pribadi saya terhadap pentingnya makanan sebagai simbol nutrisi dan perayaan membuat saya memandang mimpi tentang kue sebagai cerminan emosi dan keinginan saya untuk mencapai kepuasan dan kepositifan dalam hidup saya.

 

Saya telah memperhatikan sebuah pola dalam mimpi saya tentang kue, di mana kue-kue itu selalu tampak mewah dan mewah, yang membuat saya berpikir tentang kelimpahan dan kekayaan yang saya dambakan dalam kehidupan nyata saya. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang mimpi saya tentang kue dan pesan-pesan potensialnya, saya mempertimbangkan untuk mencari bimbingan dari seseorang yang ahli dalam analisis mimpi. Ini akan membantu saya mengungkap makna dan wawasan tersembunyi yang dapat memberikan kejelasan dan bimbingan dalam menavigasi keadaan hidup saya saat ini.

Alkitab menyebutkan 'kue' 7 kali dalam Versi Raja James

Istilah 'pernikahan' muncul 19 kali dalam Alkitab Versi Internasional Baru

Kata 'kue' digunakan dalam 5 kitab berbeda dalam Alkitab

Kitab Hosea dalam Alkitab mengandung referensi tentang 'kue kismis' yang merupakan bagian dari pesta perayaan

Kitab Yeremia mengandung referensi tentang 'kue yang tidak dibalik' yang melambangkan pengabdian setengah hati Israel kepada Tuhan

Referensi

Yehezkiel 4:12

Yakobus 1:17

Kamis, 05 September 2024

Famosumane Zifakawi "Menghormati Jenazah"

Menanggapi video yang sedang viral/heboh di medsos, yang mempermasalahkan pemakaman seseorang hanya karena factor X….MAAF BILA TIDAK SEPEMAHAMAN….dengan pendeta yang bersangkuan & Sdr, Dusian silaban ini https://www.facebook.com/100076724202795/videos/389468450862352?idorvanity=565843939061101 (silahkan ikuti link video nya)

Saat ini banyak ajaran yang menyangka bahwa rasa hormat, kasih dan menghargai orang mati, berhenti pada saat dia mati, adalah ajaran yang tidak sesuai dengan iman Kristen dan kemanusiaan. 

SANGAT DANGKAL, PENJELASAN PENDETA-PENDETA SEPERTI ITU & NGAWUR...

AJARAN mereka yang SEAKAN-AKAN MANUSIA YANG SUDAH MATI TIDAK LAGI PERLU DI HORMATI LAGI, sekan-akan dapat di perlakukan sesuka hati PANDANGAN SEPERTI ITU TIDAK BENAR (orang mati tidak boleh di perlakukan sesuka hati)… ini sangat ngawur. Seharusnya RASA HORMAT KITA PADA ORANG TUA TIDAK BERHENTI PADA SAAT MEREKA MATI…Alkitab tidak mengajarkan seperti itu…BILA MANUSIA TIDAK PERLU DI HARGAI DAN DI HORMATI SETELAH MATI, MAKA TIDAK PERLU UPACARA PENGUBURAN, TIDAK PERLU LITURGI pemberangkatan jenazah dan pemakaman, dll… INI AJARAN YANG NGAWUR dan pemahaman iman yang terlalu dangkal tentang iman Kristen dan kemanusiaan…

Alkitab banyak mencatat betapa manusia sangat menghargai kematian dan menghargai mereka yang sudah mati…salah satu bukti, tulang belulang Yusuf mesti di bawa dari mesir ke tanah kanaan, jenazah Tuhan Yesus di kubur dan akan di beri wewangian, bahkan jasad Musa di perebutkan…

PERLU DI KETAHUI, RASA HORMAT DAN KASIH PADA ORANG TUA BUKAN HANYA PADA SAAT IA HIDUP, TAPI JUGA SETELAH TIADA, KASIH ITU BERSIFAT KEKAL, DAN PERSEKUTUAN ORANG BERIMAN BERSIFAT KEKAL DAN KASIH TUHAN TIDAK BERHENTI SETELAH KEMATIAN DAN SEHARUSNYA DEMIKIAN JUGA DENGAN ORANG PERCAYA yang masih hidup kepada mereka yang telah mati, itu sebabnya ada kalimat PERSEKUTUAN ORANG KUDUS (dalam pengakuan iman rasuli) orang-orang kudus ini bukan hanya yang hidup tetapi juga yang sudah mati), itu sebabnya ada MINGGU PERINGATAN HIDUP KEKAL dalam kalender gerejawi yang sering di kaitkan dengan pembersihan kuburan mereka yang telah tiada (sudah meninggal dunia)…itu artinya kasih dan rasa hormat kita pada orang tua kita dan saudara-saudara kita yang telah tiada tidak berhenti saat mereka mati, KARENA KELAK KITA AKAN HIDUP BERSAMA DALAM KEABADIAN di kerajaan kekal di kerajaan sorga bersama mereka.

Berikut beberapa ayat yang dapat di bandingkan.

Kasih itu bersifat kekal…tidak di batasi sebatas kehidupan, tetapi juga setelah kehidupan…1 Korintus 13:8

Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

MUNGKIN MEREKA yang mengganggap tidak perlu menghargai dan menghormati mereka yang mati JUGA LUPA BAHWA MANUSIA ITU TIDAK MATI, hanya mengalami kematian, MANUSIA ITU MAHKLUK KEKAL ADANYA (karena trikotomi) jiwa dan roh manusia tidak pernah mati.

Alkitab mencatat bahwa Manusia hidup walau ia sudah mati, silahkan di baca…

Yohanes 11:25

Jawab Yesus: ”Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati

1 Korintus 15:51

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah

Menanggapi video kejadian yang sedang firal itu, perlu di ketahui :

banyak hal-hal yang di lakukan dalam tradisi yang sebenarnya tidak di imani oleh pelakunya sendiri...hal seperti kejadian itu sebenarnya bukan masalah..., pendeta itu terlalu berlebihan dan terlalu memaksakan prinsipnya pada orang lain dan juga tidak berhikmat...perlu di ketahui bahwa di sorga tidak ada tulisan area no smoking, dan apakah pendeta yang bersangkutan percaya bahwa mayat itu masih bisa merokok ? kalau dia tahu bahwa yang sudah mati tidak mungkin merokok lagi, seharusnya dan sebenarnya tidak perlu terlalu di permasalahkan apa yang mereka masukkan dalam peti mati itu... contohnya, kita/kami sebagai orang Nias, kadang kalau kami pergi membersihkan kuburan orangtua kami yang telah meninggal dunia...kami membawa botol berisi air lalu menyiram-nyiram makam orang tua kami atau saudara kami yg sudah lama meninggal...saya yakin bahwa banyak orang nias yang sudah kristen tidak yakin bahwa orang yang sudah meninggal masih minum air yang kami bawa...tapi kenapa masih di lakukan ? karena itu sekedar tradisi, namun sepertinya sudah tidak di imani lagi...hanya sekedar kebiasaan belaka...sama hal nya dengan kejadian pendeta firal itu....antara pendetanya dan jemaat yang berduka sama-sama tidak bisa membedakan mana berhala dan yang bukan berhala, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu, mereka tidak bisa bedakan mana yang penting di permasalahkan dan mana yang tidak penting... semoga hal serupa tidak terulang lagi dalam kehidupan berjemaat, semoga para pendeta juga berhikmat dalam hal-hal yang sebenarnya tidak perlu di paksanakan dalam keadaan berduka seperti itu... (ITU KONDISI DUKA, JANGAN MEMBUAT KEKACAUAN)… toh juga rokok itu tidak di hisap oleh almarhum itu kok... itu hanya bentuk kesedihan dari pihak keluarga saja... maaf bila salah memahami. bagusnya yang di larang merokok orang hidup tapi para pendeta juga banyak yang merokok ? bagaimana itu ? eh malah orang mati yang di larang merokok oleh pendeta itu, kalau mau tegas, waktu dia hidup dong...bukan waktu dia mati...orang mati sudah tidak merokok lagi, sekalipun di petinya di ikutkan rokok...kejadian itu memang aneh...kalau para pendeta saja merokok...ya jangan sok tegas begitu donk pada jemaat..., mungkin pendeta itu anti rokok, namun apapun ceritanya, prinsip iman kita tidak boleh kita paksakan pada orang lain, apalagi bila jemaatnya belum dewasa rohani, tingkat kerohanian dan pemahaman jemaat berbeda-beda, untuk itu seorang Pendeta seharusnya tidak bersifat keras dan arogan dan tidak boleh memaksakan kebenaran yang di anut sekalipun itu benar...  KALAU ADA yang menganggap tidak perlu menghargai dan menghormati mereka yang sudah meninggal dunia...MAKA YANG BERSANGKUTAN TIDAK PERLU HENING CIPTA PADA SAAT UPACARA... jangan pasang foto leluhur, ortu, kakek nenek di rumah, dll... NAMUN tetap di bedakan memberhalakan mereka tentu tidak boleh... semoga roh lemah lembut, kasih tetap di kedepankan pada saat duka seperti itu. 

Tuhan Yesus Memberkati. 

Ya'ahowu...

Shalom.

Senin, 29 Juli 2024

LEWUÖ HAO: BAMBU SERBA GUNA


Photo diambil Tgl 7 Juli 2021 pada saat berkunjung ke Nias dan berkesempatan menanam bambu Lewuö hao dikebun KM5 samping rumah. 



Beberapa fakta tentang bambu yang kenal serba guna (Lewuö hao): 

1. Pertumbuhan Cepat: Bambu adalah tanaman dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Telah tercatat tumbuh 47,6 inci dalam 24 jam. Beberapa spesies bahkan dapat tumbuh lebih dari satu meter per hari dalam kondisi optimal. Rebung baru mencapai ketinggian penuh dalam waktu kurang dari setahun.

 2. Pelepasan Oksigen: Hutan bambu melepaskan oksigen 35% lebih banyak dibandingkan pohon lain di luar sana. 

3. Penyerapan Karbon Dioksida: Bambu menyerap karbon dioksida dengan laju 17 ton per hektar setiap tahunnya. Hal ini dapat bertindak sebagai penyerap karbon yang berharga mengingat seberapa cepat tanaman tersebut tumbuh. 

4. Tidak Perlu Pupuk: Bambu tidak membutuhkan pupuk untuk tumbuh. Ia dapat melakukan mulsa sendiri dengan menggugurkan daunnya dan menggunakan nutrisi untuk tumbuh.

 5. Tahan Kekeringan: Bambu merupakan tanaman yang toleran terhadap kekeringan. Mereka bisa tumbuh di gurun. 

6. Penggantian Kayu: Bambu dapat dipanen dalam waktu 3-5 tahun dibandingkan dengan kebanyakan pohon kayu lunak yang memerlukan waktu 20-30 tahun.

 7. Bahan Bangunan: Bambu sangat kuat dan kokoh. Telah digunakan sebagai penopang beton serta perancah, jembatan, dan rumah.

 8. Stabilitas Tanah: Bambu memiliki jaringan akar dan rimpang bawah tanah yang luas yang mencegah erosi tanah.

 9. Pendingin Udara Alami: Bambu mendinginkan udara di sekitarnya hingga 8 derajat di musim panas. 

10. Sifat invasif: Beberapa spesies bambu, terutama bambu ‘berlari’, dapat bersifat invasif karena sistem akarnya yang luas, sehingga dapat menyebar dengan cepat. Namun, tidak semua spesies bersifat invasif, dan dengan pengelolaan yang tepat, dampak lingkungan dapat diminimalkan.


Filosofi Bamboo

Dalam konteks menimba ilmu, filosofi bambu secara metafor dapat dijelaskan sbb:


1. Tumbuh Perlahan di Awal, Tapi Kokoh Menancapkan metodologi


Ilmu membutuhkan fondasi. Mempelajari logika, berpikir kritis, dan dasar-dasar pengetahuan kadang terasa lambat, tapi ini yang menopang pertumbuhan selanjutnya.


Perlahan dalam Kesabaran adalah kunci. Jangan terburu-buru ingin terlihat pintar. Pertumbuhan sejati dimulai dari dalam, yang sering tak terlihat.


2. Kosong di Dalam, Tapi Kuat di Luar


Kekosongan adalah kesiapan menerima. Orang yang merasa dirinya “penuh” sulit belajar hal baru. Sedangkan “mengosongkan gelas” menandakan kerendahan hati.


Kekuatan sejati datang dari keterbukaan dan kelenturan. Dalam belajar, fleksibilitas berpikir lebih penting daripada kekakuan ego.


3. Tumbuh Bersama, Bukan Sendiri


Bambu selalu tumbuh berkelompok, saling menopang satu sama lain.


Belajar itu kolaboratif. Diskusi, membaca karya orang lain, dan bahkan debat sehat adalah bagian penting dari pertumbuhan intelektual.


Komunitas memperkuat perjalanan. Seperti akar bambu yang saling terkait, manusia berkembang lewat jaringan pengetahuan dan pergaulan intelektual.


4. Lentur Tapi Tidak Patah


Bambu bisa membungkuk ditiup angin kencang, tapi tidak mudah patah.


Ilmuwan dan pencari ilmu harus lentur menghadapi kritik. Teguh pada prinsip, tapi tidak keras kepala.


Ilmu berkembang dengan dinamika. Siapa yang lentur menghadapi perubahan paradigma, akan tetap bertahan dan tumbuh.


5. Terus Tumbuh Meski Terpotong


Meski ditebang, bambu akan terus bertunas dari akarnya. Akar adalah simbol metodologi yg tetancap dengan kuat.


Kesimpulan:


Jika ingin mencapai keilmuan yang tinggi, perkuatlah pondasinya, perdalam akarnya, perkuat metodologinya dgn kesabaran tinggi, seperti bambu.

Selasa, 24 Agustus 2021

FESTIVAL KULINER ROCKSTAR BEACH HILISATARO NIAS SELATAN

Suasana acara festival di Hilisataro

Photo bareng Panitia Festival bersama group WOW Juara II Nasional 

Photo bareng dengan Team Music Tradisional Rockstar Beach


Photo bareng Panitia 

Suasana presentasi cara membuat Babae didepan juri 

Bupati Nias Selatan didampingi oleh Penyabar Nakhe Anggota DPRD Prov Sumatera Utara dan Ketua DPRD Nias Selatan


Dalam rangka Bulan Bung Karno, anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Dapil VIII (Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara, Kota Gunungsitoli), Drs. Penyabar Nakhe, menyelenggarakan Festival Kuliner Tradisional antar Desa se-Kecamatan Toma yang dilaksanakan di Pantai Rock Star, Desa Hilisataro Raya, Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan, Minggu (27/6/2021).

Acara ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19.

Penyabar Nakhe, yang juga merupakan sebagai Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara ini, menyampaikan bahwa dalam rangka Bulan Bung Karno, DPP PDI Perjuangan mewajibkan anggota fraksi untuk melaksanakan kegiatan di Desa.

“Kami kader PDI Perjuangan diminta untuk memperbanyak kegiatan di Desa, supaya suasana di Desa tetap eksis. Dan salah satu kegiatan yang saya laksanakan adalah kuliner Fakhe Nifalogu dan Babae”, tutur Nakhe.

Dia menyebutkan bahwa kegiatan festival itu dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat tetap melestarikan kuliner tradisional khas Nias.

“Kita mengharapkan dengan adanya kegiatan ini, generasi muda tidak lupa akan makanan khas daerah Nias, serta mereka bisa memiliki kegiatan positif sehingga bisa jauh dari hal-hal yang diinginkan seperti penggunaan narkoba” ujar Nakhe.

Dia menambahkan program kerja lain yang dilaksanakan ialah sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainya.

Selain itu dia juga menjelaskan bahwa kegiatan festival itu tidaklah berfokus pada hadiah kejuaraan tapi lebih fokus pada upaya membangkitkan semangat masyarakat terutama dalam mendukung kepariwisataan di Kepulauan Nias.

Terlihat pada kegiatan tersebut, seluruh para peserta mengenakan baju adat Nias dan sangat antusias mengikuti kegiatan itu. Mereka dengan semangat menampilkan hasil kerjanya serta menyampaikan tutorial memasak makanan tradisional Fakhe Nifalogu dan Babae.

Adapun peserta yang mengikuti festival ini yakni Desa Hilisataro, Hilisataro Raya, Hilisataro Gewa, Hilisataro Nandrisa, Hilisataro Ehosofayo, Hiliamaetaluo, Hilinamoniha, Hiliasi, Bawoganowo, Hilimagari, Hilialawa, Hilindrasoniha, Hilindrasoniha Raya, dan Desa Hilisoromi.

Berdasarkan penilaian dewan juri pada kegiatan festival kuliner tradisional kali ini, juara I diraih oleh Desa Hilisataro Raya, juara II diraih oleh Desa Hilisataro Gewa, dan juara III diraih oleh Desa Hilindrasoniha.

Acara ini turut dimeriahkan oleh Komunitas W.O.W (Walk on Water) yang telah meraih juara II Nasional lomba Karya Musik Anak Komunitas yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf.

Pada acara ini turut hadir Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, SH., MH, Ketua DPRD Nias Selatan Elisati Halawa, ST, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Sumatera Utara, mewakil Kapolres Nias Selatan, mewakili Kadis Pariwisata, Kadis Pendidikan Nurhayati Telaumbanua, Ketum HIMTO'ENE Gabriel Laia,SP, Camat Toma, para Kepala Desa, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.


Minggu, 20 Januari 2013

Cinta Adalah Karunia Tuhan yang pasti Dibutuhkan Manusia


Cinta adalah sebuah karunia Tuhan yang pasti dibutuhkan manusia. Terlepas usianya, dengan cinta setiap orang pasti merasa lebih bahagia. Sehingga tak heran mungkin jika kamu termasuk orang yang sangat bahagia ketika mendapatkan tanda cinta.

Berbicara mengenai tanda cinta, apakah kamu menyadari jika dunia ini memiliki bentuk-bentuk pemandangan alam yang super menawan? Ya, tanpa kamu sadari, alam seringkali memperlihatkan tanda cintanya untuk dinikmati.

Seperti lazimnya tanda cinta yang seringkali diperlihatkan manusia, tanda cinta kerap kali merupakan bentuk hati. Dan berikut adalah tanda cinta alam yang begitu romantis!


1. The Great Barrier Reef

The Great Barrier Reef adalah salah satu formasi alam yang luar biasa. Seakan masih kurang menakjubkan, salah satu gugusan karang di sini berbentuk hati yang sudah pasti menjadi lambang cinta. Bentuk karang di tengah lautan ini merupakan salah satu yang terhebat yang pernah diciptakan oleh alam.

 2. Pulau Galesnjak, Kroasia

Ini adalah bentuk tanda cinta yang paling indah di muka bumi dan dianggap sebagai lokasi cinta yang paling romantis. Memiliki julukan pulau cinta bagi yang jatuh cinta, pulau ini sebenarnya bernama Galesnjak dan terletak di pantai lepas Kroasia.



3. Awan Cinta

Bayangkan, kamu sedang bersama seseorang yang sangat kamu cintai dan kemudian di langit ada awan yang berbentuk hati begitu indah seperti ini. Pasti itu akan menjadi sebuah kejadian yang super romantis. Berharap saja awan seperti ini akan ada terus, dan saat kamu melihatnya, pastikan orang yang kamu cintai di sampingmu.




4. Kota Adana, Turki

Selain pulau Galesnjak di Kroasia, bumi rupanya juga memiliki tempat lain dengan tanda cinta. Daerah itu adalah kota Adana di wilayah Turki. Ketika kamu melihat dari sudut yang tepat, kota di sebuah pulau kecil ini tampak jelas berbentuk hati.



5. Gelombang Cinta di Selandia Baru

Apakah kamu menganggap ini adalah sebuah busa di minuman cappucino? Bukan, ini adalah gelombang yang menyapu pasir pantai dan secara kebetulan berbentuk lambang hati super romantis. Ingin melihatnya langsung? Sepertinya kamu harus menanti penuh sabar di pesisir pantai Selandia Baru.



6. Pulau Tavarua, Fiji
Tavarua adalah nama sebuah pulau berbentuk hati yang berada di gugusan kepulauan Fiji. Dengan terletak di kawasan tropis yang eksotis, pulau Tavarua memang sangat romantis dan cocok bagi pasangan kekasih yang ingin menghabiskan waktu bersama.


7. Glaslyn, North Wales

Danau dengan air bergradasi biru cantik ini terletak di pegunungan North Wales dan memiliki julukan Glaslyn yang berarti danau biru. Tapi sepertinya, jika melihat danau ini dari sudut seperti ini, Glaslyn lebih cocok dijuluki danau cinta. Bentuknya yang seperti hati, akan mempesona siapapun yang mencapai di sana.



8. Columbia Hills Corners, Ohio

Bentuk hati sempurna ini memang bukan dibuat sepenuhnya oleh alam, namun mendapat bantuan dari manusia. Ya, seseorang sepertinya ingin memperlihatkan rasa cintanya melalui kolam berbentuk hati ini. Kolam atau danau ini terletak di Columbia Hills Corners di Ohio.



9. Gua Air Hoganakel, India Selatan

Bentuk hati berwarna biru dan sangat cantik ini berasal dari gua air bawah tanah Hoganakel di India Selatan. Istimewanya, untuk melihat bentuk hati yang langka ini kamu harus begitu bersahabat dengan kondisi cuaca. Meskipun tak tampak hati sempurna, namun warna birunya sangat romantis!

Senin, 07 Mei 2012

Burung Murai Batu Nias (Fofo Tete'iko)


Nias dulunya dikenal dengan burung beo atau magiao yang dapat meniru suara yang ada di sekitarnya, bahkan suara manusia. Karena kepandaiannya meniru berbagai suara tersebut, burung beo menjadi incaran dan mempunyai nilai jual tinggi di Pulau Nias maupun di luar Nias. Kini, perlahan tötöhua atau murai batu (Copsychus malabaricus) nias mendapat tempat di hati para pencinta burung.
Kini populasi burung beo di kepulauan Nias sudah hampir punah dan langka. Sampai-sampai Pemerintah Indonesia memasukkan burung beo sebagai satwa yang dilindungi. Hanya sayang, hal ini tidak diikuti oleh perhatian serius pemerintah setempat. Kita tahu, peraturan daerah untuk burung beo ini tak pernah diterbitkan. Proyek penangkaran juga hingga kini tidak jelas hasilnya.
Seiring kelangkaan burung beo di Pulau Nias, burung murai batu nias menjadi primadona di hati para pencinta burung di Kepulauan Nias. Pertanyaan besarnya, akankah nasib tete'iko atau tötöhua akan berakhir tragis seperti magiao?

Harga Tinggi
Osiduhugö Daely—seorang pencinta burung dan bekerja sebagai polisi berpangkat bripka— yang dijumpai NBC di kediamannya, di rumah Dinas Polres Nias,   Jalan Anggrek, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, mengatakan bahwa murai batu nias kini sudah mulai memiliki harga jual yang tinggi karena sudah mulai diminati para pencinta burung baik dari Pulau Nias maupun dari luar Nias.
Pria ramah yang kesehariannya bekerja sebagai Kepala Urusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas Polres Nias, kepada NBC, juga menceritakan bahwa salah seorang temannya sesama pencinta murai batu yang bernama Roni, pernah menjual murai batu dari Nias miliknya kepada peminat murai batu dari Siantar seharga Rp 8.000.000.
Di kontes murai batu nasional pun yang diadakan di Jakarta, murai batu nias juga pernah meraih juara III. Prestasi itu membuat pencinta-pencinta burung murai batu dari luar daerah mulai melirik dan memburu murai nias.
Akibatnya, murai batu nias semakin mahal dan sering dibawa keluar daerah. Bahkan, menurut Osiduhugö, setiap bulan, murai batu nias yang dibawa keluar daerah sebanyak 100 sampai 200 ekor. “Inilah yang membuat harga murai batu nias ini melambung,” ujarnya.
Harga murai batu yang sering menang lomba akan semakin mahal. Bisa dihargai hingga jutaan rupiah. Menurut Osiduhugö, murai batu yang baru ditangkap dan belum makan pur (makanan burung olahan) dapat dijual seharga Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Jika sudah makan pur dan belum pandai, dapat dijual dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 500.000, dan yang telah pandai harganya semakin tinggi dari Rp 500.000 hingga jutaan.
Adapun Osiduhugö telah 9 kali memenangi kontes murai batu di Pulau Nias dan pernah meraih juara I pada perlombaan kontes burung murai batu yang diadakan ER2 Cup, dengan hadiah sebesar Rp 1 juta. Ia meraih juara II dan mendapat hadiah sebesar Rp 800.000 pada perlombaan kontes burung mura batu yang diadakan oleh Nias Birds Club, dan juga pernah meraih juara III.

Kelebihan Murai Batu Nias

 
Jika tidak dilestariakan, niscaya dalam waktu dekat Murray Batu Nias akan sulit ditemukan dan menjadi langka.

Selama memelihara murai batu, Osiduhugö mengatakan, dari pengamatannya, murai batu nias mempunyai kelebihan daripada murai batu dari daerah lain. “Murai batu nias memiliki kepandaian dan IQ lebih tinggi, yang dibuktikan dengan daya tangkap dalam meniru suara di sekitarnya yang lebih cepat daripada murai batu dari daerah lain,” ujarnya.
Selain memiliki daya tangkap dan IQ yang lebih tinggi, murai batu juga memiliki mental yang lebih kuat. Hal itu bisa terlihat jika dibawa ke mana saja dan sering dipindahkan dari kandang yang satu dengan kandang lainnya, murai batu nias tidak cepat stres.
Ciri khas dari murai batu yang berasal dari Nias, tutur Osiduhugö  Daely kepada NBC, adalah pada ekornya. “Seluruh ekor murai batu nias berwarna hitam polos, sedangkan ekor pada murai dari daerah lain, terdapat beberapa helai ekor pada bagian bawah yang bewarna putih,” ujarnya.
Hobi yang dijalani pria kelahiran 1973 tersebut mememilihara burung murai batu membawanya menjadi salah satu pengurus pengurus Nias Bird Club yang dibentuk pada tahun 2008.
Untuk merawat 25 ekor burung miliknya—dari berbagai jenis, Osiduhugö mengaku menyisihkan uang Rp 200.000 untuk biaya pakan dan perawatan.
Pakan burung seluruhnya didatangkan dan dibeli dari luar daerah, seperti pur (Rp 8.000-Rp 10.000 per bungkus), jangkrik (130.000 per kilo untuk 2 bulan), ulat hongkong, ulat bambu (terkadang ada di Nias), dan kroto (telur semut).
Di antara murai batu, yang dipelihara Osiduhugö Daely,  NBC juga melihat ada beberapa jenis burung lainnya, seperti burung kapas tembak, manyar, levbet, kenari, siri-siri, jalak kerbau, cahlilin, burung fofo usö, dan kinoi.
Sebagian besar burung yang dimilikinya tersebut, menurut pria tamatan Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja, Bali, ini dibeli di Kota Gunungsitoli, dan sebagian juga ada yang diberikan oleh temannya.
“Saya memelihara jenis burung lainnya untuk mengisi suara pada murai batu yang saya pelihara, di mana dengan adanya bermacam-macam burung dengan suara yang berbeda-beda, murai batu dapat mengikuti semua suara tersebut dan tidak akan pasif jika mengikuti kontes,” tuturnya.

Cara Merawat
Ketika disinggung tentang cara dan kiat merawat seekor murai batu menjadi pandai dan dapat diikutkan pada kontes, pria yang juga hobi olahraga tersebut dengan ramahnya mau berbagi trik merawat burung kepada NBC. Menurut dia, yang perlu diperhatikan dalam memelihara murai batu adalah waktu pemberian makanan.
Jadwal yang telah ditentukan untuk memberikan makanan murai batu harus tepat waktu dan tidak diubah-ubah waktu dan jam dari kebiasaan. Murai batu juga harus diberikan puding setiap harinya berupa jangkrik, ulat bambu, ulat hongkong dan kroto, mulai dari 5 ekor hingga 15 ekor per harinya, disesuaikan dengan situasi burungnya, dari yang pemula hingga yang telah ikut kontes.
“Setiap hari, burung murai juga harus tetap dimandikan 2 kali sehari jika cuaca cukup panas. Namun, cukup 1 kali jika cuaca mendung atau hujan,” ujarnya.
Setelah dimandikan, burung murai batu juga harus dijemur setiap harinya selama 3 jam dan setelah dijemur, lalu dibebaskan ke dalam kandang umbar (kandang yang lebih besar) agar segar dan bebas bergerak.
Ketika ditanya tentang harapannya terhadap pemerintah tentang maraknya perburuan murai batu nias, pria yang besar dan tamat SMA di Palembang tersebut sangat mengharapkan pemerintah untuk membuat sebuah tempat penangkaran murai batu, dan juga mengusulkan peraturan daerah tentang murai batu nias di DPRD.
Menurut Osiduhugö Daely, murai batu nias bisa bernasib seperti burung beo, sebab setiap bulannya dibawa keluar daerah sebanyak 100 sampai 200 ekor sehingga jika tidak dilestariakan, niscaya dalam waktu dekat Murray Batu Nias akan sulit ditemukan dan menjadi langka.
Melihat tingginya harga murai, saatnya pemerintah setempat segera turun tangan sebelum terlambat untuk menyelamatkan tötöhua yang merupakan burung endemic kepulauan Nias ini.



Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:
  • Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
  • Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
  • Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  • Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  • Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
  • Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
  • Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.

Hilisataro tempo doeloe

Hilisataro tempo doeloe