Kamis, 22 Agustus 2019

Arab Christianity



"Kristen Arab"

Sekedar informasi kepada setiap umat Kristen (Pengikut Kristus) Indonesia bahwa saudara-saudari seiman yang berasal dari etnis Arab ada puluhan juta di Timur-Tengah. Mereka adalah orang-orang Arab yang biasa menggunakan bahasa Arab maupun budaya Arab.

Perlu diingat bahwa orang-orang Arab beragama Kristen sudah terlebih dahulu ada/eksis jauh sebelum islam lahir pada abad ketujuh tersebut.

Kekristenan sendiri sudah terlebih dulu ada pada abad pertama. Oleh karena itu tidak ada umat Kristen Arab nyontek budaya islam karena umat Kristen Arab sudah ada terlebih dulu. Mari kita buka wawasan bahwa misalnya budaya Arab, termasuk membaca Kitab/qiroat dengan tilawah, musik (dengan gambus, kecapi, rebana), berpakaian gamis, berpeci, dan seterusnya itu sudah menjadi tradisi/budaya Timur-Tengah. Disaat islam belum lahir pada abad ke-7 Kekristenan sudah pun menggunakan budaya-budaya ini. Bahkan bagi kita yang belum pernah mendengar tentang informasi ini akan terperangah dengan sikap Muslim Arab sendiri yang tidak mempermasalahkan hal ini, karena mereka sama-sama tahu itu budaya Timur Tengah dan mereka sama-sama menggunakan budaya-budaya tersebut untuk mengungkapkan iman. Adapun istilah sholat/sholah, sholawat, qosidah, alhamdulillah, insya Allah, Allahul Abi, Al-Masih, dst itu ternyata sudah biasa digunakan oleh umat Kristen Arab. Karena bagi umat Kristen Arab untuk menyebut God atau sesembahannya dalam bahasa mereka adalah Allah dan Allah mereka adalah Allah yang Esa yang telah Nuzul ke dunia sebagai Yesus Kristus atau Yasu'a Al-Masih 2000 tahun lalu dimana sebagai manusia Dia banyak mengajarkan hukum kasih yang luarbiasa, praktek kasih yang luarbiasa, dan puncak pelayanan-Nya adalah ketika kasih-Nya Ia mengalami sengsara, disalibkan, wafat, dan pada hari ketiga bangkit mulia dan terangkat ke Sorga. Semua itu karena cinta-Nya pada seluruh manusia agar manusia dapat diselamatkan.

Karena Kitab Suci sendiri mengatakan bahwa tidak ada nama lain yang karenanya kita dapat diselamatkan, kecuali hanya dalam Nama Yesus Kristus. Kembali lagi ke istilah-istilah Arab tersebut, tentu mereka menggunakannya karena itulah bahasa mereka sebagai orang Arab yang lahir di tanah Arab. Misal: Orang Kristen yang masuk kamar berkomunikasi/berinteraksi dengan Allah atau berdoa itu pun mereka sebut sholat. Bahkan setiap kali mereka membuat hubungan dengan Allah melalui doa spontan (ketika mau makan, minum, belajar, bepergian, dst) atau berdoa dengan teks doa yang dirumuskan (Doa 7 waktu, dll), doa pada pertemuan jema'ah semua itu mereka sebut SHOLAT/SHOLAH.

Sebab sholat itu memuji Tuhan, memohon, dialog /interaksi/hubungan dengan-Nya maupun bersyukur kepada-Nya. Jadi tidak benar sebagaimana yang dikatakan umat Ortodoks Timur Indonesia bahwa istilah sholat cuma disempitkan pada doa 7 waktu yang dirumuskan itu karena realitas, de facto tidak demikian, lha wong 'Doa Bapa Kami' yang berdiri sendiri saja juga disebut SHOLAT AR-ROBBANIYYAH (Doa yang diajarkan Tuhan sendiri kepada kita).

Demikian juga dengan istilah sholawat, qosidah, alhamdulillah, dst itu biasa mereka gunakan sebab itulah bahasa mereka. Kemudian perlu juga diketahui bahwa umat Kristen Arab biasa memakai nama-nama sebagai berikut: "Abdul, Azis, Faraq, Faruq, Ashraf, Taufik, Malik, Amir, Ibrohim, Sulayman, Yunus, Buthrus, Bulus, Ya'aqub, Ishaq, Syamuil, Harun, Yuhanna, Musa, Kamil, Halim, Hilmi, Faisal, Habib, Labib, Kamal, Jibran, Nabil, Nabila, Nadir, Nazhir, Naufal, Haddad, Majdi, Nashrallah,  Athallah, Mansur, dan seterusnya". Itulah realitanya bahwa ini pengungkapan iman melalui budaya mereka dan Kristen sama sekali tidak mencontek.

Kalau pun ada orang yang kurang wawasan tetap munuduh bahwa Kristen mencontek toh realitanya Kekristenan lebih dahulu ada di Timur-Tengah, karena pada hari Pentakosta dan pewartaan Para Rasul pada abad ke-1 banyak orang Arab sudah bertobat dan dibaptis (menjadi Kristen)."Orang Kristen" dalam bahasa Arab atau dunia Arab sering disebut Masihiyyin, sedangkan istilah "Kekristenan" atau "Kristiani"
adalah Masihiyyah. Kemudian Ad-Din Masihi adalah "Agama Kristen". Sedangkan sebutan Nasroni itu adalah dalam perspektif Muslim dalam menyebut orang-orang pengikut 'Isa. Tapi bagi Ana pribadi 'Isa itu bukan YESUS. Tidak bisa disandingkan karena ya memang dari sudut pandang historis, teologis, kristologis TIDAK SAMA. Semoga informasi ini bermanfaat.

"Salam damai dari opa frengky"✍️
________________________________________

"Arab Christianity"

As information to every Christian (follower of Christ) Indonesia that there are tens of millions of brothers and sisters of ethnic Arab origin in the Middle East. They are Arabs who usually use Arabic and Arabic culture.

It should be borne in mind that Arabs who were Christians had existed long before Islam was born in the seventh century.

Christianity itself had already existed in the first century. Therefore no Arab Christians cheat on Islamic culture because Arab Christians already existed first. Let us open the insights that for example Arabic culture, including reading the Book / qiroat with tilawah, music (with gambus, harp, tambourine), dressed in robes, courtesy, and so on, has become a tradition / culture of the Middle East. When Islam was not born in the 7th century Christianity had also used these cultures. Even those of us who have never heard of this information will be stunned by the attitude of the Arab Muslims themselves who do not mind this matter, because they both know that it is Middle Eastern culture and they both use these cultures to express their faith. As for the terms prayer / sholah, sholawat, qosidah, alhamdulillah, God willing, Allahul Abi, Al-Masih, and so on it is already commonly used by Arab Christians. Because for Arab Christians to call God or their worship in their language is Allah and Allah they are the One God who Nuzul has been to the world as Jesus Christ or Yasu'a Al-Masih 2000 years ago where as a man He taught a lot of the extraordinary laws of love , the extraordinary practice of love, and the culmination of His ministry when His love He suffered, was crucified, died, and on the third day rose noble and ascended to Heaven. All of that is because of His love for all humans so that humans can be saved.

Because the Scriptures themselves say that there is no other name for which we can be saved, except only in the Name of Jesus Christ. Back to the Arabic terms, of course they use it because that is their language as Arabs born in Arab land. For example: Christians who enter rooms communicate / interact with God or pray that they call prayer. Even every time they make a connection with God through spontaneous prayer (when they want to eat, drink, study, travel, etc.) or pray with the formulated prayer text (7 times prayer, etc.), prayer at the congregation meeting they all call SHOLAT / SHOLAH.

Because the prayer praises God, pleads, dialogue / interaction / relationship with Him or thanks to Him. So it is not true as said by Eastern Orthodox Indonesians that the term prayer is only narrowed down at the formulated 7 time prayer because the reality, de facto is not so, lha wong 'Stand alone Prayer of Our Father' is also called SHOLAT AR-ROBBANIYYAH (Prayer God taught us to us).

Likewise with the term sholawat, qosidah, alhamdulillah, etc. that is what they usually use because that is their language. Then it should be noted that ordinary Arab Christians use the following names: "Abdul, Azis, Faraq, Faruq, Ashraf, Taufik, Malik, Amir, Ibrohim, Sulayman, Yunus, Buthrus, Bulus, Ya'aqub, Ishaq, Syamuil , Harun, Yuhanna, Musa, Kamil, Halim, Hilmi, Faisal, Habib, Labib, Kamal, Jibran, Nabil, Nabila, Nadir, Nazhir, Naufal, Haddad, Majdi, Nashrallah, Athallah, Mansur, and so on ". That is the reality that this is the expression of faith through their culture and Christianity does not cheat at all.

Even if there is someone who lacks insight, it is still assumed that Christianity is cheating, however, the reality of Christianity was in the Middle East, because on the day of Pentecost and the proclamation of the Apostles in the 1st century many Arabs had repented and were baptized. Christianity "in Arabic or the Arab world is often called Masihiyyin, while the terms" Christianity "or" Christian "
is Masihiyyah. Then Ad Din Din Masihi was "Christian Religion". Whereas the term Nasroni is in the Muslim perspective in referring to followers of 'Isa. But for Ana the person 'Isa is not Jesus. It cannot be juxtaposed because yes it is indeed from a historical, theological, christological point of view NOT the SAME. I hope this information is helpful.

"Peaceful greetings from opa frengky" ✍️

Eep Saipudin Murtad

#Gbh

Rabu, 14 Agustus 2019

Haega Moroi Mböröta Danö Nononiha?



Bakha ba mbuku Famareso Ngawalö Huku Föna Awö Gowe Nifasindro ba Danö Nias, nifa’anö Dr M.G. Thomsen, tete 10, imane wanguma’ö: Heza i’o`tarai Soi Nono Niha. Balö tatu nasa irugi ma’öchö. Hasinahö dödö zi so. Si ndruhu ha sambua soi ira, si no faehu ba soi tanö bö`ö simane Batak, Aceh, Minangkabau ba tanö bö’ö nia na, he dali ngawalö huku ba hikaya, he dali dandratandra mboto ba he dali li….
Ba no tatu sa’atö wa fao Soi Nono Niha ha gangowuloa Soi Indonesia nifotöi Altvoiker Indonesia, eluaha nia Soi Sagatua, me oroma göi zi fachili- chili tandra ba mbotora, he huku ba he li, Ha sara dödö ndra ahli etnologi fefu wa soi andre sawu’a moroi ba danö Tionghoa Raya simumalö ba Asia Tenggara ba ginötö ± sarangahönö fache döna wa’atumbu Keriso.
Molo`ö DR. Marshall ba mbuku nia Metallur-gieund Frube Besiedlung Indonesiens (1968), itutunö na dali wa mare so nia niha sawu’a andrö, ba no to’ölö ira sa’ae monowi ba wananö fache, mangambuchi si’öli, ma mözi ana’a ba mananö ohi bamo gowi. No so göi ba gotaluara zamasindro gowe molo`ö hukura. Te no f’ao Nono Niha ba gotalua soi sagawu’a andrö. Me’ ofeta ira ba Hulo Niha (he lö ato ira), ba labörötaigö wombabaya halöwöra molo`ö si no to`ölö ira ba danö ni’otaraira.
Simanö göi molo’ö F’.M. Schnitger bacha ha mbuku nia Fogetten Kingdoms, ha niha zi fachili-chili ba huku Nono Niha (famasindro gowe sifachai ba gowasa) ya`ia da`ö huku Niha Naga ba Khassi si so ba danö Assam – Burma. Molo`ö si so ba dödö nia, zi hasambua naha ma tanö mege la`otarai soi sidombua andrö.
Fanutunö Zatua
Molo’ö fanutunö zatua Nono Niha föna ha niha mböröta niha ba danöda. Me lö na sa la’ila manura ba ha faoma li ngawalö nidunödunö gofu hadia ia chöra. Duma-duma nia, si mane hikaya, hoho, hada ba gorahua ma ba gowuloa, huku ba mbanua.
Börö me tohare Niha Ulandro ba he goi Zending Geremani ni borotaigö wama’anö ni’ombacha’ö ma nirongo-rongora. La fa’anö ba mbuku. Börö me lö ha’uga oya ni’ilara li ba he göi huku Nono Niha, fa me’era ba mbuku ha ma’ifu sibai.
Awena ba ginötö Tua Thomas, Kramer, Sunderman, Lagemann ba Fries zangowuloi hikaya hikaya, amaedola ba huku mbanua. He wa’ae hatö fa zambua tö zitoröi mbuku nisurara andrö, ba irugi ia da’a na sa so mbuku andrö.
Baero Zanding Geremani, famareta Ulandro ya’ia da’ö Contoleur K.E.W.G. Schroder si no erai toröi ba Dano Niha i’otarai ndröfi 1904 irugi ndröfi 1910, zamareso Hulo Nono Niha ma’afefu. Angowuloa wamaresonia, ya’ia da’ö tefa’anö hacha ba mbuku Nias Ethnographische. Buku da’ö abölö ebua moroi ba mbuku nifa`anö nöra Tua tanö bö`ö.
Oya ngawalö hikaya zitesöndra na dali mböröta niha ba danö Niha. Ba’arakhagö fagölögölö hikaya wanguma’ö: Ono Niha si’oföna nidada moroi ba Dete Höli Ana’a. Tanö si sagörö tou andre, no la haogö wamazöchi ira Tua moroi yawa, ena’ö tola auri niha ba da’ö.
Si’oföna ladada, ya’ia Hi a Walangi Adu. Nahania ladada ba Zifalagö Gomo ia da’a, ma tetötöi ia föna Mbörönadu. Terongo göi mbanua Mazingö Gomo ba hikaya andrö ösa. Me ladada Gözö si yöu ba gaechula ba nasi. Ba’ena’o lö manaere danö ma hulo, andrö lafailo Daeli ba gatumbucha, ba Hulu ha gaekhula Danö Niha. Na tafaigi ngawalö nidunödunö andrö, ba aboto sibai ba dödöda wa lö fagögölögölö hikaya-hikaya wanutunö.
Ha moroi ba ma’uwu Luamewöna Silögu te’ombacha’ö nasa, wa ladada ia moroi ba Dete Holi Ana’a ofeta tou ba Mbörönadu. La’ila na sa la’oroma’ö naha mado Zebua ba gambara, ba mbanua Mbörönadu me föna.
Banua Sifalago Gomo, ma Börönadu, ba so na sa irugi ma’öchö. Niha sowanua ba da’ö ba ya’ira mado Hia. Ha sara manö dödö zanutunö hikaya wa ya’ia mbanua si oföna ba Nono Niha ba wa moroi ba mbanua Mbörönadu ibörögö muzawili niha mi sa ba zi sagörö Hulo Danö Niha. Numalö ba dalu danö zi oföna, awena miraya. aefa da’ö ba gaechula, ba mi yöu göi ösa ba wanarura banua sibohou.
Nidunoduno zatua föna ba Mbörönadu, ba ya’ia hikaya Duada Hia, Latutunö chö Tua Thomsen me döfi 1935, ya’ia da’ö itutunö chönia Tambalina Tuha Ana’a (Fangulu Idanö), ba awena lafa’anö ba zura. Börö wasuwöta, salina nisöndra doto Thomsen no taya. Ba me no aefa wasuwöta, Thomsen isöndra mangawuli salina nibe’e Rasoli Hia, ma’uwu Dambalina Tuha Ana’a.
He wa’ae lö oya sibai nidunödunö, ba na lafaigi si no mube’e ba zura irugi ma’öchö, ba lö fagölögölö sibai. Fabö’öbö’ö niwa’ö ba fabö’ö goi gera’era zamösana
ösi nidunödunö Tambalina Tuha Ana’a andrö, ba ya’ia da’ö wangombacha hewisa me tumbu Hia, me ladada ia halöwönia tou ba danö awö gochötania irugi wa’amatenia.
Si’otarai mbanua si yawa ba latötöi ha datölu warugi Hia “Daulu Sagörö si tumbu moroi ba nangi; ba ihalö wo’omonia Zotöla Gana’a, ono Orahua Zoya, si tumbu moroi ha nangi göi. Mo’ono ira Ara Foriwu Zihönö, fo’omonia Fuci Ta’oranö Usö, ono Dua Oroi ba Regerege Da’o. Onora ya’ia Langi Sagörö sangai dania fo`omonia Gaweda Nazariata Langi Ono matua si tumbu chöra dania, ya’ia da’ö Hia Walangi Adu.
Tabina ninania ba tenga simanö sito’ölö. Notoröi nono ba dalu ninania me ziwa fache wa’ara, ba’i’ila muhede sa’ae ba dalu ninania. I’ombacha`ö hewisa wame`e böröta danö sitou. I’andrö ena’ö iahalö ndra’i mbu ninania Nazariata Langi, lakaoni Mazai Sobaya Wö röcha ba wamazöchi tanö, ba lafailo nono sia’a chö langi Sagörö, Nazuwa Danö, Danedane Danö, ba ladada nasa sita simatua silötönia. Ere simaniga Razo zanofi tanö si sagörö. Me no awai fefu, ba tebato wehede Hia ha dalu ninania irugi inötö wa’atumbunia. Lo’itörö lala sito’ölö na tumbu niha, itörö wela-wela dödö ninania.
Me’ebua Hia Walangi Adu, ba ihalö fo’omonia Buruti Huna, ono Mali ba Wasulöna Danö. Awena i’andrö chö namania Langi Sagörö, ena’ö itörö sa’ae ni’ombacha’önia ba dalu ninania, wa lafailo ia tou tanömö niha ba danö. Fao chönia ena’ö nomo, osali, lafaogö göi gafore, tumba da tanö bö’önia na, ba laf’aogö göi ziambu Aya Langi.
I’andrö göi zawuyu ba nomo. Ba maoso Mali ba Wasulöna Danö, ifazöchi zihulö niha moroi ba lewuö, eu, la`uri ba ache, sitobali sawuyu Hia dania, dula’öfa niha wa’atora.
Awö Hia me ladada ia, ya’ia da’ö wo’omonia, ba baero da’ö geu Tora’a Langi, böröta zisiwa motöi. Ladada ira ba Zifalagö Gomo ma Börönadu andrö
Moroi ba Dora’a andrö itugu ara ba itugu aechu zi siwa motöi, ya’ia da’ö: ana’a, bawi, fache, gowi, manu, fino, tawuo, ohi ba bago.
Awena itaru`ö mbanua Hia Walangi Adu, ba if’a’anö fefu zi so chönia. Ya’ia zamatörö awönia ba ifobawalala chö gana’ania. Lafasindro nomora eu, la’uri mbawi, latanö wache, lalau gowasa, labözi gana’a, latoto gara ba wamazöchi behu, darodaro, harefa ba tanö bö’önia na. Chö namania Langi Sagörö sitoröi yawa ba Dete Höli Ana’a, ibe’e nadu eu, adu zatua, Hia Walangi Adu.
Dasiwa nonomatua chö Hia, ba latörötöröi mi sa danö ba hulo tanö bö’önia. Aefa wa’amate namara Hia, ba labe’e dödönia ba zi sambua guri, ena’ö toröi ia na sa ba nomo ba wame’e menemene chö ndraono nia. Ba börö me fa’udu ira dödö Hia ba ndronga owöliwa, Raina Huna, andrö ilau mofanö tödö Hia: Fao ba molö sebua itörö Gomo, Susua, itörö nasi irugi siyefo chö nononia alawe.
Söchi na asese taba so zura nidunö andre ba tanö bö’önia, era’era satua Nono Niha, nihaogö wanötöna ba li niha.
Sumber: Majalah Suara Ya`ahowu, No. 04/Th.I/September 1996

Minggu, 18 Oktober 2015

Pakan Ternak Babi




Pakan merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Sebab 60% dari keseluruhan biaya dihabiskan untuk keperluan babi-babi induk (bibit), dan 80% untuk keperluan babi fattening. Oleh karena itu suatu hal yang perlu diperhatikan di sini ialah bahwa walaupun babi itu secara alamiah tergolong hewan yang makannya sangat rakus, dan suka makan apapun, namun mereka perlu diberi makanan dengan perhitungan yang betul. Sebab, di samping ternak babi itu banyak makan dan rakus, konversi terhadap makanan pun sangant bagus, sehingga apabila pemeliharaannya baik, laju pertumbuhannya pun akan baik pula.

Tetapi perlu diingat bahwa babi termasuk hewan yang memiliki alat pencernaan sederhana, yang tak mampu mencerna bahan makanan yang kadar serat kasarnya tinggi. Maka kepada para peternak babi harus diberikan makanan yang serat kasarnya rendah, dan kandungan energinya yang cukup tinggi.  

Yang harus di perhatikan dalam makanan babi antara lain: 
1. Susunan zat-zat di dalam makanan.
2. Bahan makanan yang biasa diberikan kepada babi.
3. Penyusunan rasum.
4. Teknik pemberian makanan dan jumlah yang diberikan.

1. Susunan zat-zat makanan
Semua bahan makanan yang diperlukan oleh babi terutama terdiri dari enam unsur pokok : karbohidrat, serat kasar, lemak, protein, vitamin-vitamin, mineral dan air.

a.    Karbohidrat dan serat kasar
- Karbohidrat (carbon dan hydrogen)
Karbohidrat terdiri dari unsur-unsur carbon, hydrogen dan oxygen. Unsureunsur tadi merupakan suatu kesatuan, tetapi masing-masing berbeda-beda besarnya.
Fungsi karbohidrat:
• Terutama untuk keperluan energy yang bisa mempertahankan pengaturan panas tubuh , aktivitas tubuh dan mempertahankan tubuh yang normal
• Kelebihan lemak ini disimpan di dalam hati dalam bentuk glycogen atau diubah menjadi lemak yang disimpan di dalam tubuh, di bawah kulit.

- Serat kasar
Serat kasar merupakan karbohidrat yang kompleks, yang terdiri dari cellulose dan lognin. Bagi hewan ruminansia (memamah biak) serat kasar ini bias dihancurkan menjadi gula sederhana oleh kerja bakteri di dalam alat pencernaan. Akan tetapi bagi hewan non-ruminansia yang memiliki alat pencernaan yang sederhana seperti halnya babi, maka jumlah serat kasar yang bias dicernakan hanyalah sedikit sekali. Bagi babi, serat kasar yang terdapat di dalam makanan ini hanya diperlukan untuk :

• Menstimulir sekresi enzym-enzym.
• Dan menstimulir gerak peristaltic pada alat pencernaan.
Serat kasar yang terlampau banyak akan mengganggu pencernaan atau merupakan daya cerna, karena enzym-enzym tadi tak bias menembus jaringan serat kasar. Itulah sebabnya, maka kepada ternak babi harus diberikan makanan yang kadar serat kasarnya rendah, lebih-lebih babi muda. Apabila mereka diberikan makanan yang serat kasarnya tinggi, pertumbuhannya akan lambat. Sebab babi dewasa saja hanya mampu menggunakan serat kasar yang jumlahnya kurang lebih 60%.

 b. Lemak
Lemak juga terdiri dari unsure-unsur H,C, dan O. Baik lemak maupun hidrat arang kedua-duanya berfungsi:
• Untuk menimbulkan energy (tenaga), sehingga babi dapat bergerak, berjalan, mencerna makanan.
• Sebagai pelarut vitamin-vitamin A, D, E, K.
Karena hidrat-arang dan lemak berfungsi untuk menimbulkan tenaga, maka bahan makanan yang mengandung lemak dan hidrat-arang disebut juga makanan energi.
Tanda-tanda babi yang kekurangan lemak:
• Kulit bersisik.
• Bulu sekitar bahu dan leher rontok.
Untuk mengatasi kekurangan zat lemak ini, bisa ditambahkan zat lemak 10% pada rasumnya.

      c. Protein
Protein terdiri dari unsure-unsur C,H,O, nitrogen dan sulphur, unsure-unsur ini bergabung membentuk asam amino dan amiden. Protein itu sendiri sangat kompleks, yakni terdiri dari 20-25 unsur atau unit yang disebut asam amino. Akan tetapi tidaklah semua unsure asam animo dalam protein ini diperlukan untuk pertumbuhan secara maksimal. Ada 10 macam asam amino yang sangat vital, yakni yang disebut asam amino esensial.

Asam amino esensial tersebut ialah : lysine, methionine, tryptophane, histidine, arginine, valine, leucine, isoleucine, phenylaneline dan threonine. Dan di antara kesepuluh asam amino tersebut yang terpenting ialah : lysine, tryptophane dan methionine. Protein yang memiliki keseimbangan asam amino yang tepat dikatakan nilai biologinya tinggi.

Fungsi Protein ialah :
• Membentuk sel-sel atau jaringan tubuh, misalnya pada pertumbuhan anak-anak babi dan babi muda.
• Menggantikan sel-sel rusak, misalnya pada babi-babi yang sudah tua.
• Berproduksi, misalnya memproduksi air susu.
Kekurangan Protein dapat berakibat :
• Pertumbuhan lambat.
• Nafsu makan kurang, akibatnya berat badan menurun.
• Penggunaan bahan makanan yang lain kurang efisien.

Bahan makanan yang pada umumnya diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein pada ternak babi ialah tepung ikan dan bungkil kedelai.

    d. Mineral 
    Babi secara alamiah memerlukan unsur-unsur mineral yang diperoleh dari bahan makanan yang berasal dari hijauan dan akar-akar dari dalam tanah. Di dalam kodisi semacam itu babi tidak akan kekurangan mineral, akan tetapi babi-babi yang dipelihara di dalam kandang terus menerus perlu pemeliharaan yang cermat dan hati-hati. Unsur-unsur mineral yang diperlukan ternak babi bias digolongkan menjadi 2 yaitu : unsur mayor (mayor elements) dan unsur minor (trace elements).

1). Unsur Mayor (Major elements)
 Adalah unsur-unsur mineral yang diperlukan dalam jumlah yang relative besar. Termasuk unsur  mayor ialah : calcium, magnesium, phosphor, sodium, potassium, chlorine, besi dan sulphur.

a). Calsium (ca)
Calcium diperlukan oleh semua hewan untuk pembentukan tulang dan jaringan-jaringan lainnya, dan juga untuk pembentukan darah serta produksi air susu. Oleh karena itu Ca sangat penting buat induk babi bunting yang dan menyusui, dan anak-anak babi.
Kekurang Ca akan berakibat :
• Kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhan terlambat.
• Mengganggu perkembanganbiakan.
• Produksi air susu pada masa laktasi rendah.
• Anak di dalam kandungan lemah atau mati.

b). Phosphor (P)
Phospor berguna untuk pembentukan tulang, sel-sel tubuh, memproduksi sel jantan dan betina, metabolism karbohidrat dan lemak.
Kekurangan unsure P sangat erat hubungannya dengan Ca dalam pembentukan tulang, pembentukan sel-sel tubuh, dan sel jantan/betina dalam alat reproduksi. Sehingga apabila kekurangan unsure P di dalam makanan, akan berakibat seperti pada kekurangan Ca. dari seluruh unsure mineral, unsure Ca dan P yang paling besar, dengan perbandingan Ca : P = 2 : 1. Biasanya makanan ynag banyak mengandung protein banyak pula mengandung phosphor. Biji-bijian cukup mengandung phosphor, maka babi yang banyak mendapatkan makanan biji-bijian tidak akan kekurangan atau menderita unsure P.

c). Sodium, potassium dan chlorine
Ada 3 macam unsur mineral, yang diperoleh sebagai garam dalam cairan tubuh, keringat dan saliva (air ludah).
Chlorine diperlukan untuk membuat asam hydro-chloric yang terdapat di dalam alat pencernaan. Bahan makanan yang berasal dari hewan seperti tepung ikan hanya kaya akan unsure sodium dan chlorine. Sedangkan bahan makanan hijauan biasanya kaya akan potassium. Babi yang mendapatkan garam terlampau banyak dapat menimbulkan keracunan. Tetapi hal ini tak mungkin terjadi, jika rasum yang diberikan itu dalam imbangan yang sesuai dengna persediaan air minum yang cukup dan bersih.

d). Besi (Fe)
Zat besi merupakan unsure yang sangat penting di dalam darah, yakni untuk membentuk haemoglobine yang berguna untuk mengangkut O2 (Oxygen) ke seluruh tubuh.
Definisenzi zat besi (Fe) menyebabkan anemi, yang biasa diderita oleh babi-babi kecil yang berada di dalam kandang terus-menerus. Akan tetapi babi yang hidupnya di atas tanah terus-menerus tidak akan kekurangan zat besi.

2). Unsur Minor (Trace Mineral) 
 a). Tembaga (Copper)
Zat tembaga berhubungan erat dengan zat besi dalam pembentukan darah. Pada babi, unsur tersebut juga penting bagi pertumbuhan dan konversi makanan. Kekurangan unsur ini akan menyebabkan babi mudah scours (mencret)

b). Mangan (Mg)
Zat ini diperlukan untuk pembentukan tulang dan reproduksi yang normal. Kekurangan usur ini menyebabkan babi menjadi lumpuh. Katul banyak terdapat unsur Mg. karena pada umumnya babi-babi di Indonesia banyak mendapatkan makanan dari katul, maka kemungkinan defisiensi unsur Mg jarang terjadi.

c). Yodium
Yodium diperlukan untuk kelenjar tyroid, yang menghasilkan suatu bahan yang disebut thyroxine. Thyroxine diperlukan untuk mengatur fungsi tubuh yang normal. Kekurangna unsur ini berakibat kesuburan menurun dan anak yang dikandung bias mati atau bulu rontok.

d). Seng (Zinc)
Kekurangan unsur ini akan menyebabkan penyakit yang disebut “Parakeratosis”. Adapun gejala dari penyakit ini adalah pertumbuhan lambat, Efisiensi terhadap makanan rendah, nafsu makan berkurang, kulit luka atau rusak, warna kulit merah, terutama di atas perut, kemudian diikuti keadaan kulit pecah-pecah atau seperti sisik. Hal ini biasanya terjadi pada babi-babi muda. Bisa dilakukan pencegahan dengan memberikan 150-200 gram Zinc Carbonat/ton makanan kepada ternak.

e). Vitamin-vitamin
Vitamin merupakan zat makanan yang diperlukan tubuh untuk mengatur atau mengolah zat-zat makanan lainnya hingga bias dipergunakan oleh tubuh. Adapun vitamin-vitamin yang penting adalah :

- Vitamin A
Diperlukan untuk babi segala umur. Kekurangan vitamin A secara umum dapat berakibat abortus, rheumatic, anak babi lemah, penyakit mata, scours (mencret), mudah kena infeksi, pada babi muda menyebabkan kematian pertumbuhan menjadi kerdil, pada babi dewasa dapat mempengaruhi kesuburan dan kemampauan dalam menghasilkan air susu. Vitamin A bias diperoleh pada minyak ikan (levertraan), tanaman-tanaman yang berwarna hijau, wortel, jagung kuning. Vitamin ini bisa ditambahkan pada rasum dalam bentuk premix.

- Vitamin B
Yang dimaksud dengan vitamin B, ialah gabungan atau suatu kompleks dari banyak vitamin (Vitamin B1, B2, B6 & B12).

• Vitamin B1 (Thimine)
Kekurangan vitamin B2 pada babi menyebabkan nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, bulu kasar, menimbulkan kematian yang tiba-tiba. Vitamin B1 terdapat banyak pada jagung, kacang-kacangan, air susu.

• Vitamin B2 (Riboflavine)
Vitamin ini penting untuk pertumbuhan dan berat badan. Pada babi bunting yang kekurangan vitamin B2 dapat mengakibatkan abortus. Vitamin B2 terdapat pada bahan makanan yang mengandung B1.

• Vitamin B6 (Pyridoxine)
Vitamin ini berguna untuk mengolah asam amino. Kekurangan vitamin ini pada babi dapat berakibat nafsu makan berkurang, pertumbuhan dan berat badan menurun, urat-urat menjadi kaku dan kekurangan darah. Vitamin ini banyak terdapat pada biji-bijian dan air susu.

• Vitamin B12
Vitamin ini penting untuk pertumbuhan dan pembuatan darah. Kekurangan vitamin B12 dapat berakibat babi menderita anemia, babi yang dilahirkan berat badan berkurang, lemah, banyak kematian, anak babi kecil. Vitamin B12 banyak terdapat pada bahan makanan yang berasal dari hewan, yaitu tepung ikan, maupun kotoran lembu atau ayam.

- Vitamin C
Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan darah keluar di bawah kulit, dan persendian, gigi menjadi longgar. Umumnya defisiensi terhadap vitamin C jarang terjadi asal babi banyak diberi hijauan.

- Vitamin D
Vitamin D berguna untuk mengatur imbangan kerja Ca dan P, di dalam pembentukan tulang, terlebih-lebih pada babi bunting atau babi-babi muda. Mereka yang kekurangna vitamin D dapat menderita rachitis.
Untunglah vitamin D bias dibuat oleh babi sendiri di dalam tubuh, karena di bawah kulit terdapat pro-vitamin D, yang apabila mendapat sinar matahari menjadi vitamin D. oleh karena itu babi-babi muda (grower) dan babi induk (bibit) harus dipiara di tempat terbuka, yang setiap pagi bias mendapatkan sinar matahari. Babi-babi yang dipiara secara terkurng harus banyak mendapat tambahan vitamin D (sintetis), atau pro-vitamin D dalam bentuk minyak ikan, tanam-tanaman dari bangsa leguminosa yang berwarna hijau, tanaman yang terdapat sinar matahari.

- Vitamin E
Vitamin E dikenal sebagai vitamin anti steril. Babi membutuhkan vitamin E untuk kesuburan yang normal, baik jantan maupun betina. Vitamin ini banyak terdapat pada kecambah, biji-bijian sebangsa padi, dan leguminosa (bagian yang berwarna hijau).

f). Air
Fungsi air dalam tubuh ternak babi sangat penting, yakni untuk mengatur temperatur (panas) tubuh, melumatkan makanan dalam proses pencernaan, membawa zat-zat makanan ke seluruh tubuh, mengeluarkan bahan-bahan yang tak berguna. Apabila ternak kekurangan air, kesehatan akan terganggu. Misalnya darah yang mengandung serum terlalu sedikit, maka panas badan menjadi tinggi, sehingga protein menjadi binasa dan ternak babi menjadi kurus. Oleh kareana itu air harus selalu tersedia, sehingga babi tidak akan kekurangan air. Dan ransum bias sekaligus dicampur dengan air.

g). Antibiotic
Di samping babi memerlukan zat-zat makanan dan vitamin tersebut di atas, baiklah apabila rasum ditambah dengan antibiotic. Karena dengan menambahkan sedikit antibiotic kepada makanan dapat meningkatkan berat hidup babi, meningkatkan atau menstimulir pertumbuhan dan mencegah penyakit, meningkatkan efisiensi terhadap pengubahan makanan. Dalam hal ini kita bisa memberikan atau menambahkan antibiotic dalam bentuk premix seperti TM 10. Biasanya tentang dosis sudah ada petunjuk dari pabrik.

2. Bahan makanan yang biasa diberikan kepada babi
a. Bahan makanan yang banyak mengandung protein

1). Tepung ikan
Tepung ikan di buat dari sisa-sisa ikan atau ikan afkir, yang terdiri dari kepala, kerangkan dan ekor. Kuailitas tepung ikan yang paling baik ialah yang berasal dari ikan putih, sebab kadar minyaknya tidak lebih dari 6% dan kadar garamnya 4%. Sedangkan tepung ikan kualitas kedua dibuat dari ikan afal yang kadar minyak dan garamnya cukup tinggi, sehingga bisa menimbulkan efek negative pada babi. Di samping kandungan protein, tepung ikan juga mengandung unsure-unsur mineral penting, seperti Ca, P dan Chlorine. Tepung ikan ini bisa diberikan kepada anak babi sebanyak 15%, untuk babi bibit, dan 10% untuk babi grower.

2). Susu skim
Susu skim ialah susu yang sudah diturunkan kadar lemaknya menjadi kurang lebih 0,1%. Susu skim ini merupakan salah satu bahan makanan yang bermutu, terutama bagi babi-babi induk yang sedang menyusui dan babi muda. Sebab susu skim kaya akan protein dan lysine serta lactosenya pun cukup tinggi, sehingga dapat menggantikan sebagai daripada bahan makanan yang berasal dari biji-bijian.

3). Susu skim bubuk
Susu skim bubuk mengandung 35% protein, sedangkan mineral, fat dan vitaminnya rendah.

4). Bungkil kedelai
kacang tanah yang kadar proteinnya 41%. Akan tetapi kedelai kaya akan lysine, atau merupakana sumber protein nabati yang sangat penting untuk babi. Warna bungkil ini kuning pucat, serat kasar dan kadar Ca-nya rendah. Jika ingin menggunakan bungkil kedelai untuk pengganti tepung ikan, pada rasum harus ditambah mineral. Biasanya bungkil kedelai diberikan sebanyak 5%, tepung ikan 5% untuk grower, dan 10% untuk finisher.

5). Bungkil kacang tanah
Adalah hasil ikutan kacang tanah yang sudah diambil minyaknya. Bahan ini kurang cocok untuk babi, karena kandungan lysine dan Ca-nya rendah. Apabila bungkil kedelai sulit diperoleh atau terlampau mahal, bungkil kacang tanah ini bisa dipakai pengganti dengan ketentuan zat yang kurang diperhitungan dan diganti dengan bahan lain.

b. Bahan makanan sebagai sumber energy

1) Jagung
Jagung adalah bahan makanan babi yang sangat bagus, karena banyak mengandung karbohidrat. Tetapi bahan makanan ini harus digiling halus, sebab bila tidak akan kurang bermanfaat. Baik jagung kuning maupun putih keduanya bisa dipergunakan walaupun yang putih kadar vitamin A lebih rendah.

2) Katul
Kualitas katul bermacam-macam. Keadaan kualitas ini tergantung pada jumlah brambut yang terdapat di dalam katul itu sendiri. Katul yang persentase btambutnya tinggi berarti berkualitas rendah. Dan katul banyak mengandung fat, sehingga pada musim panas atau lembab, katul mudah tengik. Katul yang rusak atau tengik akan mengganggu alat pencernaan dan menyebabkan vitamin-vitamin yang terdapat di dalamnya hancur.
Babi yang banyak mendapatkan makanan katul, bacon menjadi lunak. Oleh karena itu pemberian katul ini hendaknya dibatasi dalam jumlah sedang dan dalam keadaan baru (fresh), tak banyak brambut.

3) Mellase
Mellase bisa diberikan pada babi dalam campuran makanan sebanyak 5%. Mellase ini bisa mengikat makanan, sehingga makanan tak terhambur. Mellase juga meningkatkan nafsu makan. Kepada babi-babi fattening bisa diberikan dalam jumlah sampai 20%. Sedangakan kepada babi kecil tidak lebih dari 5%.

c. Bahan makanan hijauan
1) Hijauan segar
Hijauan merupakan salah satu bahan makanan yang sangat penting bagi pemeliharaan babi-babi kecil dan babi-babi bibit. Tetapi yang perlu dipikirkan ialah bahwa babi kecil tidak mampu mencerna serat kasar, maka kepada babi-babi kecil tersebut tidak bisa diberikan bahan makanan hijauan yang serat kasarnya terlampau tinggi.
Hijauan makanan yang biasa diberikan daun ketela rambat, rumput muda yang dipotong-potong dan berbagai jenis leguminose.

2) Tepung daun lamtoro
Tepung daun lamtoro sering ditambahkan pada makanan, terutama babi induk bibit dan anak-anak babi. Sebab bahan tersebut kandungan mineral dan vitaminnya tinggi. Akan tetapi karena bahan ini mengandung toxic (racun) maka jumlah jumlah yang bisa diberikan atau ditambahkan kepada ransum tidak boleh melebihi 5% dari seluruh campuran makanan. Pemakaian yang berlebihan atau terlampau banyak berarti akan menambah toxic yang lebih besar pula. Hal ini bisa berakibat pada babi, bulunya rontok, dan babi bunting bisa menyebabkan keguguran.

3. Penyusunan ransum
Apabila jumlah babi yang dipiara itu hanya bebarapa ekor saja, maka kepada babi tersebut bisa diberikan sisa-sisa bahan makanan dari dapur, seperti kulit pisang, pepaya, sayuran, nasi dan lain sebagainya. Akan tetapi betapapun banyak sisa makanan yang bisa diberikan, namun praktek pemberian makanan semacam itu kurang bisa dipertanggung jawabkan. Sebab bahan makanan tersebut bukanlah merupakan rasum yang mempunyai susunan zat makanan dalam imbangan yang tepat seperti yang diperlukan tubuh babi untuk keperluan pertumbuhan dan berproduksi.

Sedangkan yang dimaksud dengan ransum ialah sejumlah campuran dari berbagai macam bahan makanan yang diberikan kepada hewan ternakdalam waktu tertent, misalnya satu hari satu malam (24 jam). Di dalam waktu 24 jam babi harus mendapatkan zat-zat dalam perhitungan yang benar dan teliti. Penyusunan ransum ini sangat bervariasi atau berbeda-beda. Titik berat perbedaan tersebut terletak pada kadar protein dan hidratarang. Sebab pedoman penyusunan ransum yang dikemukakan di sini ialah dengan dasar Imbangan Protein (IP).

IP ini menunjukkan suatu perbandingan antara protein dapat dicerna (Prdd) dengan Martabat Pati (MP).

Protein dapat dicerna ialah hasil pencernaan protein kasar yang terdapat dalam suatu bahan makanan yang dapat diabsorpsi oleh diding usus.

Sedangkan MP = Martabat Pati dari suatu bahan makanan atau ransum ialah angka yang menunjukkan kg (gr) pati murni yang sama dayanya dengan 100 kg (gr) dari bahan makanan itu untuk membentuk lemak badan di dalam tubuh. Hal ini dimaksudkan, bila bahan makan atau ransum itu dikatakan memiliki MP 70, artinya 100 kg bahan makanan atau ransum tersebut mempunyai daya yang sama dengan 70 kg pati murni dalam membentuk lemak badan di dalam tubuh. Dan MP dari suatu bahan makanna juga menggambarkan kandungan energy.

Contoh IP
Bungkil kepala, Prdd = 16,8%; MP = 81%
IP = Prdd : MP = 16,8 : 81 => IP 1 : 482
Cara memperhitungkan MP suatu bahan makan.
Sebagai contoh jagung. 

 Jagung mengandung Prdd 6,6%, lemak 3,7%, serat 1% dan karbohidrat 64,8%.
    
 Karena besarnya MP dari tiap-tiap zat makanan telah diketahui maka :
1 kg pati murni = 1 satuan kg MP
1 kg BETN = 1 satuan kg MP
1 kg serat kasar = 1 satuan kg MP
1 kg lemak dari biji-bijian = 0,94 satuan kg MP
1 kg Lemak dari biji-bijian = 2,44 satuan kg MP
Maka MP jagung tersebut bisa diperhitungkan sebagai berikut :
6,6 kg Prdd mempunyai MP 6,6 x 0,94                                   = 6,20
3,7 kg lemak dapat dicerna mempunyai MP 3,7 x 2,41          = 8,917
1,0 kg serat kasar dapat dicerna mempunyai MP 1,0 x 1        = 1,00
64,8 kg karbohidrat dapat dicerna mempunyai MP 64,8 x 1  = 64,80
                                                                                           Jumlah                       = 80,917
Jadi setiap 100 kg jagung mempunyai MP = 80, 9 atau dengan kata lain, bahwa setiap 100 kg bahan makan sama dayanya dengan pati murni sebesar 80,9 kg.
Catatan :
• Bahan makanan yang memiliki IP = 1 : 2, berarti separuh dari zat-zat makanan terdiri dari protein.
• Dan bahan makanan yang IP –nya 1 : 10, berarti zat proteinnya hanya sepersepuluhnya.
• Babi-babi umur 6 bulan, diberi ransum dengan IP 1 :5 – 1 : 6
• Babi induk menyusui diberi ransum dengan IP 1 : 6 – 1 : 7
• Babi fattening diberi ransum, dengan IP 1 : 8 – 1 : 10
Kandungan IP di dalam ransum terletak pada kadar protein dan MP (IP). Kandungan IP di dalam ransum itu sendiri di perhitungkan berdasarkan beberapa factor diantaranya :
1) Tujuan peternakan itu sendiri, misalnya sebagai babi fattening, bibit.
2) Fase hidup babi, starter, grower, finisher atau berat babi.
3) Pedoman yang telah ada seperti zat-zat makanan yang diperlukan dan pertimbangan ekonomis, serta bahan yang tersedia pada sepanjang tahun.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas, maka bisa disusun berbagai macam ransum sesuai dengan kebutuhan babi dan tujuan peternak

a.          Berbagai Macam Ransum

1)      Ransum starter
Yang dimaksud dengan babi starter ialah anak babi yang masih menyusui dengan umur 8 – 10 minggu. Pada fase atau periode ini mereka harus mendapatkan ransum starter, yaitu ransum yang terdiri dari :
• Komposisi bahan makanan yang mudah dihisap oleh anak babi dan pula mudah dicerna (creep feeder).
• Kandungan serat kasarnya rendah, misalnya dari bahan jagung giling halus, tepung susu skim. Sebab susu kandungan proteinnya tinggi, sedangkan jagung memiliki kadar cerna yang tinggi dan merupakan sumber karbohidrat.
• Kandungan protein 20 – 22 %, MP 70
• Serat kasar 3 %.

2)  Ransum Grower Babi grower yaitu anak babi sesudah melampaui fase starter sampai umur 5 bulan. Babi-babi yang telah melewati fase grower dan mencapai berat 50 kg. Hal ini dimaksudkan agar :
• Babi tumbuh cepat, sehat dan kuat.
• Bisa menghasilkan babi-babi fattening yang tidak banyak lemak atau spek, melainkan banyak daging.
• Babi bibit (breeding) dalam periode menyusui nanti akan bisa memproduksi air susu cukup banyak.
Babi-babi yang hidup pada fase ini harus mendapatkan ransum grower, yaitu ransum yang terdiri dari :
• Bahan yang agak kasar sedikit dari pada ransum starter.
• Kadar protein kurang lebih 17%, MP 68.
• Serat kasar 5%.
• Ditambah ekstra hijauan segar, vitamin-vitamin dan mineral.

3)      Ransum Fattening
Babi fattening adalah babi-babi yang digemukkan sebagai babi potongan yang beratnya 50 – 100 kg. penggemukan ini dimulai semenjak mereka sudah melewati fase grower yang berat hidupnya 50 kg sampai dengan bisa dipotong yaitu pada waktu mencapai berat 100 kg. Ransum yang diberikan ialah ransum fattening, yang terdiri dari :
• Bahan makanan yang agak kasar
• Kadar protein 14%, MP 69.

4)  Ransum bibit
Ransum bibit merupakan ransum yang diberikan kepada babi dara, sebagai pengganti makanan fase grower atau babi bunting3 bulan pertaman. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah babi tidak boleh terlampau gemuk dan banyak fat. Untuk menghindarkan keadaan ini maka babi tersebut harus diberikan ransum khusus yaitu ransum bibit yang terdiri dari: 
• Bahan-bahan makanan yang kadar serat kasarnya relative tinggi kurang lebih 8,5%.
• Protein 14,5 %, MP 64.
• Ditambah hijauan.

5)  Ransum induk menyusui
Ransum induk menyusui yaitu ransum yang diberikan pada bulan terakhir pada masa bunting dan selama mereka menyusui. Ransum tersebut terdiri dari :
• Bahan yang kandungan serat kasarnya relative rendah, 7%.
• Kadar protein tinggi, 18,5%, MP 66.
Protein yang tinggi diperlukan untuk :
• Pertumbuhan embryo.
• Persiapan produksi air susu.

Serat kasar yang tidak terlalu tinggi dimaksudkan untuk menghidari kemungkinan terjadinya kesukaran buang kotoran (konstipasi) pada saat hendak melahirkan. Untuk mengatasi konstipasi ini babi bisa ditolong dengan diberikan obat pencahar (urus-urus), misalnya garam inggris sebanyak 1 (satu) sendok makan yang dicampur makanan. Pemberiannya dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah melahirkan. Pada saat ini jumlah ransum bisa dikurangi, tetapi harus betul-betul bermutu.

b. Cara Penyusunan Ransum
Untuk menyusun ransum yang baik, perhatikan tabel di bawah beserta diagram berikut :

 Keterangan
Starter %
Grower %
Fattening %
 Lactasi
 Bibit
 1. Jagung
 35 - 60
 25 - 60
 25 -60
 20 - 50
 15 - 40
 2. Katul
 -
 0 - 10
 0 - 25
 10 - 15
 0 - 15
 3. Tepung ikan
 5 - 10
 5 - 20
 -
 5 -10
 2 - 10
 4. Dedak gandum
 -
 5 - 10
 0 - 15
 10 -  25
 10 - 30
 5. Susu skim  (Powder)
 0 - 20
 -
 -
 -
 -
 6. Tepung tulang
 -
 0 - 5
 2 - 7
 0 -5
 0 - 5
 7. Bungkil kedelai
 5 - 15
 2 - 10
 2 - 5
 5 - 10
 2 - 7
 8. Bungkil kelapa
 -
 0 -3
 2 - 7
 0 - 7
 0 - 7
 9. Tepung daun  lamtoro
 0 - 3
 5
 5
 5
 5
 10. Mellase
 0 - 3
 5
 5
 5
 5
 11. Mineral
 1
 1,5
 1,5
 1,5
 1,5
 12. Gula
 0 - 10
 -
 -
 -
 -
 13. Vitamin
 -
 -
 -
 -
 -
 14. Antibiotic
 -
 -
 -
 -
 -
 Protein kasar
 19
 16
 14,5
 18,5
 14,5
 MP
 70
 68
 69
 66
 64
 Serat kasar
 4
 6
 6
 7
 8,5

Catatan
• Campuran bisa terdiri dari 60% kulit kerang giling/tepung kulit kerang, 30% tepung tulang, 10 gram yosium.
• Perbandingan Ca dan P yang baik 1,5 – 2.
• Mineral dalam ransum 1,5%.
• Vitamin-vitamin dan antibiotic hanya bisa diperoleh dari pabrik dan mengenai jumlah yang harus ditambahkan pada ransum ada petunjuknya dari pabrik yang bersangkutan
• Antibiotic berguna untuk merangsang pertumbuhan dan memberantas penyakit.
Contoh untuk ransum dan menghitung ransum induk menyusui. Pada tabel diatas terlihat bahwa kadar dan MP pada ransum induk menyusui 18,5 % , MP 66 maka hal ini bisa diperhitungkan sebagai berikut :

Diagram penyusunan ransum

 Bahan
 Bag/kg
 Prot. KASAR
 MP
 1. Jagung
 35
 35 x 8,5 = 297,5
 35 x 80 = 2.800
 2. Katul
 50
 50 x 13,5 = 675
 50 x 60 = 3.000
 3. Bungkil kedelai
 5
 5 x 48,5 = 242,5
 5 x 69  = 345
 4. Tepung ikan
 10
 10 x 53 = 530
 10 x 49 = 490
 5. Tepung daun lamtoro
 5
 5 x 19,5 = 97,5
 5 x 45 = 225
Jumlah                             100                          1842,5                     6.860
                                  Prot. kasar = 1842,5 = 18,425    MP = 6860 = 68,6
                                                         100                                 100


Angka-angka pada tabel atau diagram di atas adalah sekedar pedoman saja, sehingga para peternak bisa menyusun sendiri menurut bahan baku yang ada di lingkungan masing-masing dengan menggunakan suatu pedoman yang telah ada.

4. Teknik pemberian makanan dan jumlah yang diberikan
a. Teknik Pemberian Makanan
Pada pokoknya ada 2 macam cara pemberian makanan, yaitu sistem basah dan kering. Pada umumnya pemilihan sistem tersebut didasarkan kepada tujuan di dalam pemeliharaan, bahan makanan yang tersedia serta keadaan tempat (kadang).

1)    Sistem basah
Teknik pemberian makanan semacam ini bertujuan intuk mendapatkan kualitas babi bacon
yang baik. Semua bahan maknaan dibiki halus, kemudia dicampur air atau dibasahi.
Makanan ini bisa diberikan kepada babi pada bak makanan atau ditaruh di atas lantai. Hal ini juga sangat tergantung kepada jumlah babi dan tempat. Jika babi itu dipiara secara kelompok, di mana jumlah babi dalam satu ruang cukup besar, sedang tempat tidak memungkinkan, maka pemberian makan ini cukup ditaruh di atas lantai saja, sehingga modal bisa di hemat. Tetapi pada sitem pemeliharaan individual, sebaiknya makanan tersebut ditaruh pada bak makanan.

Kebaikan pemberian makanan sistem basah
• Makanan basah ini lebih mudah dimakan dan dicerna.
• Menambah napsu makan, sebab babi lebih suka makanan basah.
• Makanan yang basah dengan mudah bisa ditaruh di atas lantai.

Kelemahannya
• Lebih banyak tenaga, karena harus menyiapkan atau membasahi makanan terlebih dahulu.
• Sisa makanan dengan sangat mudah menjadi basi.
• Kandang lebih cepat menjadi kotor.

2)    Sistem kering
Tujuan pemberian makanan semacam ini ialah untuk memberikan rangsangan agar bisa diperoleh berat hidup yang maksimal. Maka sistem ini sangat baik buat babi-babi pork, yang umur sekitar 3 ½ - 4 bulan dengan berat 45 – 55 kg. Pemberian makanan ini sebaiknya ditaruh pada bak makanan atau tempat khusus seperti tempat makanan otomatis.

Keuntungan pemberian makanan sistem kering
• Pengisian makanan cukup dilakukan sekali sehari.
• Makanan yang tersisa tidak mudah menjadi basi.
• Tempat atau kandang tidak mudah kotor.
• Lebih menghemat tenaga, karena peternak tidak setiap kali harus membersihkan tempat dan tidak selalu mengisikan makanan.
Kelemahanya
• Agak sulit dimakan, karena hanya bisa diperoleh sedikit-demi sedikit.
• Makanan mudah terhambur.

b. Jumlah Makanan Yang Harus Diberikan
Jumlah makanan yang diberikan kepada babi sebaiknya dilaksanakan menurut pedoman. Semua pemberian makanan harus disesuaikan dengan berat babi atau pertumbuhannya. Pada fase pertama, pemeberian ransum itu hanyalah untuk keperluan pertumbuhan yang maksimal. Akan tetapi sesudah babi itu mencapai berat hidup 70 kg, pemberian makanan harus dibatasi agar babi tidak terlalu banyak fat. Untuk babi-babi bacon seperti Large White, Saddle Back. Makanan harus dibatasi sampai 2,5 kg/hari semenjak mereka itu mencapai berat 60 kg ke atas. Hal ini sangat penting untuk mencegah fat yang berlebihan dan untuk memperbaiki karkas. Suatu hal yang mudah diingat dan praktis untuk melaksanakan jumlah makanan yang harus diberikan kepada setiap ekor babi ialah bahwa untuk :

 Berat babi/kg
 Umur (minggu)
 Jumlah/kg
 15
 8 (habis dipisah)
 0,75
 20
 10
 0.90
 25
 12 (3 bulan)
 1,10
 30
 14
 1,30
 35
 15
 1,50
 40
 17
 1,70
 50
 19
 2,00
 55
 20
 2,10
 60
 21
 2,30
 65
 22
 2,40
 70
 23
 2,50
 75
 24 (6 bulan)
 2,60
 80
 25
 2,70
 85
 26
 2,80
 90
 27
 2,90
 95
 28
 3,00
 100
 29
 3,50

Sedangkan jumlah makanan untuk babi induk, dara, bibit dan induk menyusui bisa diberikan menurut fase hidup atau mereka masing-masing. Bisa dilihat tabel di bawah ini :

 Periode/umur
 Makanan
 Jenis makanan
 1. Induk
 1 - 21/2 kg + hijauan
 makanan induk bibit
 2. Dara
- bunting 3 bulan
 2 kg + hijauan
 makanan induk bibit
- akhir kebuntingan
 3 kg + hijauan
makanan induk   menyusui
 3. Induk bibit dewasa
- bunting 3 bulan
 1,5 kg + hijauan
 makanan bibit
- akhir bulam kebuntingan
 2,5 kg + hijauan
 makanan induk menyusui
 4. Induk menyusui
- muda
 2,5 kg + (0,5 kg per ekor anak)
 makanan induk menyusui
- dewasa
 2 kg + 0,25 kg (per ekor anak)
 makanan induk menyusui


Hilisataro tempo doeloe

Hilisataro tempo doeloe